TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 32. Bertemu Andin


__ADS_3

Farhan telah berpakaian rapi, siap untuk menemui Andin. Rachel mengizinkan suaminya itu bertemu mantan kekasihnya dengan syarat dia juga ikut. Awalnya mendengar persyaratan yang diajukan Rachel, pria itu bermaksud membatalkan pertemuannya. Namun, setelah dia pikirkan, mungkin memang lebih baik pertemuan itu dengan istrinya Rachel sekalian. Biar tidak menjadi fitnah.


Farhan tampak gugup dan gelisah saat mengendarai mobil, tapi Rachel pura-pura tidak mengetahui semua itu. Dia hanya tersenyum saat pria itu memandanginya.


"Kamu nggak tahu'kan, Mas. Bagaimana susahnya tersenyum di saat hati ini sedang tidak baik-baik saja. Padahal aku tersenyum hanya untuk menutupi luka hati ini," gumam Rachel pada diri sendiri.


Saat tiba diparkiran restoran tempat mereka janjian, Farhan tidak langsung turun. Dia kembali menatap Rachel. Wanita itu membalas dengan senyuman.


"Kamu yakin akan bertemu Andin? Atau kita kembali saja?" tanya Farhan.


"Aku yakin, Mas. Aku juga ingin tahu, dan kenalan dengan Mbak Andin. Aku ingin tahu, bagaimana istimewanya seorang Andin sehingga suamiku tidak bisa Move on darinya. Siapa tahu nanti aku bisa membuat kamu jatuh cinta denganku setelah aku mengenal Mbak Andin, dan mengetahui semua kelebihan yang dia miliki," ucap Rachel.


Jawaban yang Rachel berikan itu sangat menohok hati Farhan. Dia tahu selama ini telah banyak melakukan kesalahan dengan membiarkan hatinya tetap terisi nama Andin padahal dia telah menikah. Farhan hanya diam tanpa bisa memjawab ucapan istrinya itu.

__ADS_1


Farhan turun dari mobil, saat dia akan membukakan pintu mobil untuk Rachel, ternyata wanita itu telah lebih dahulu membukanya.


"Baru saja ingin membukakan pintu, kamu sudah turun duluan," ucap Farhan.


"Aku harus belajar mandiri, tidak boleh bergantung dengan siapapun, Mas. Karena aku sadar, tidak ada yang mencintai dan menyayangi aku dengan tulus di muka bumi ini!" ucap Rachel. Farhan hanya bisa menarik napas dalam saat mendengar ucapan istrinya yang selalu menyindir dirinya itu.


Farhan menggandeng tangan Rachel saat masuk ke restoran itu. Matanya mengawasi seluruh ruangan, mencari keberadaan Andin. Wanita itu tadi chat, jika dirinya telah menunggu.


Pandangan Farhan tertuju pada sudut ruangan. Tampak seorang wanita yang sangat dia kenal dan dia rindukan sedang duduk sambil bermain ponsel. Sepertinya belum menyadari kehadirannya.


"Cantik, Mas. Pantas Mas sangat mencintainya," ujar Rachel tulus dengan tersenyum.


Dia menarik napas dalam. Entah mengapa tenggorokannya terasa tersekat. Dadanya sesak. Tapi dia tidak boleh mundur, bukankah dia yang ingin bertemu dengan wanita itu.

__ADS_1


"Saat ini aku lagi berada di fase, wajah penuh senyuman tapi hati penuh luka dan hanya bisa menahan air mata. Lelah, tapi harus dipaksa tersenyum, harus tetap kuat dan berusaha tegar, agar semua terlihat baik-baik saja. Jujur, sebenarnya sakit banget," gumam Rachel.


"Assalamualaikum, Andin," ucap Farhan sedikit gugup. Rachel melepaskan pelukan Farhan di lengannya. Memilih berdiri di belakang Farhan.


Andin menengadahkan kepalanya dan tersenyum menatap ke arah Farhan.Wanita itu langsung berdiri dan menghampiri Farhan, ingin memeluk dirinya. Namun, pria itu menghindar dan mundur. Rachel yang melihatnya hanya tersenyum.


"Maaf, aku lupa jika kita bukan lagi pasangan kekasih," ucap Andin pelan.


Farhan tidak menjawab ucapan Andin, tapi dia kembali mundur, mendekati Rachel. Dia menarik tangan Rachel pelan mendekati Andin.


"Kenalkan ini istriku, Rachel," ucap Farhan.


Andin tampak kaget dan memandang ke arah Rachel. Menatap wanita itu dari ujung rambut hingga kaki.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2