TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 17 S2. Ke Pantai


__ADS_3

Gafi menyetir mobilnya menuju salah satu pantai. Entah mengapa dia ingin menghabiskan hari ini dengan Dita. Tadi pria itu telah menghubungi Elfa mengatakan jika Dita langsung di antar pulang ke kos.


Melihat arah yang di tuju bukan ke kos Gafi, gadis itu jadi bertanya dalam hatinya. Kemana Gafi akan membawanya.


"Ini bukan arah ke Kos Kak Gafi 'kan?" tanya Dita.


"Bukan, aku ingin mengajakmu melihat matahari terbenam," jawab Gafi.


"Kenapa Kak Gafi tiba-tiba ingin melihat matahari terbenam?" tanya Dita.


"Karena aku ingin memperkaya pengalaman hidupku, Dita. Kamu harus mencoba hal-hal baru di sela-sela aktivitas menjalankan rutinitas kita. Bagaimana menurutmu?" Gafi balik bertanya.


"Bagus juga sih kalau mencoba hal baru, Kak. Ayo kita pergi ke pantai sekarang!" jawab Dita dengan ceria.


Dia juga ingin tahu tempat wisata di kota ini. Tiga bulan kuliah, dia belum pernah pergi selain ke mal dan bioskop bersama sahabatnya.


Perjalanan yang akan ditempuh memakan waktu selama kurang lebih satu jam tidak membuat mereka merasa lelah atau bosan, malahan mereka justru semakin antusias melihat pantai yang menghampar luas di depan mata mereka.

__ADS_1


"Dita, pantainya begitu indah ya. Saya belum pernah melihat pantai seperti ini sebelumnya," kata Gafi saat tiba di pantai.


"Indah sekali ya, Kak Gafi. Aku juga sangat senang bisa datang ke sini," kata Dita.


Setelah beberapa saat menikmati pemandangan pantai, Gafi mengajak Dita ke tepi pantai untuk melihat matahari terbenam.


"Ayo, Dita. Kita ke tepi pantai untuk melihat matahari terbenam," ajak Gafi.


Mereka berjalan ke tepi pantai sambil menikmati ombak yang berlomba-lomba menuju daratan. Dita tampak sangat bahagia. Selama berteman dengan Axel, dia tidak pernah diajak ke tempat seperti ini.


"Kamu harus menikmati setiap momen ini ya, Dita. Hari ini kita di sini, besok kita di sana. Itulah hidup," kata Gafi.


Akhirnya, mereka sampai di tepi pantai dan melihat matahari terbenam di ufuk barat.


"Astaga, Kak Gafi! Matahari terbenamnya begitu indah. Ini adalah pengalaman yang luar biasa!" ujar Dita dengan terkesan.


"Aku senang jika kamu suka, Dita," kata Gafi dengan senyuman.

__ADS_1


"Kamu tahu, Kak, aku merasa ada sesuatu yang hilang saat aku menjalani kehidupan rutin sehari-hari. Aku merasa selalu melupakan bahwa hidup tidak selalu tentang pelajaran atau tugas," kata Dita.


"Aku paham, Dita. Kita semua perlu ingat bahwa hidup ini sebenarnya dapat lebih indah jika kita memperhatikan setiap keindahan yang ada di sekeliling kita, bukan hanya fokus pada pelajaran kita saja," kata Gafi.


Setelah cukup lama bermain di pantai, Gafi mengajak Dita ke sebuah musala untuk melaksanakan solat magrib. Selesai solat magrib, Gafi mengajak ke restoran yang berada di dekat pantai.


Pemandangan malam hari di tepi pantai itu tampak sangat indah. Setelah menyantap makan malam, Gafi mulai bertanya sesuatu.


"Apa kamu dan Axel ada masalah?" tanya Gafi dengan suara pelan. Dia takut pertanyaan itu menyinggung Dita.


Gafi adalah putra bungsu dari Alya, kakak kandung Farhan ayahnya Axel. Jadi mereka, Gafi dan Axel adalah saudara sepupu. Sehingga Gafi cukup mengenal dekat Dita walau tidak akrab. Setiap liburan ke rumah Axel dia pasti bertemu dengan gadis itu.


"Kamu tidak perlu menjawab jika merasa keberatan," ucap Gafi akhirnya.


Dita memandangi Gafi cukup lama sebelum menjawab pertanyaan pria itu. Dia juga tidak perlu menutupi semuanya.


"Aku dan Axel dulunya seperti alif dan Ba begitu dekatnya. Namun, saat ini seperti langit dan bumi, begitu jauh," ucap Dita.

__ADS_1


Gafi terkejut mendengar jawaban Dita. Apakah ini yang menyebabkan tante Rachel menangis saat menghubungi mamanya? tanya Gafi dalam hatinya.


...----------------...


__ADS_2