TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 25 S2. Ulang Tahun Dita


__ADS_3

Yuni mempersilakan Gafi masuk. Dia membuatkan teh hangat untuk pria itu. Kebetulan nasi goreng untuk sarapan juga telah siap disantap. Yuni memberikan sepiring nasi goreng lengkap dengan telur dadar dan kerupuk sebagai pelengkap.


"Dita tidak pernah cerita jika kamu dan dia kuliah di kota yang sama," ucap Yuni.


"Mungkin Dita belum sempat, Tante," jawab Gafi.


"Berarti saat Mama Rachel ulang tahun, kamu telah tahu di mana Dita?" tanya Yuni.


"Iya, Tante." Gafi menjawab dengan gugup. Entah mengapa dia menjadi gugup, padahal ini bukan kali pertama mereka bertemu dan mengobrol.


Dita yang telah selesai makan duduk di samping ibunya. Mereka duduk di lantai saja. Yuni mengambil nasi goreng, dan menyuapi putrinya dengan telaten.


Gafi memandangi tanpa kedip. Baru dia melihat kemanjaan Dita pada orang tuanya. Pantas dia sangat lembut, ternyata ibunya juga memperlakukan dia dengan sangat lembut, pikir Gafi.


"Tante, setelah pulang dari kampus, aku mau mengajak Dita jalan. Mungkin kami pulang sore," ucap Gafi meminta izin.


"Boleh saja. Asal Dita pulang tanpa kurang satu apa pun," ujar Yuni becanda.


"Jangan takut Tante, tidak akan berkurang satu apa pun," jawab Gafi.


Setelah menyantap sarapan, mereka berdua pamit. Gafi menyetir mobil menuju kampus Dita.


"Pulang kuliah nanti aku jemput. Aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat," ucap Gafi.


"Boleh, Kak. Aku pulang jam dua belas," jawab Dita.


Sambil menyetir, sesekali Gafi mencuri pandang. Hal itu diketahui Dita.

__ADS_1


"Kenapa Kak Gafi menatapku terus?" tanya Dita.


Gafi yang mendengar pertanyaan Dita jadi gugup. Dia lalu mencoba menghilangkan kegugupannya dengan tertawa.


"Kamu cantik banget hari ini," puji Gafi dengan tulus.


"Kak Gafi juga ganteng." Dita menjawab dengan tertawa. Gafi juga ikut tertawa.


Sampai di kampus, Dita turun dari mobil. Gafi langsung menuju kampusnya. Di perjalanan, pria itu selalu menebarkan senyuman. Sepertinya sangat bahagia.


visual Dita



Visual Gafi



Gafi merencanakan sebuah kejutan ulang tahun untuk Dita yang sangat spesial. Setelah merenungkan selama beberapa waktu, Gafi memutuskan untuk menyewa sebuah kafe yang terkenal di kota itu. Menurut Gafi, itu akan menjadi tempat yang sempurna untuk merayakan ulang tahun Dita.


Seperti janjinya, siang ini dia akan menjemput Dita di kampus. Setelah mata kuliah selesai. Gafi tekah menghubungi owner kafe dan membuat reservasi sejak dua hari lalu.


Sesampainya di kafe, Dita merasa sangat terkejut. Kafe tersebut telah dipasangi balon warna-warni, banner happy birthday, dan meja besar dengan kue ulang tahun. Dita terkagum-kagum dengan tampilan kafe yang sangat cantik.


"Kak Gafi, ini begitu indah. Apa yang sedang kamu rencanakan?" tanya Dita.


Gafi menjawab dengan tersenyum lebar, "Ini kejutan ulang tahunku untukmu! Aku ingin merayakan momen spesial ini bersamamu."

__ADS_1


Dita tersenyum dan tanpa di duga memeluk Gafi. Hal itu membuat Gafi sedikit gugup. Mereka menikmati kesepuluh menit pertama merayakan ulang tahun Dita dengan menikmati secangkir kopi dan memperhatikan keindahan kafe tersebut.


"Lihatlah kuenya, Kak!" kata Dita dengan gembira. "Berikan aku sisanya sebagai hadiah ulang tahunku."


Gafi tertawa dan mengatakan bahwa itu sudah pasti. "Sekarang apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya?" tanya Gafi.


"Ada banyak hal yang ingin aku lakukan, tetapi tidak ada tempat di mana kita bisa melakukannya di sini," jawab Dita.


Gafi tersenyum dan mengatakan bahwa dia memiliki satu kejutan lagi. Dia memberikan kotak kecil kepada Dita dan mengatakan, "Ini adalah hadiah kejutan bagiku untukmu."


Dita membuka kotak tersebut. Ternyata kalung yang sangat indah dengan liontin huruf D.



"Wah, Kak Gafi! Ini sangat bagus," kata Dita sambil memeluk Gafi lagi. "Terima kasih, Kak," ucap Dita dengan tulus.


Setelah memberikan kado ulang tahun itu, mereka menyantap hidangan yang telah disediakan. Dengan diiringi live musik.


Ketika sore menjelang, dan mereka meninggalkan kafe. Dita merasa sangat bersyukur karena memiliki seorang sahabat seperti Gafi dalam hidupnya. Dia tahu bahwa hadiah yang diberikan Gafi tidak hanya tentang kejutan itu semua, tetapi tentang hadiah dari cinta persahabatan yang tulus, yang tidak ternilai harganya.


"Aku ingin berterima kasih padamu Kak, karena telah membuatkanku kejutan ulang tahun yang begitu indah dan mewah ini, dan hadiah kalung yang sangat indah," ujar Dita.


Gafi menjawab, "Jangan mengucapkan terima kasih begitu. Hanya hadiah kecil ini yang dapat aku berikan. Aku juga akan memberikan hadiah yang lebih lagi di tahun depan jika kita masih bersama," jawab Gafi.


Dita tersenyum lebar, "Aku selalu merasa beruntung karena punya sahabat seperti Kakak. Bagiku Kak Gafi adalah Sahabat dan sekaligus kakak."


Gafi hanya tersenyum mendengar ucapan Dita. Bagi wanita itu dirinya hanyalah sahabat, tapi bagi Gafi, gadis itu lebih dari sekadar teman.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2