TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 33 S2. Makan Siang


__ADS_3

Gafi tampak tersenyum semringah selama perjalanan menuju restoran. Keluarga yang lain telah berkumpul. Tadi Gafi juga mampir ke toko bunga membelikan sebuket kembang untuk gadis itu.


Tangannya sebelah kiri terus menggenggam tangan Dita, yang saat ini telah menjadi kekasihnya. Rona bahagia jelas terpancar dari raut wajahnya.


Memasuki restoran tangannya Gafi terus saja menggenggam tangan Dita. Senyum masih terus dia berikan pada setiap orang yang menatapnya.


Alya yang melihat Gafi masuk dengan wajah ceria sambil menggandeng Dita, ikut bahagia. Dia langsung berdiri menyambutnya.


"Kemana aja kalian berdua? Lama banget!" ucap Alya. Dia memeluk Dita dan mengecup kedua pipi gadis itu secara bergantian.


"Sengaja jalannya diperlambat biar lebih lama berduaannya," ucap Gafi. Dita mencubit lengan pria itu, mendengar ucapannya.


"Kenapa, Sayang? Memang kita sengaja 'kan biar lama di jalan?" Gafi sengaja berkata begitu untuk membuat Dita malu. Dia senang melihat wajah gadis itu memerah seperti tomat jika malu.


"Eehhmmm ... jadi tak makan siangnya. Ini sudah jam tiga, sudah hampir makan malam. Perut sudah memberontak," ucap Axel.


"Maaf, karena menunggu kami jadi harus menahan lapar. Seharusnya Mama, Om dan Tante makan saja duluan," ucap Dita.


"Tak apa, Sayang. Duduklah," ucap Tante Alya.


Keduanya duduk tepat berhadapan dengan Axel dan Lisa. Gafi mengambilkan nasi buat Dita.

__ADS_1


"Mau lauk apa?" tanya Gafi.


"Udang mentega saja, Kak. Sama sayur capcai," jawab Dita.


Gafi mengambil lauk yang diminta Dita. Dia mengelupas kulit udangnya juga. Semua tidak luput dari mata keluarganya yang lain. Saat ada nasi lengket di sudut bibir gadis itu, Gafi lalu membersihkan dengan tisu.


"Terima kasih, Kak," ucap Dita dengan lembutnya.


"Mau tambah udangnya atau mau lauk yang lain?" tanya Gafi.


"Mau sup kerang Itu, Kak." Tunjuk Dita. Sup kerang itu ada tepat dihadapan Axel. Pria itu lalu menyodorkan ke Dita, tapi segera diambil Gafi. Kembali pria itu membukakan kerang untuk Dita. Alya dan suaminya tersenyum melihat putra mereka yang tampak sangat bucin dengan Dita.


"Kenapa menolak? jangan malu. Anggap saja kami semua di sini patung," ucap Alya sambil tersenyum.


"Mama ...," ucap Gafi. Dia tahu, gadis itu pasti sangat malu diledekin begitu.


"Mau aku pesan es krim?" tanya Gafi.


Gafi teringat jika gadisnya sangat doyan es krim. Beruntung tubuh Dita bukan yang cepat gemuk. Walau makan apa pun tubuhnya tetap langsing.


"Jangan, Kak. Sudah kenyang," jawab Dita.

__ADS_1


Axel yang juga tahu jika gadis itu doyan banget dengan es krim, tidak yakin jika dia sanggup menolak jika itu ada di depan mata. Axel lalu berdiri dan memesan es krim brownies, kesukaan Dita. Axel langsung membawanya ke hadapan Dita.


"Nih, jangan pura-pura menolak. Mana bisa kamu sehari tanpa es krim," ucap Axel.


Lisa cemberut melihat itu. Dia kira Axel tadi pamit mau ke kamar mandi. Ternyata memesankan es krim untuk Dita.


"Terima kasih, Xel," ucap Dita. Dia melirik ke Gafi. Sepertinya Dita tidak berani memakannya sebelum diizinkan Gafi.


Gafi yang mengerti akan bahasa tubuh gadis itu, mengambil es krim dan menyuapi Dita. Tentu saja sang kekasih tidak menolak. Mereka menyantapnya berdua. Membuat Axel sedikit kesal. Dia membelinya tadi khusus untuk Dita.


Setelah menyantap es krim, Dita berdiri, pamit ke toilet. Setelah buang air kecil, gadis itu ingin kembali ke meja tempat seluruh keluarga.


Baru beberapa langkah, tangannya ada yang menarik. Dita di bawa hingga ke tempat yang sepi. Hampir saja dia berteriak, tapi diurungkan karena melihat Axel, sang pelakunya.


"Kamu mau apa?" tanya Dita dengan suara ketus.


"Aku perlu penjelasan darimu. Sejak kapan kamu dekat dengan Kak Gafi?" tanya Axel.


Dita menghentakan tangannya agar cengkeraman tangan Axel terlepas. Dia menatap pria itu dengan mata tajam. Gadis itu tampak kurang nyaman berada berdua saja dengan Axel.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2