TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 82. Batu Dan Berlian


__ADS_3

Farhan menghentikan langkahnya. Pria itu melepaskan pegangan tangan Andin dengan menghentaknya. Dia membalikan badan menghadap wanita yang dulu sangat dia cintai itu. Enrah mengapa, rasa itu langsung menguap entah kemana. Dia tidak ada memiliki perasaan apa pun lagi.


Rachel langsung memeluk erat suaminya. Sejak kehamilannya, wanita itu memang bertambah manja. Dia yang telah memutuskan untuk memaafkan semua kesalahan Farhan, tidak ingin melepaskan pria itu lagi. Rachel bertekat akan melawan siapa saja yang ingin merebut suaminya. Semua demi calon bayi mereka. Rachel tidak mau anaknya lahir tanpa kasih sayang seorang ayah.


"Apa lagi yang perlu kamu jelaskan? Mas, aku lapar. Kalau menunggu Mbak Andin cerita, bisa-bisa aku pingsan karena lapar," ucap Rachel dengan manjanya. Dia menyandarkan kepalanya ke lengan suaminya.


"Tidak mungkin kamu akan pingsan. Aku hanya minta waktu Farhan lima atau sepuluh menit," ucap Andin sedikit kesal.


Farhan lalu mengecup pucuk kepala istrinya dan berkata, "Sabar sebentar, Sayang. Aku ingin tahu, kebohongan apa lagi yang ingin wanita ini katakan," ucap Farhan.


Rachel menjawab dengan menganggukan kepalanya. Kembali dia bergelayut manja di lengan suaminya itu. Andin mengepalkan tangannya menahan marah dan cemburu.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu jelaskan? Jika kamu dan Dodi telah mengkhianati aku. Kalian telah memiliki anak, begitu?" tanya Farhan.


Dodi mendekati Andin. Berdiri di belakang wanita itu. Dia merasa penjelasan ini bukan hanya dari Andin, tapi juga dia. Mereka berdua bersalah.


"Aku memang mengkhianati kamu. Tapi semua itu aku lakukan karena kedua orang tuamu yang tidak merestui hubungan kita. Aku frustrasi. Aku lalu pergi ke klub. Minta ditemani Dodi. Kami mabuk dan tidak sadar melakukan hubungan," ucap Andin menjelaskan dengan terisak.


"Oh, jadi semua berawal dari ketidak sengajaan dan akhirnya berlanjut karena ketagihan?" tanya Farhan dengan suara datar.


Farhan tersenyum dengan smirk, dia muak melihat wajah orang yang mengaku sahabatnya ini.


"Apa kau pikir aku percaya jika kalian hanya melakukan sekali itu saja? Jika kalian tidak bermaksud mengkhianati aku, pasti setelah malam itu, berhenti berhubungan. Aku saja yang terlalu bodoh, sehingga bisa kalian bohongi. Aku mengerti sekarang, kenapa orang tuaku tidak menyetujui hubungan aku dan Andin, karena dia telah dapat membedakan antara batu dan berlian. Buktinya saat bertemu Rachel, ibu dan ayah langsung merestui. Aku menyesal karena pernah terlalu mencintaimu, dan hampir menyiakan istri sendiri," ucap Farhan.

__ADS_1


Farhan lalu memandangi Rachel dan kembali mengecup pucuk kepala istrinya itu. Merasa sangat bersalah karena pernah mengabaikan kehadirannya.


Dodi dan Andin terdiam, karena apa yang Farhan katakan itu benar. Sejak kejadian malam itu, bukan menghentikan, mereka bahkan makin akrab dan sering berhubungan badan.


"Aku juga tidak peduli apa yang kalian lakukan, bagiku itu tidak berarti apa-apa. Aku hanya ingin fokus pada istri dan calon anakku. Apa yang kalian tanam, itu yang akan kalian tuai. Jika kalian berdua memang pernah mengkhianati aku, yakinlah suatu saat kalian juga akan disakiti dan dikhianati," ucap Farhan.


Dia lalu mengajak Rachel mendekati Yuni yang masih berdiri terpaku menyaksikan semuanya.


"Kamu jangan bersedih. Seharusnya kamu senang karena mengetahui ini semua sebelum kalian menikah. Bukannya aku mengompori. Semua keputusan ada ditanganmu. Mau teruskan atau melepaskan. Tanyakan semua pada hatimu. Jika saranku, pilihanmu saat ini tepat untuk melepaskan. Suatu saat kamu akan tertawa karena mengambil keputusan yang tepat ini. Mereka yang mengkhianati kamu yang akan menyesal karena telah kehilangan kamu," ucap Farhan.


Dia mengatakan semua itu. sekaligus untuk menyindir Andin.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2