TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 21 S2. Mama Kangen


__ADS_3

Reno tidak mungkin menolak panggilan Dita, dia menekan tombol hijau agar tersambung. Terdengar suara Dita di seberang sana.


"Assalamualaikum Ayah, apa sudah ke rumah Mama Rachel?" tanya Dita begitu telepon tersambung.


Reno memandangi Rachel. Air mata telah jatuh membasahi pipi wanita itu. Rasa rindunya terobati mendengar suara Dita, putri kecilnya. Yuni jadi terharu melihat itu. Dia tahu jika wanita itu sangat menyayangi putrinya.


"Waalaikumsalam, Nak. Ayah lagi di rumah Mama Rachel sekarang," jawab Reno. Dita tidak menyadari jika ayahnya menghidupkan penguat suara atas permintaan Rachel.


"Kalau begitu nanti aku hubungi Ayah lagi. Salam buat Mama Rachel, Yah. Katakan aku sangat menyayangi Mama," ucap Dita.


Mendengar ucapan Dita, Rachel tidak bisa menahan lagi. Dia mengambil ponsel di tangan Reno.


"Sayang, kenapa kamu jahat dengan Mama," ucap Rachel dengan suara terbata karena menangis. Dita di seberang sana juga tidak bisa menahan tangis mendengar suara Rachel. Ibu kedua baginya setelah Yuni.


"Mama ...." Hanya itu yang bisa Dita ucapkan.Terdengar isak tangisnya.


Rachel berdiri dan menjauh dari keramaian. Dia membawa ponsel Reno ke kamar tanpa meminta izin terlebih dahulu.


Axel dan Lisa yang melihat itu menjadi terdiam. Barulah Axel menyadari, betapa Mamanya sangat menyayangi Dita.


"Kenapa kamu memblokir nomor Mama?" tanya Rachel.

__ADS_1


"Aku tidak memblokirnya, Ma. Aku cuma ganti nomor," jawab Dita.


"Kalau begitu kenapa kamu tidak pernah menghubungi mama atau memberikan nomor barumu?" Kembali Rachel bertanya.


"Maaf, Ma. Aku hanya memberi nomorku untuk Ayah dan Ibu. Aku ingin konsentrasi belajar, Ma!" jawab Dita.


Rachel terdiam sejenak, dia mengerti jika semua itu usaha Dita untuk melupakan Axel. Namun, dia juga sulit jauh dari gadis itu. Dari kelahirannya ke dunia ini, Rachel telah dekat dengan Dita.


"Baiklah, Sayang. Jaga kesehatan, jangan lupa makan. Istirahat yang cukup. Mama sayang kamu," ucap Rachel.


"Iya, Ma. Selamat hari pernikahan yang ke 20. Semoga mama dan papa langgeng hingga maut memisahkan. Aku selalu berdoa Tuhan selalu melindungi Mama dan Papa di manapun berada," ucap Dita.


"Iya, Sayang. Semoga kamu selalu dilindungi Tuhan, dan mendapatkan kebahagiaan selalu," doa Rachel.


"Ma, jangan begitu. Kasihan Lisa jika Mama terus begini. Jodoh itu di tangan Tuhan. Walaupun mama inginkan Dita, jika dia bukan jodohnya Axel, pasti akan terpisah juga. Begitu juga sebaliknya. Jika Lisa memang jodohnya Axel, sekeras apa pun Mama menentang, mereka tetap akan bersatu," ucap Farhan.


"Mas, aku bukannya tidak percaya dengan jodoh. Aku hanya belum terbiasa jauh dari Dita. Soal Lisa, aku tetap menerimanya jika itu memang pilihan Axel," ujar Rachel.


"Kalau begitu kita berkumpul kembali. Cobalah menerima Lisa. Siapa tahu kehadirannya bisa menggantikan Dita," ujar Farhan.


"Dita tidak akan pernah tergantikan," ucap Rachel pelan. Farhan hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.

__ADS_1


**


Lisa hanya diam saat Axel mengantarnya pulang. Dia masih kecewa dengan sambutan keluarga besar kekasihnya yang tidak memberikan perhatian sedikitpun atas kehadiran dirinya.


"Kamu kenapa diam saja?" tanya Axel melihat sang kekasih hanya diam membisu sejak dari rumah tadi.


"Aku tidak habis pikir dengan keluargamu. Masih saja terus menanyakan keberadaannya Dita. Apa kelebihan Dita sehingga semua keluargamu sangat peduli padanya? Mereka seolah terhipnotis dengan gadis itu. Semua bertanya tentang dia. Padahal dia telah pergi dan tidak memberi kabar, seharusnya keluarga kamu sadar jika Dita itu sudah tidak ingin berhubungan dengan mereka," ucap Lisa.


Axel menarik napas dalam dan panjang. Dia bisa merasakan kekesalan Lisa. Semua keluarga besar tidak ada yang menyambut kehadirannya, termasuk mamanya sendiri.


"Maafkan seluruh keluargaku. Aku janji akan bicarakan ini dengan mereka. Aku pastikan pada pertemuan selanjutnya kehadiran kamu akan di sambut," ucap Axel.


Axel menghentikan mobilnya dijalanan yang cukup sepi. Dia menggenggam tangan kekasihnya sebagai rasa penyesalan dan minta maaf atas sikap keluarga besarnya.


"Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak bermaksud membuat kamu sedih begini," ucap Axel dengan penuh nada penyesalan.


"Aku juga minta maaf karena tidak bisa menjadi gadis yang diinginkan kedua orang tuamu. Aku bertahan karena aku sangat mencintai kamu. Aku juga janji akan berusaha menjadi gadis seperti yang kedua orang tuamu mau," ujar Lisa.


"Aku sangat mencintai kamu. Terima kasih atas semua pengertian darimu," kata Axel.


"Aku akan berusaha membuat kedua orang tuamu merestui kita, apa pun caranya. Aku tidak akan melepaskan tambang emas seperti kamu. Aku telah mengetahui semua kekayaan orang tuamu yang akan jatuh ke tanganmu kelak. Jika aku tidak bisa memiliki kamu, sepupu kamu Gafi juga boleh. Aku akan pastikan satu di antara kalian jadi milikku," gumam Lisa dalam hatinya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2