TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 1 S2. Masuk Sekolah


__ADS_3

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Anaknya Rachel dan Farhan telah memasuki Sekolah Menengah Atas.


Axel Aydin Khalfani memasuki tahun pertama di SMA dengan hati yang berdebar-debar. Ia tahu bahwa SMA adalah tingkat pendidikan yang lebih berat daripada SMP, dan ia harus benar-benar mempersiapkan diri.


Setelah menjalani serangkaian ujian, Axel akhirnya diterima di SMA terbaik di kota itu. Ia merasa bangga, namun juga takut karena ia tahu bahwa persaingan di sana sangat ketat.


Malam sebelum hari pertama sekolah, Axel duduk di ranjangnya dan mengamati sekitar kamarnya. Ia melihat poster-poster superhero dan band-band favoritnya di dinding, serta komputer dan buku-buku pelajaran di atas meja belajarnya.


Axel merasa gelisah. Ia khawatir bahwa ia tidak akan mampu mengikuti kurikulum SMA yang lebih sulit. Ia tahu bahwa ia perlu merubah rutinitas belajarnya dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya agar ia bisa berhasil di SMA.


Pagi hari setelah itu, Axel bangun dengan semangat yang baru. Ia memilih baju yang rapi, sarapan dengan makanan yang sehat, kemudian berangkat ke sekolah dengan senyum di wajahnya.


Saat ia sampai di sekolah, Axel melihat banyak siswa yang merangkul teman-teman mereka, ada juga yang sibuk mencari ruangan kelas mereka. Axel merasa sedikit kesepian karena ia baru saja mengalihkan sekolahnya dan tidak memiliki teman di sana.


Ia mencoba untuk tidak merasa terlalu cemas karena ia yakin nanti akan bertemu dengan anak-anak yang sebaya dengannya dan mungkin bisa menjadi temannya.

__ADS_1


Setelah detik-detik menunggu, bel berbunyi dan kepala sekolah mulai memberikan sambutan selamat datang. Ia memberikan beberapa petunjuk mengenai aturan sekolah, kurikulum, dan ekstrakurikuler.


Axel mendengarkan dengan saksama, mencatat beberapa poin penting yang harus ia ingat selama di SMA nanti. Setelah itu, ia bersiap-siap untuk menghadapi mata pelajaran pertamanya, Matematika.


Ketika Axel masuk ke dalam kelas, ia menemukan bahwa ia duduk sendiri di bangku belakang. Ia mengamati siswa yang lainnya. Ada yang sibuk mencatat, ada juga yang duduk santai dan berbicara dengan satu sama lain.


Guru Matematika masuk ke dalam kelas dan memberikan salam selamat kepada semua siswanya. Ia menegaskan tentang pentingnya belajar matematika dengan giat. Axel mendengarkan dengan saksama dan memperhatikan guru tersebut dengan hati-hati.


Axel bekerja keras selama satu semester, belajar dengan giat setiap hari dan mulai menemukan teman baru di sekolahnya. Setiap hari Axel menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke sekolah dan kembali pulang ke rumah.


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua kilometer, Axel tiba di rumah dan menemukan ibunya, Rachel, sedang masak di dapur.


"Kita akan makan nasi lemak dan ayam goreng, Sayang," jawab Rachel sambil tersenyum.


Axel membantu ibunya menyiapkan makan malam, kemudian mereka berbicara tentang sekolah, teman baru Axel, dan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

__ADS_1


Rachel adalah ibu yang sangat peduli dan selalu mendukung anaknya dalam segala hal. Dia ingin Axel tumbuh menjadi anak yang cerdas dan mandiri.


Setelah makan malam, Axel langsung menuju ke kamar untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan menyiapkan diri untuk keesokan harinya.


Axel tahu bahwa SMA sulit, tetapi ia ingin terus melakukan yang terbaik. Ia sadar bahwa masa depannya tergantung pada usaha kerasnya di SMA.


Malam itu, Axel mengambil buku-buku pelajarannya dan duduk di meja belajarnya. Ia bekerja keras hingga larut malam, menyelesaikan tugas-tugas dan mempelajari pelajaran baru.


Setelah selesai, Axel merebahkan diri di tempat tidur dan menarik selimut hingga ke bahu. Matanya mulai merasa berat dan mulai tertidur.


Axel berdoa sebelum tidur, memohon kepada Tuhan agar memberinya kekuatan dan kemampuan untuk terus belajar dan berusaha di SMA.


Agar suatu saat ia bisa menjadi seperti ayahnya, Farhan, seorang pengusaha sukses yang selalu mengayomi keluarganya dan memberikan teladan yang baik untuk Axel.


Axel memejamkan matanya dengan senyum di wajahnya, merasa yakin dan bisa memulai hari baru yang lebih baik keesokan harinya.

__ADS_1


...----------------...


Selamat Pagi. Mulai hari ini mama akan melanjutkan kisah ini. Tapi tentang Axel anaknya Rachel dan Farhan, dengan Dita anaknya Reno dan Yuni. Bagaimana kisah mereka, baca terus ya kelanjutannya.


__ADS_2