TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 46 S2. Melupakan Semua Luka Lama


__ADS_3

Dita membalikan tubuhnya menghadap ke Axel. Dia tidak menduga jika pria itu akan muncul di kamarnya. Hampir tiga tahun tidak melihat lagi kehadirannya di kamar ini.


"Aku belum sempat mengabari kamu," ucap Dita pelan.


"Sekarang sudah hari lamaran, jadi kapan kamu berencana mengabarkan aku? Aku tahu Dita, bagimu aku bukan lagi salah satu orang yang istimewa. Tapi bagaimana dengan Mama. Apakah kamu juga tidak menganggap mama penting lagi?" tanya Axel dengan suara bergetar.


Dita hanya diam mendengar ucapan Axel. Memang ada benarnya yang pria itu katakan. Pasti saat ini Mama Rachel sangat kecewa dengannya.


Kalau mengenai Mama Rachel, Dita benar-benar lupa. Karena waktu yang mepet. Dita tampak menarik napas dalam.


"Aku lupa. Bukan maksud aku tidak mengabari Mama, tapi waktunya yang sudah mendesak. Aku sampai ke rumah ini baru malam kemarin, dan hari ini langsung acara," ucap Dita.


Axel tampak menarik napas. Setelah beberapa menit, barulah dia bersuara lagi. Tampak sekali jika dia menahan emosi.


"Sudahlah, Dita. Makin kamu mencari alibi makin tampak jelas ketidak pedulian mu. Padahal mama sangat menyayangi kamu."

__ADS_1


"Aku minta maaf," ucap Dita.


"Kenapa harus minta maaf padaku, kamu tidak salah. Justru aku yang banyak salah denganmu," ucap Axel pelan.


Dia berjalan menuju jendela kamar. Menatap ke luar. Tampak kendaraan mondar mandir. Lalu Axel duduk di sofanya.


"Saat ini aku hanya ingin minta maaf padamu. Maaf, jika selama ini aku tidak mampu membuatmu bahagia. Maaf,atas semua kekuranganku yang membuatmu marah dan kecewa. Dan maaf jika aku memberikan luka yang begitu dalam. Saat ini aku hanya ingin mengatakan padamu, jika semua sifatku yang tidak kamu sukai, akan aku coba merubahnya. Maaf jika aku tidak bisa menjadi sahabat terbaikmu," ucap Axel dengan suara gemetar.


Terngiang percakapan Lisa dengan teman sekamarnya. Axel tidak pernah menduga jika wanita yang dicintainya, ternyata pembohong. Padahal karena untuk meyakinkan wanitanya dia dan Dita tidak ada hubungan, dia tega membentak Dita sahabat dari kecilnya. Axel paham jika wanita itu dendam padanya. Itu pantas dia terima.


"Sudah terlalu sering aku ucap maaf. Mungkin saja kamu sudah muak dengan kata-kata itu, tapi lagi-lagi hanya itu yang bisa aku lakukan. Maaf, maaf, dan maaf untuk kesalahan yang pernah aku lakukan dan buat kamu kecewa," ucap Axel.


"Aku hanya bisa menyesali kegagalan yang aku alami. Aku yang seharusnya bisa menjadi seseorang yang melindungi kamu, justru mengecewakan kamu. Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan atas kegagalanku untuk membahagiakan kamu." Axel diam sejenak, menjeda ucapannya. Setelah itu baru melanjutkan lagi.


"Beribu kata maaf yang aku ucapkan kepadamu, tidak akan pernah bisa menghapus segala kesalahan yang pernah aku lakukan. Aku yang selama ini sibuk dengan dunia sendiri sejak berpacaran hanya bisa menyesali apa yang telah aku lakukan padamu saat itu. Aku lupa bahwa ada yang lebih penting dibandingkan kebahagiaan diriku sendiri yaitu kebahagiaan kamu, Sahabatku. Sekali lagi aku minta maaf," ucap Axel dengan tulus.

__ADS_1


"Aku sudah melupakan semuanya. Seharusnya aku berterima kasih padamu, untuk luka yang pernah kau torehkan. Jika saja saat itu kamu tidak berkata kasar, mungkin aku tidak akan pernah pergi dari sampingmu. Aku tidak akan pernah tahu jika dunia ini sungguh luas. Aku tidak akan pernah mengenal lebih dekat Kak Gafi, pria baik yang mencintaiku dengan sangat tulus dan manjadikan aku ratu dicarinya," ucap Dita.


Hubungan antarmanusia atau persahabatan itu memang rumit. Terkadang membawa kebahagiaan dan bisa saling membantu. Namun tak jarang juga jalinan itu membuat kamu merasakan kesedihan. Adanya salah paham, permasalahan, sikap ego, amarah, membuat hubunganmu dengan orang lain bisa renggang.


Jika kamu tak ingin hubungan semakin buruk. Baik dia atau kamu harus ada yang minta maaf. Kata 'maaf' memang mudah untuk diucapkan, tapi sulit dilakukan. Tak semudah membalikkan tangan.


"Perlu kamu tahu, Axel. Saat kamu menorehkan luka itu, aku berusaha menghapus namamu dalam hidupku. Aku membunuhnya dalam sejarahku. Aku bahkan menyingkirkan seluruh ketertarikanku tentangmu," ucap Dita.


"Mudah? Tidak. Itu semua tidak mudah, tapi harus aku lakukan demi kesehatan mentalku. Harus aku lakukan demi kedamaian jiwaku. Walaupun itu harus mengerahkan sisa tenaga yang aku punya. Aku tau, aku yakin aku mampu. Dan Tuhan memilih jalan ini untukku lebih bahagia. Dan akhirnya aku bertemu Kak Gafi, pria yang telah mengobati luka ini dan memberikan aku banyak kebahagian hingga aku lupa apa itu kecewa dan sakit hati," ucap Dita melanjutkan.


Dita menjeda ucapannya. Dia menarik napas untuk mengatur emosinya. Gadis itu melanjutkan ucapannya setelah merasa emosinya stabil. Dia mengubah duduknya menghadap Axel.


"Kebahagiaan yang aku rasakan membuat aku melupakan semua sakit hatiku. Sejak hari itu sebenarnya aku telah memaafkan kamu. Jadi, aku rasa tidak perlu lagi kamu meminta maaf. Lupakan saja semuanya," ucap Dita dengan suara lembutnya.


Saat Axel ingin bersuara, terdengar suara langkah kaki mendekat, sehingga dia mengurungkan niatnya bicara. Axel takut jika ada yang salah paham dengan kehadirannya di kamar Dita. Dia lalu berdiri dan berjalan keluar tanpa pamit.

__ADS_1


...----------------...


.


__ADS_2