TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 64 S2. Jangan Dekati Aku Lagi!


__ADS_3

Langkah kaki Axel yang akan menuju ke kantin di kampusnya terhenti saat melihat ada Lisa. Dia langsung membalikan badan, menghindari wanita itu.


Lisa yang memang telah menunggu pria itu, mengejarnya. Dia menahan tangan Axel agar tidak berjalan lagi.


"Axel, kamu tidak bisa menghindari aku terus. Kita masih harus bicara," ucap Lisa.


Axel membalikan badannya. Memandangi wanita itu dengan mata tajam. Dia merasa terganggu karena Lisa yang terus mengekor dirinya. Masih tidak terima dengan keputusan Axel untuk mengakhiri hubungan mereka.


"Apa lagi yang harus kita bicarakan. Hubungan kita telah berakhir. Apa kamu tidak mengerti juga!?" tanya Axel dengan nada cukup tinggi.


Teman kampus mereka yang kebetulan lewat menatap heran pada keduanya. Mereka selama ini terkenal dengan pasangan serasi. Namun itu semua berbanding terbalik saat ini. Lisa yang malu karena menjadi pusat perhatian menundukan kepalanya.

__ADS_1


Dia tidak mau satu pun dari teman kampus yang tahu jika hubungan mereka telah berakhir. Ini pasti akan memalukan baginya. Dan Lisa juga tidak mau nanti ada teman wanita yang mendekati Axel.


"Axel, aku mengatakan semua itu hanya bercanda. Jika kamu tidak percaya bisa tanyakan langsung sama Desy. Aku akan bawa dia bertemu kamu," ucap Lisa.


"Tidak perlu. Aku sudah tidak percaya apa pun itu yang keluar dari bibirmu! Apa aku harus mengumumkan di kampus jika hubungan kita telah berakhir, agar kamu tidak lagi menggangguku!" ujar Axel dengan tersenyum miris.


Lisa menarik napas berat. Biasanya dia dapat membujuk Axel dengan mudah jika melakukan kesalahan. Namun, kali ini sepertinya Axel memang telah bertekat bulat untuk mengakhiri segalanya. Apa dia harus melepaskan begitu saja? Tidak mungkin. Dia pasti akan sulit mendapatkan pria lain lagi seperti Axel.


Tanpa menjawab ucapan Lisa, Axel berjalan meninggalkannya. Hal itu membuat sang gadis kesal. Dia menarik tangan pria itu agar berhenti.


"Aku tahu semua ini hanya alasan kamu saja. Kamu berubah setelah melihat Dita yang sekarang. Tapi kamu lupa, Dita itu tidak akan mau denganmu. Dia juga saat ini telah menikah dengan sepupu kamu. Apa kamu tidak memikirkan Gafi, jika dia tahu kamu mengharapkan istrinya. Kamu ingin jadi orang ketiga dalam rumah tangga mereka?" tanya Lisa dengan suara tinggi.

__ADS_1


Axel mengepalkan tangannya mendengar ucapan Lisa. Dia mengeram menahan amarah. Menarik napas dalam.


"Jaga ucapanmu. Aku tidak mencintai kamu lagi, itulah alasan utama aku memutuskan hubungan. Jadi, apa pun yang kau katakan dan kau lakukan tidak akan mempengaruhi. Apa kau tidak ada rasa malu? Seharusnya kau sadar jika aku sudah tidak menginginkan bersamamu lagi!" ucap Axel dengan tegasnya .


Dia lalu kembali melangkahkan kakinya. Baru beberapa langkah, pria itu berhenti. Lisa tersenyum, berharap dia berubah pikiran.


"Satu lagi yang aku pinta, jangan pernah datang ke rumahku dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku. Aku sudah tidak mau lagi melihat wajah munafikmu itu. Aku sudah tahu semua sandiwaramu! Jangan kau berpura-pura lagi, sok menjadi korban, padahal pelaku!" ucap Axel dengan suara sedikit tinggi.


Setelah puas mengucapkan semua yang ingin dia ingin katakan, Axel kembali melangkahkan kakinya. Tanpa peduli perasaan Lisa. Gadis itu memegang dadanya, terasa sangat nyeri mendengar ucapan pedas dari pria itu.


"Jika aku tidak bisa memiliki kamu, aku harap tidak akan ada wanita mana pun yang bisa memiliki kamu juga," gumam Lisa dalam hatinya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2