TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 81 S2. Pesta Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa waktu cepat berlalu. Akhirnya tibalah hari pernikahan Axel dan Syifa.


Tiba-tiba langit menjadi redup saat dimulai pesta pernikahan Axel dan Syifa. Orang-orang mulai berdatangan ke halaman rumah orang tua Axel, yang dihiasi penuh dengan bunga-bunga dan lampu-lampu warna-warni. Suasana di dalam rumah juga terasa meriah, dengan hiasan-hiasan khas pernikahan yang diatur rapih dan cantik.


Axel dan Syifa sibuk dengan tamu-tamu yang datang memenuhi rumah, sementara orang tua mereka, teman-teman dekat, serta keluarga besar duduk berkeliling di sekitar makanan dan minuman yang telah dihidangkan. Semua orang tampak bergembira menyambut hari bahagia pasangan ini.


“Axel, kamu terlihat sangat tampan!” ucap seorang tamu berambut panjang yang duduk di dekat meja makan, “Dan Syifa, kamu terlihat sangat cantik!”


“Terima kasih.” jawab Axel sambil tersenyum, “Kami merasa sangat bahagia hari ini.”


Mendengar itu, seorang nenek tetangga mereka yang juga hadir berkata, “Saya sudah menunggu kesempatan ini sejak Axel kecil. Syifa, kamu adalah saat-saat terbaik dari Axel. Kalian beruntung memiliki satu sama lain.”


Semua orang menatap pasangan itu dengan senyum lebar, menunjukkan kegembiraan mereka atas pernikahan Axell dan Syifa. Sementara itu, Axel memandang ke arah Syifa dengan tatapan lembut. Mereka saling tersenyum dan tampak sangat romantis.


Beberapa waktu kemudian, para tamu diminta memasuki halaman rumah. Dipandu oleh MC, para tamu mulai masuk di area duduk dengan rak justifikasi dengan bangku, dengan panggung yang dihiasi dengan pita dan bunga.


Di panggung sudah terdapat band live yang siap memeriahkan pesta. Semua orang sudah siap untuk sambutan kedua mempelai. Tanpa menunggu lama, masuklah pasangan pengantin melalui pintu utama, mereka tampak sangat bahagia.

__ADS_1


Axel dan Syifa diperkenalkan oleh MC dan tiba di depan panggung. Mereka saling memeluk erat dan kemudian berkumpul di atas panggung. Pasangan itu tampak cantik dan tampan dalam pakaian pengantin mereka. Axel mengenakan jas putih dengan dasi hitam, sedangkan Syifa mengenakan gaun putih dengan riasan simpel tapi elegan.


Panggung menjadi sunyi saat para tamu dan pasangan pengantin berdiri menghadap ke arah masing-masing. MC mengambil inisiatif pertama dan memberi selamat kepada pasangan itu.


“Axel dan Syifa, selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian selalu bahagia dan menjadi pasangan yang harmonis. Kami juga berharap pernikahan ini menjadi awal dari banyak momen bahagia yang akan kalian lewati bersama.” ucap MC dengan penuh semangat dan meriah, diiringi oleh sorak-sorai dari para tamu.


Tidak lama kemudian, dimulailah konser live dari band yang mengalunkan lagu-lagu romantis dan menari-nari di atas panggung. Semua orang menari dan bergoyang, merayakan hari bahagia Axel dan Syifa.


Di tengah-tengah keramaian, Axel dan Syifa akhirnya memiliki kesempatan untuk saling bercengkerama di sudut panggung. Mereka saling memandang dengan penuh cinta.


“Syifa, kamu terlihat sangat cantik hari ini.” ucap Axel dengan tulus.


Sebenarnya masih ada keraguan di diri wanita itu jika Axel benar-benar tulus mencintainya, bukan sebagai pelarian. Semua juga tahu betapa Axel dan Dita sangat dekat dulunya. Keraguan itu berusaha Syifa tepis, saat dia meminta Axel melamar dan disetujui pria itu.


Jika memang suatu saat mereka dipertemukan hanya sesaat, mungkin memang takdir mereka bersama hanya sebentar. Itu yang Syifa tekankan pada dirinya.


Setelah itu, suasana di acara semakin meriah. Para tamu pun mulai bergerak dari area panggung menuju area makanan, memilih dan menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Suasana di sekitar resepsi makin ramai, dan musik terus bergema dengan keras di belakang.

__ADS_1


Wajah Axel dan Syifa tampak berseri-seri saat berbicara dengan para tamu. Mereka sangat bahagia karena hari ini menjadi hari terbaik dalam hidup mereka.


“Ini benar-benar ide yang baik untuk mengadakan acara pernikahan di luar ruangan. Semua orang terlihat sangat senang dan bahagia.”


“Terima kasih, semuanya sudah datang dan membantu kami merayakan pernikahan kami.”


Axel dan Syifa mengamati selanjutnya dari belakang, melihat para tamu dan keluarga menikmati acara dan bersenang-senang. Mereka saling berpelukan dengan lembut, merasa sangat bersyukur atas kehadiran satu sama lain dalam hidup mereka.


Awalnya mereka mengira bahwa pernikahan bertepatan dengan musim hujan akan memperburuk suasana acara, namun ternyata sebaliknya. Hujan malah membuat suasana lebih romantis dan mengesankan.


Akhirnya, pesta pernikahan Axel dan Syifa berakhir sangat sempurna. Semua orang tampak senang dan bahagia, termasuk Axel dan Syifa yang merasa terharu dengan kesempatan yang mereka miliki untuk merayakan pernikahan dalam temanya yang mereka inginkan.


Setelah itu, kedua nya bersama para tamu menunggu diatas panggung untuk pengumuman giveaway hadiah undian yang selalu menjadi unsur pesta pernikahan. Seluruh tamu dan keluarga merasa sangat bahagia dan bersyukur atas kebahagian yang dapat mereka rasakan hari ini. Semoga pasangan ini selalu menjadi pasangan yang harmonis dan saling mencintai selamanya.


Di sudut taman, duduk Dita dan Gafi. Mata mereka terus menatap ke kedua pengantin. Syifa sahabatnya terlihat berbeda. Tampak sangat cantik.


"Padahal dulu Syifa begitu membenci Axel saat dia menghinaku. Tak menyangka jika dia akhirnya luluh dengan pria yang dibencinya. Itulah Cinta, kita tidak tahu kapan dia hadir. Mungkin benar ucapan orang-orang, jika antara benci dan cinta itu beda tipis," ucap Dita dalam hatinya.

__ADS_1


Gafi memeluk istrinya dengan tangan yang selalu mengelus perut Dita. Sepertinya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang bayi.


...----------------...


__ADS_2