TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 78. Memaafkan dan Melepaskan


__ADS_3

Dodi mengajak Yuni pulang, tapi dia menolak. Wanita itu memanggil taksi yang ada di depan apartemen.


"Yun, kita harus bicara. Jika kamu pergi begini, semua tidak akan selesai," ucap Dodi.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan. Mulai detik ini lupakan semuanya. Aku pasti akan datang dengan keluarga untuk kembalikan semua hantaranmu," ucap Yuni.


""Selamat atas pengkhianatanmu yang sudah membuatku kecewa, dan terima kasih sudah mengingatkanku akan kesadaran tentangmu. Seharusnya, jangan pernah buat aku mencintaimu hingga pada akhirnya kau membuatku kecewa," ucap Yuni sebelum masuk taksi.


Dia masuk ke taksi dan meminta supir menjalankan segera. Air mata Yuni kembali tumpah di mobil.


Dalam hidup, kita akan menemukan bahwa tidak semua perjalanan akan berakhir seperti yang telah direncanakan. Akan ada banyak kejutan yang mungkin tidak kita perkirakan sebelumnya. Kejutan-kejutan inilah yang terkadang membuat kita kecewa dan sakit hati.


Tidak ada satu pun yang ingin dibohongi. Namun, kebiasaan buruk ini seperti sudah tertanam dalam diri manusia. Banyak orang berbohong demi menutupi kebenaran yang menyakitkan atau merugikan. Sehingga ketika kita dibohongi apa lagi sama orang terdekat, rasa kecewa dan sakit hati pun muncul.


"Aku hanya ingin kecewa kemudian pergi agar kamu tidak repot berbohong lagiDulu dirimu pernah membuatku terbang bahkan hingga naik ke bintang-bintang, namun kini diriku kau hempaskan jauh ke dalam jurang yang terjal. Ragaku memang terlihat masih tetap seperti dulu, tapi tidak dengan hatiku. Benar pepatah bijak mengatakan, lebih baik banyak musuh dan nyata, daripada punya satu teman yang selama ini kita percaya ternyata musuh dalam selimut."


Dodi langsung menuju mobilnya dan menyusul Yuni. Namun, dia kehilangan jejak. Saat Dodi melewati jalan menuju rumahnya, tidak ada taksi yang tampak. Dia memutuskan kembali ke rumah.

__ADS_1


***


Deburan ombak pantai terdengar merdu di telinga Yuni. Dia berlari mengejar ombak di tepi pantai itu.


Telah seminggu lamanya Yuni tidak mau bertemu dengan kekasih dan sahabat-sahabatnya. Dia masih belum percaya dengan apa yang di dengar. Nomor ponsel Dodi, Andin dan Mia telah diblokirnya. Saat ini dia hanya ingin menenangkan diri.


Yuni telah mengatakan pada kedua orang tuanya untuk membatalkan pernikahannya dan mengembalikan semua hantaran yang telah Dodi berikan. Setiap orang tuanya bertanya alasan membatalkan pernikahan, Yuni hanya menjawab jika dia belum siap. Saat ini dia masih menutupi kesalahan kekasihnya itu.


Yuni mendekati Reno yang duduk di pasir pantai sambil melempar kerikil kecil ke laut. Yuni sengaja mengajak sahabatnya itu ke pantai untuk bicara.


"Kamu pasti telah mengetahui semuanya 'kan? Kenapa kamu tidak pernah mengatakan padaku?" tanya Yuni.


"Jangan pura-pura tidak mengerti dengan pertanyaanku, Reno. Kamu pasti tahu jika Andin dan Dodi pernah menjalin hubungan dan mengkhianati Farhan?" tanya Yuni lagi.


"Ya, aku tahu," jawab Reno singkat.


"Kenapa kamu tidak pernah mengatakan itu padaku?" tanya Yuni lagi.

__ADS_1


Reno menghentikan kegiatannya yang melempar kerikil ke laut, memandangi Yuni tajam. Dia lalu tersenyum, membuat Yuni menjadi heran.


"Kenapa kamu tersenyum?" Lagi-lagi Yuni bertanya.


"Jika aku mengatakan padamu, apa kamu akan percaya. Sedangkan saat aku melarang kalian mendukung hubungan Andin dan Farhan, aku kalian musuhi. Kalian seperti mengagungkan Andin. Menganggap semua yang dilakukannya benar. Setelah mendengar sendiri, baru kamu percaya 'kan?"


Ucapan Reno seperti menusuk ulu hatinya Yuni. Dia dan kedua sahabat wanitanya itu memang menganggap Reno terlalu membenci Andin. Bahkan dia sempat berpikir jika Reno membenci Andin karena pria itu mencintainya.


"Maafkan aku," ucap Yuni pelan.


"Maafmu bukan untukku. Tapi lebih pantas ditujukan untuk Rachel istrinya Farhan. Sekarang kamu pasti mengerti bagaimana sakitnya hati Rachel. Kamu aja yang belum menikah dengan Reno begitu sakitnya apa lagi istrinya Farhan. Kamu masih memiliki keluarga untuk tempat berbagi, sedangkan Rachel hanya hidup sebatang kara. Kedua orang tuanya telah tiada," ujar Reno.


"Jadi apa yang harus aku lakukan. Aku telah membatalkan rencana pernikahan dengan Dodi. Aku tidak mau masa lalunya selalu menghantui rumah tanggaku. Apa lagi jika benar Grecia anaknya Dodi. Dia pasti akan terus berhubungan dengan Andin atas nama anak," ucap Yuni dengan terisak.


"Tanyakan hatimu, jika memang kamu masih mencintai Dodi dan mau memaafkan kesalahannya, kembalilah. Tapi jika itu dirasakan sangat menyakitkan lepaskan saja. Kebahagiaan itu kamu yang tentukan sendiri. Ingatlah ada saatnya kita memaafkan, dan ada waktunya kita harus melepaskan," ucap Reno.


Tanpa di duga, Yuni memeluk Reno. Tangisnya pecah di dalam pelukan pria itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2