
Mia berjalan memasuki sebuah lift dengan bibir yang selalu mengulas senyuman. Ditangannya Mia ada sekotak kue ulang tahun. Wanita itu ingin memberikan kejutan ulang tahun untuk kekasihnya.
Mia dan Lucas telah lama berhubungan. Seperti halnya Yuni, mereka juga telah merencanakan pernikahan di tahun depan. Selama ini pria itu bekerja di luar kota.
Kemarin Lucas mengabarkan jika dia telah berada di kota ini untuk merayakan ulang tahunnya. Besok malam mereka akan makan malam berdua.
Mia yang ingin memberikan kejutan, sengaja tidak mengatakan kedatangannya. Dia ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun untuk sang kekasih.
Jam telah menunjukkan pukul 23. 50 menit, 10 menit lagi sudah memasuki tanggal ulang tahun Lucas. Mia mempercepat langkahnya agar sampai tepat waktu.
Mia membuka pintu apartemen dengan menekan tombol kodenya. Dia melihat apartemen kekasihnya sangat sunyi. Mia berpikir kekasihnya itu pasti telah tidur.
Wanita itu meletakkan kue tart yang dibawanya di atas meja makan. Dia langsung menuju kamar Lucas, untuk membangunkan kekasihnya itu.
"Lucas pasti telah tertidur pulas. Capek, karena tadi baru sampai," gumam Mia pada diri sendiri.
Mia membuka pintu kamar Lucas perlahan, agar kekasihnya nggak terbangun. Dia berjalan dengan langkah pelan dan menghidupkan lampu kamar.
Saat lampu hidup, alangkah kagetnya Mia melihat apa yang ada dihadapannya. Kekasihnya Lucas sedang tidur dengan seorang wanita dalam keadaan polos.
__ADS_1
"Lucas ...!" teriak Mia tidak percaya.
Lucas yang mendengar namanya dipanggil membuka matanya. Tidak kalah kagetnya dengan Mia, kekasihnya itu langsung bangun.
"Mia ...." Lucas langsung bangun setelah melihat kehadiran kekasihnya itu.
"Apa yang kamu lakukan, Lucas? Siapa wanita itu?" tanya Mia dengan terbata.
Wanita yang tidur dengan Lucas membuka matanya. Dia juga bangun dan menarik selimut menutupi tubuh polosnya. Mia kaget saat melihat wajah wanita yang tidur dengan Lucas.
"Kalian ... dasar wanita jal*ng. Bukankah kau tahu jika Lucas itu tunanganku. Aku tidak percaya ini," ucap Mia dengan suara gemetar.
Mia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kekasihnya Lucas sedang bercinta dengan sepupunya Dina.
Lucas mengambil celananya dan berusaha mengejar Mia. Saat wanita itu akan masuk ke lift, tangannya di tahan Lucas.
"Mia, dengar dulu penjelasanku." Lucas menarik tangan Mia dengan pelan menuju apartemennya lagi.
"Apa yang harus kau jelaskan lagi. Semua telah jelas," ujar Mia terbata menahan air matanya.
__ADS_1
Mia melihat Dina, sepupunya berjalan mendekati mereka. Dengan tanpa rasa bersalah memeluk lengan tunangannya.
"Apa kau tidak bisa mencari pria lain sehingga harus mendekati Lucas?" tanya Mia dengan emosi.
"Aku bisa saja mencari pria lain. Tapi kami berdua telah terlanjur jatuh cinta. Di rahimku saat ini juga ada calon bayi kami. Maafkan jika ini sangat mengecewakan kamu. Lucas berencana akan mengatakan semua ini saat makan malam nanti. Sukurlah akhirnya kamu mengetahui sendiri," ucap Dina tanpa ada rasa bersalah.
Mia mengangkat tangannya, ingin menampar pipi Dina. Namun, tangannya ditahan Lucas.
"Maaf, Mia. Ini bukan hanya kesalahan Dina. Kami saling mencintai. Aku datang untuk memutuskan pertunangan kita. Dina dan aku telah hidup bersama sejak enam bulan lalu. Dia ikut tinggal bersamaku di Singapura. Bulan depan kami berencana akan menikah." Lucas berkata dengan entengnya tanpa ada rasa bersalah.
Mia hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Jadi selama enam bulan ini Lucas dan Dina sepupunya telah tinggal bareng. Pantas saja pria itu jarang menghubunginya. Ternyata ada yang menemani.
Tanpa berkata apa pun, Mia meninggalkan keduanya. Tubuhnya terasa lemah, tetapi dia harus tetap berjalan. Berada di sini akan menambah luka hatinya.
Mia masuk ke dalam mobil. Tangisnya pecah. Dengan perlahan dia mengendarai mobil dengan air mata yang terus jatuh membasahi pipinya.
Wanita itu lalu menambah kecepatan mobilnya, karena kurang konsentrasi dia tidak melihat ada mobil yang melaju kencang dari lawan arah. Tabrakan tidak bisa lagi dielakan.
...----------------...
__ADS_1