TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 47. Kemana Rachel?


__ADS_3

Matahari tampak mulai kembali ke peraduannya pertanda malam mulai menjelang. Hujan turun rintik-rintik menambah syahdu suasana.


Seperti biasanya Farhan yang baru pulang kerja langsung membuka apartemen dengan kodenya. Saat kakinya melangkah masuk, dia sedikit heran melihat suasana begitu sunyi.


"Kemana Rachel? Apakah dia tidur? Sakit lagikah? Atau ...."


Farhan berpikir Rachel akan melakukan hal bodoh lagi dengan bunuh diri. Dengan sedikit berlari dia masuk ke kamar. Tidak melihat Rachel, pikiran pria itu makin tidak karuan. Dibukanya kamar mandi, tidak ada istrinya di sana.


"Rachel ...," teriak Farhan memanggil nama istrinya.


Farhan keluar dari kamar, dan mencari keberadaan istrinya di kamar tamu. Namun, tidak juga ada Rachel. Pikiran Farhan makin tidak enak. Dicari keseluruhan ruangan istrinya tidak ada ditemui.


Diambilnya ponsel dan mencoba menghubungi, saat tahu ponselnya Rachel tidak aktif, perasaan Farhan makin tidak enak.

__ADS_1


Dia kembali ke kamar. Pandangan matanya tertuju ke lemari yang pintunya terbuka sedikit. Farhan membukanya lebar. Kaget melihat pakaian Rachel hanya tersisa sedikit.


"Rachel, tidak mungkin kamu pergi meninggalkan aku. Kita baik-baik saja 'kan kemarin?" tanya Farhan pada diri sendiri.


Farhan membuka pakaiannya dan segera mandi untuk menunaikan solat magrib. Dalam doanya dia meminta petunjuk kemana perginya sang istri.


Setelah solat Farhan kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Rachel, tapi tetap tidak aktif. Tiba-tiba matanya tertuju pada kertas dan cincin di atas nakas. Farhan meraihnya. Terlihat cincin pernikahannya. Hati pria itu makin gelisah.


Kertas itu dibuka Farhan dengan pelan dan membaca kata demi kata, kalimat demi kalimatnya dengan teliti tanpa terlewati. Farhan menarik rambutnya frustrasi setelah sampai diujung tulisan.


Farhan mengambil pakaiannya. Dia akan pergi ke suatu tempat mencari keberadaan istrinya. Walau tidak yakin Rachel ada di sana, tapi dia ingin mencobanya.


"Saat aku mengetahui kamu telah pergi, aku berdoa agar kamu menemukan cara untuk memaafkan aku dan jalan yang membawa kamu kembali kepada aku. Aku merindukanmu dan aku membutuhkanmu dalam hidupku, Chel. Aku telah belajar bahwa terkadang MAAF saja tidak cukup. Tetapi sebenarnya harus mengubah diri sendiri. Maka dari itu, beri aku kesempatan untuk membahagiakan dirimu. Bukankah sudah aku katakan, kita akan memulainya dari awal lagi," ucap Farhan.

__ADS_1


Setelah berpakaian rapi, pria itu langsung menuju mobilnya diparkiran. Padahal Farhan belum makan malam. Dia langsung melajukan mobilnya menuju suatu tempat.


Tiba di halaman parkir sebuah tempat hiburan, Farhan menjadi ragu. Dia masih tetap di mobil hingga beberapa saat lamanya.


"Apa mungkin Rachel kembali ke tempat ini? Aku nggak yakin sih! Tapi bisa saja dia meminta bantuan Alex. Apa aku tanyakan saja pada pria itu di mana keberadaan Rachel? Seandainya Alex tidak mengetahui semua ini, bisa-bisa dia marah besar saat tahu Rachel pergi dari rumah. Dia telah berpesan agar aku menjaga Rachel dan tidak menyakiti hatinya," ucap Farhan pada dirinya sendiri.


Dengan ragu, akhirnya Farhan keluar juga dari mobilnya. Berjalan memasuki klub tempat di mana dia pertama bertemu Rachel.


Suara musik yang keras dan lampu kelap kelip menyambut kehadirannya di ruang itu. Pandangan mata Farhan langsung tertuju ke lantai dansa. Berharap Rachel ada di antara para wanita itu.


Farhan menepuk dahinya sendiri, "Bagaimana kamu bisa meragukan istrimu sendiri. Aku yakin Rachel tidak akan kembali ke sini. Dia pasti tetap pada pendiriannya saat ini. Alu bisa melihat semua perubahan dirinya," gumam Farhan pada dirinya sendiri.


Farhan lalu membalikkan tubuhnya untuk keluar dari ruang itu sebelum Alex melihat keberadaannya. Baru beberapa langkah, sebelum sampai ke pintu keluar, bahunya dipukul seseorang dengan pelan. Farhan menoleh, ingin tahu siapa yang menyentuhnya.

__ADS_1


"Andin ...," ucap Farhan dengan raut wajah yang begitu kaget dan heran melihat keberadaan wanita yang diakui sangat dia cintai itu berada di klub malam.


...----------------...


__ADS_2