
Gafi telah menjalani operasi kornea mata selama satu minggu penuh. Selama itu pula dia tidak bisa melihat apa-apa karena matanya dibalut dengan perban tebal. Hari ini dia akan dibuka perbannya oleh dokter dan ditemani istrinya, Dita.
Dita sudah menunggunya di ruang tunggu selama beberapa jam. Dia merasa sangat khawatir dengan kondisi Gafi. Setelah beberapa lama, dokter keluar dari ruang operasi dan menghampiri Dita.
"Dokter, bagaimana keadaannya?" tanya Dita.
"Dia akan baik-baik saja, tapi untuk saat ini dia masih membutuhkan beberapa hari untuk istirahat total dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan," jawab dokter itu.
"Terima kasih, dokter," ucap Dita lega.
"Tidak ada masalah. Mari kita pergi ke ruang pengobatan dan saya akan membuka perban matanya."
Dalam ruang pengobatan, dokter segera mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuka perban Gafi. Gafi merasa sedikit cemas karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi.
Dokter mulai mengeluarkan perban dari matanya. Saat perban terlepas dari matanya, mata Gafi mengalami perasaan tidak nyaman karena harus menyesuaikan kembali dengan cahaya terang.
"Bagaimana rasanya?" tanya Dita.
"Gelap." jawab Gafi.
"Tenang saja, itu karena mata Kak Gafi masih harus menyesuaikan kembali dengan cahaya. Dokter, bisakah kita mendapat beberapa obat tetes mata sebagai penghilang rasa sakit?" tanya Dita.
__ADS_1
"Ya, tentunya. Saya akan memberikan resep untuk kamu di apotek di lantai satu. Pastikan dia menggunakannya setiap 6 jam sekali."
Setelah mendapat resep, Dita membawa Gafi ke apotek dan mengambil obat tetes mata yang diresepkan dokter.
"Ayo Kak, kamu harus menggunakannya sekarang," ucap Dita sambil memberikan obat tetes mata ke Gafi.
Gafi meneteskan obat tetes mata ke matanya dan merasa lega karena sedikit terasa lebih baik.
"Terima kasih, Dita." ucapnya sambil tersenyum.
"Kakak harus istirahat dengan baik dan mengikuti instruksi dari dokter. Aku akan memastikan Kakak tetap baik-baik saja." jawab Dita dengan lembut.
Gafi merasa sangat bahagia memiliki Dita yang selalu peduli dan mendukungnya selama masa-masa sulit seperti ini.
"Terasa seperti melihat dunia untuk pertama kalinya, itu luar biasa," ucap Gafi.
Dalam satu bulan tidak melihat dunia terasa sangat gelap dan hampa. Gafi tak henti mengucapkan rasa syukur karena dapat melihat keindahan dunia lagi.
"Apa aku boleh membantumu, Kak?" tanya Dita.
"Ya, kamulah yang membuat dunia ini terlihat lebih indah." ucap Gafi sambil meraih tangan Dita.
__ADS_1
Mereka tersenyum bersama dan menikmati perjalanan menuju rumah mereka sambil merasakan kebahagiaan yang ada. Gafi merasa lebih beruntung karena memiliki Dita, walaupun dia mengalami kesulitan di masa lalu.
Dengan dukungan dan cinta dari Dita, dia akan pulih dari operasi dan siap untuk melangkah maju dalam hidupnya. Dia yakin bahwa selama dia memiliki Dita di sisinya, dia bisa melewati semua rintangan yang ada di hadapannya.
Dita melajukan mobil menuju rumah kediaman Rachel. Semua sedang menunggu kedatangan mereka sekalian bicara mengenai persiapan pernikahan Axel. Dita juga mendapat kabar jika di rumah Axel saat ini ada Syifa, sahabat Dita yang merupakan calon istri Axel.
Sampai di rumah Axel, Dita berjalan dengan menggandeng tangan suaminya. Saat memasuki rumah Mama Rachel, semua mata tertuju pada mereka. Semua menyambut dengan senyuman. Mereka tidak ada yang diizinkan menemani ke rumah sakit. Dita melakukan itu untuk memberikan kejutan.
Mama Alya langsung berdiri dan memeluk putranya Gafi. Dia menangis bahagia karena anaknya sudah dapat melihat lagi.
"Ma, sebulan tidak melihat dunia ini rasanya hampa banget, bagaimana dengan mereka yang telah mengalami kebutaan puluhan tahun," ucap Gafi.
"Untuk itu kita harus bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan ini, Nak," ucap Alya dengan air mata yang masih terus mengalir di pipinya.
Alya membawa Gafi duduk. Semua mengucapkan selamat atas keberhasilan operasinya.
Di sudut ruangan, tampak Dita dan Syifa yang sedang mengobrol. Entah apa yang mereka bicarakan.
"Maafkan aku, Dita. Aku yang meminta kamu menjauhi Axel, tapi aku yang akhirnya bersama Axel. Pasti kamu akan mengatakan aku munafik," ucap Syifa dengan menunduk.
"Kenapa harus minta maaf? Perasaan dan jatuh cinta itu tidak bisa kita kontrol. Kita juga tidak tahu cinta itu akan berlabuh pada siapa. Tidak ada yang salah dalam jatuh cinta. Aku justru senang kamu yang menjadi calon istri Axel karena kita akan menjadi saudara," jawab Dita.
__ADS_1
"Terkadang kamu jatuh cinta dengan orang yang paling tidak terduga di saat yang paling tidak terduga. Jatuh cinta dengan seseorang secara tak terduga adalah salah satu hal terindah, kamu tidak perlu memaksakan apa pun karena sudah ada ikatan yang kuat. Jatuh cinta pada seseorang yang tidak pernah kamu pikirkan akan membuatmu jatuh cinta berulang kali. Cinta itu seperti barang yang hilang. Jika kamu mencari terlalu keras, kamu tidak akan menemukannya. Namun, jika kamu melupakannya sebentar, itu akan muncul dengan cara yang paling tidak terduga. Jenis hubungan terbaik tidak terduga ketika kamu mendapatkan perasaan takjub dan semuanya terjadi begitu tiba-tiba. 'Itulah mengapa kamu tidak mencari cinta', cinta datang kepadamu pada waktu yang tepat; waktu yang tidak pernah kamu duga. Dan hal terbaik tentang cinta adalah kamu tiba-tiba jatuh cinta pada mereka yang tidak pernah kamu pikirkan akan berarti segalanya bagimu."
...----------------...