
Gafi dan Dita pulang ke rumah kediaman Mama Alya setelah dua hari menginap di hotel. Besok baru kedua pengantin baru itu menginap di rumah orang tua Dita.
Tanpa mereka ketahui, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga. Suami dan anaknya Mama Nazwa telah kembali sore tadi ke Singapura. Dia masih akan di sini selama seminggu lagi. Selain Mama Nazwa, ada juga Papa Farhan, Mama Rachel dan Axel. Awalnya pria itu enggan ikut, tapi mamanya memaksa.
Saat Gafi mengucapkan salam, semua mata langsung tertuju pada keduanya. Mereka menyambut dengan senyuman.
Gafi dan Dita menyalami satu persatu keluarga yang ada, tak terkecuali Axel. Matanya tak berkedip memandangi wajah wanita itu.
Dita memilih duduk di samping Rachel, memeluk lengan wanita yang telah dia anggap ibu keduanya. Bersandar di bahu ibu dari Axel itu. Sedangkan Gafi memilih duduk diantara mamanya dan Nazwa.
"Mama, apa kabar?" Dita bertanya dengan suara lembut hampir seperti berbisik.
"Kabar baik, Nak. Kamu cantik banget," jawab Rachel dengan mengusap wajah Dita yang menang terlihat makin cantik.
Dita tersenyum dan kembali menyandarkan kepalanya di bahu wanita itu. Seperti orang yang sangat kelelahan. Dia memejamkan matanya.
"Kamu sakit, Nak? Kelihatannya capek banget," ujar Rachel, lalu memeluk tubuh Dita.
Semua mata langsung tertuju ke arah Dita mendengar pertanyaan yang diajukan Rachel. Mama Alya tersenyum dan langsung memukul lengan putranya Gafi yang duduk di samping kanannya.
"Kenapa sih, Ma? Tiba-tiba mukul, sakit loh!" ucap Gafi. Mama Alya lalu tertawa, membuat yang lain heran.
"Dih, Mama kenapa? Ditanya malah tertawa!" ujar Gafi lagi.
"Kamu lihat itu! Dita sampai kelelahan, melayani kamu. Emang kamu tidak membiarkan Dita istirahat ya. Dihajar terus, sampai berapa ronde?" tanya Mama Alya masih tertawa.
__ADS_1
Keluarga yang lain ikutan tersenyum mendengar pertanyaan Alya, kecuali Dita. Dia makin menyembunyikan wajahnya di punggung Rachel, karena malu.
Wajah Gafi memerah menahan malu atas ucapan mamanya. Dia lalu memukul lengan mamanya dengan pelan.
"Mama ngomong apa, sih? Buat malu aja!" ucap Gafi dengan cemberut.
"Kamu itu Alya, tak bisa juga menjaga ucapan. Lihat jadi malu menantu kamu," ujar Kak Nazwa.
Rachel mengusap rambut Dita dengan lembut dan mengecupnya, seperti membaca doa. Dia lalu tersenyum.
"Semoga mama cepat di berikan cucu," ucap Rachel, kembali dengan mengusap kepala Dita. Wanita itu makin menyembunyikan kepalanya karena malu.
Kembali terdengar tawa dari mamanya Gafi. Siapa pun yang mengenal wanita itu, pasti tahu, jika Alya selalu bicara apa adanya dan sering bercanda.
"Dengar Axel, mama kamu sudah inginkan cucu. Kapan kamu menyusul Gafi? Lisa sudah siap di lamarkan?" tanya Mama Nazwa.
Jawaban yang Axel berikan membuat seluruh keluarga terkejut. Begitu juga dengan Dita. Dia sampai menegakan kepalanya dan memandangi wajah Axel. Mata mereka bertemu. Dita akhirnya kembali menyembunyikan wajahnya di bahu Rachel.
"Kenapa bisa putus? Bukankah dia selalu hadir setiap acara keluarga kita?" Kali ini Mama Alya yang bertanya.
Axel tampak menarik napas dalam. Dia harus mengatakan tentang hubungannya agar Mama Rachel tidak melayani wanita itu lagi jika berkunjung ke rumah.
"Di antara kami, sudah tidak ada kecocokan. Aku telah mengakhiri hubungan kami satu bulan lalu. Jika Lisa masih datang, aku juga tidak tahu. Aku tidak mengundangnya. Dia memang belum bisa menerima keputusanku, tapi aku sudah tidak bisa lagi melanjutkan," ucap Axel dengan suara tegas.
"Sudahlah, jangan bertanya tentang itu lagi. Mereka hanya berpacaran. Kita sebagai orang tua tidak perlu ikut campur, kecuali jika telah menikah. Hanya pesan papa, lain kali jangan berpacaran terlalu lama. Seperti Gafi dan Dita saja, dua bulan pacaran, langsung menikah!" ucap Farhan.
__ADS_1
Axel memperhatikan Dita yang terus saja bersembunyi di tubuh mamanya. Seandainya itu istrinya, pasti Axel akan lebih bahagia. Pikirnya dalam hati. Tiba-tiba dia menggelengkan kepalanya, menyadari jika pikirannya itu salah. Dita telah menjadi istri sepupunya. Dia tidak boleh berpikir yang macam-macam mengenai wanita itu.
"Gafi, kamu ajaklah Dita ke kamar. Dia pasti ingin istirahat. Masih terasa capek saat bertanding," ucap Mama Rachel.
"Mama Rachel benar. Kamu ajak Dita ke kamar. Kami masih ingin mengobrol. Semoga cucu kami segera hadir," ucap Mama Alya.
Gafi lalu berdiri dan berjalan mendekati Dita. Mengajak istrinya untuk beristirahat. Awalnya Dita tidak mau. Tapi Mama Rachel memaksanya.
"Pergilah! Besok masih bisa pelukan dengan Mama," kata Rachel.
Dita akhirnya setuju. Dia pamit dan menyalami semua keluarga. Axel memandangi langkah kedua pengantin baru itu yang menaiki tangga hingga keduanya hilang dari pandangan.
"Sekarang aku sudah sampai pada titik dimana aku tersenyum melihat dia bahagia. Kalau ditanya apakah masih sayang, nggak? Tentu saja masih. Namun, dia baik dan berhak bahagia bersama pilihannya. Semesta akan menjaganya, meskipun bukan bersamaku. Melainkan bersama orang lain."
...----------------...
Bonus Visual
Gafi
Dita
__ADS_1
Axel