TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 66. Masalah Rumah Tanggaku


__ADS_3

Andin dan ketiga teman Farhan lainnya melihat kepergian Reno dengan pandangan berbeda-beda. Ketiga perempuan itu memandangi tajam.


"Aku merasa tidak enak sama Reno. Setiap berkumpul kita selalu saja membuat dia marah," ucap Dodi.


"Dia yang selalu cari gara-gara," ucap Mia. Andin masih saja terdiam. Sepertinya masih ada rasa kaget dengar ucapan Reno.


Farhan mendekati temannya sambil tersenyum. Melihat Rachel yang berdiri di ambang pintu, dia melambaikan tangan meminta istrinya bergabung. Mereka duduk di tenda.


Rachel menghampiri Farhan dan duduk di samping suaminya. Dia juga masih kaget melihat kemarahan Reno. Selama mengenal pria itu, baru kali ini dia melihat Reno marah.


"Kalian belum jadi makan. Apa kita makan di sini saja," ucap Farhan. Tangannya terus menggenggam tangan istrinya. Mata Andin tertuju pada itu.


"Aku sudah nggak ada selera. Aku sangat kaget melihat kemarahan Reno. Kenapa jadi aku yang disalahkan, hingga membawa-bawa penyebab aku diceraikan. Aku sudah berusaha melupakan semuanya, dia masih saja mengingatkan," ucap Andin dengan suara pelan. Dia berusaha agar air matanya jatuh untuk meyakinkan semua jika dia sedang bersedih.

__ADS_1


"Tapi maaf Andin, aku juga minta mulai hari ini jangan lagi ikut campur dengan rumah tanggaku. Aku tahu apa yang terbaik untukku dan Rachel. Jika ada kerikil kecil dalam rumah tangga bukankah itu biasa. Asal jangan ada yang mengompori. Aku juga percaya Rachel tidak akan melakukan hal yang akan merusak keutuhan rumah tangga kami," ucap Farhan sambil terus menggenggam tangan istrinya.


Ucapan Farhan itu bagaikan api yang disiram bensin di hati Andin. Dia tidak percaya mendengar Farhan yang juga menyalahkan dirinya.


"Terima kasih karena sudah mengingatkan aku. Perlu kamu ketahui, aku bukannya ikut campur masalah rumah tanggamu, aku tadi hanya bertanya. Itu semua karena kamu juga. Kamu mengatakan jika Rachel pulang ke kampung, nyatanya kabur dengan Reno, apa salah aku bertanya begitu?" tanya Andin dengan suara cukup tinggi.


"Maaf Mbak Andin, tentu saja itu salah. Yang berhak bertanya padaku itu hanya Mas Farhan. Lagi pula, semua tidak ada hubungan dengan kehidupan Mbak Andin, kenapa ingin tahu? Kecuali Mbak Andin itu juga istrinya Mas Farhan, atau masih mencintainya?" tanya Rachel dengan suara pelan.


Andin tampak kembali emosi mendengar ucapan Rachel. Dia berdiri dari duduknya, ketika Andin ingin bersuara, Dodi mendekati dan melarangnya.


Dodi lalu mendekati Farhan dan Rachel, tersenyum pada pasangan suami istri itu. Dia merasa malu karena setiap mereka berkumpul selalu saja diisi pertengkaran.


"Maaf Farhan, Rachel, jika kehadiran kami selalu saja mengganggu kalian. Kami pamit," ucap Dodi.

__ADS_1


Dia mengajak ketiga teman wanitanya untuk segera kembali ke hotel. Walau sebenarnya mereka masih enggan pergi, mungkin masih ada yang ingin diperdebatkan. Dodi tidak ingin ribut lagi.


Farhan dan Rachel masih berdiri di halaman rumah. Melepas kepergian temannya hingga mobil yang dikendarai Dodi menghilang dari pandangan mata.


"Maaf Andin, setelah aku pikirkan, apa yang ibu aku katakan ada benarnya. Aku seharusnya melupakan kamu dan hanya memikirkan istriku saja. Lagi pula aku sudah tahu kenapa ibuku tidak menyukai kamu. Kamu hanya memikirkan harta. Aku tahu wanita seperti kamu hanya butuh harta saja. Mungkin itulah penyebab rumah tanggamu kandas," gumam Farhan dalam hatinya.


Farhan memeluk pinggang Rachel mengajaknya masuk rumah dan tidur. Saat mereka sedang berbaring, Farhan memiringkan tubuhnya menghadap ke Rachel.


"Chel, seminggu lagi kakakku akan ke kota. Mereka ingin kenalan denganmu dan juga sekalian akan mengadakan acara tahlillan untuk ayah dan ibu di panti asuhan. Aku mau kita sama-sama kembali ke apartemen," ucap Farhan.


"Rencananya aku masih mau di sini, Mas," ucap Rachel.


"Nanti setelah kakakku kembali lagi ke Singapura dan Malaysia, aku akan antar kamu lagi ke sini. Setiap sabtu minggu kita menginap di kampung ya?"

__ADS_1


Farhan berusaha membujuk istrinya agar mau kembali bersama dengannya. Kedua saudara Farhan ingin kenalan sekalian tahlilan untuk ayah dan ibu mereka. Rachel akhirnya menganggukan kepala tanda setuju.


...----------------...


__ADS_2