
Farhan menyuapi Rachel dengan telaten. Awalnya dia tidak mau makan, tapi pria itu memaksa. Setelah makan, istrinya itu merasa gerah.
"Mas, aku mau mandi," ucap Rachel.
"Aku bersihkan dengan air hangat aja ya tubuhnya?" tanya Farhan.
"Aku gerah Mas, nggak enak kalau hanya di lap," ucap Rachel dengan manjanya.
Farhan lalu berdiri dan mengecup bibir istrinya yang sedang cemberut. Rachel lalu mendorong pelan wajah Farhan agar menjauh. Hal itu membuat suaminya heran.
"Kenapa tidak boleh di cium? Masih marah juga? Ingat di perut kamu ada bayi kita. Tidak boleh marahan lagi!" ucap Farhan merayu.
"Bukan marah. Badanku bau, belum mandi," ujar Rachel pelan.
Farhan tersenyum mendengar ucapan istrinya itu. Dia lalu menangkup wajah Rachel dengan kedua tangannya dan mengecup seluruh bagian di wajah Rachel.
"Mas, aku bau. Aku mau mandi," ucap Rachel dengan manjanya.
Farhan mematikan jalannya infus, lalu menggendong tubuh Rachel. Dengan enteng tubuh itu diangkat dari tempat tidur.
"Aku bisa jalan, Mas. Kenapa harus digendong?" tanya Rachel dengan wajah merah menahan malu. Sejak dia mengetahui tentang Andin, Rachel tidak pernah digendong lagi sama Farhan.
__ADS_1
"Biar kamu nggak capek, Sayang. Kamu 'kan masih sakit!"
"Sayang? Apa aku tak salah dengar? Akhir-akhir ini Mas sering panggil sayang. Itu dari hati apa gombal aja?" tanya Rachel.
"Tentu saja dari hati, Chel. Aku bukan pria romantis yang pintar ngegombal. Apa yang aku ucapkan itu semua dari hati," ucap Farhan, lalu mengecup bibir istrinya.
Farhan lalu mendudukan Rachel di closet yang telah terlebih dahulu dia tutup agar ia bisa diduduki. Kemudian pria itu membuka seluruh pakaian Rachel dan hanya menyisakan pakaian dalam saja.
"Mas, biar aku mandi sendiri aja. Mas bisa tunggu diluar. Nanti kalau sudah selesai, aku panggil," ucap Rachel. Entah mengapa dia jadi malu dilihat Farhan.
"Nggak apa, Chel. Aku yang bantu mandiin kamu," ucap Farhan. Dia lalu membuka seluruh kain yang tersisa di tubuh istrinya itu.
Farhan memandangi tubuh pol*s istrinya tanpa kedip. Dia lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Keringatnya mulai bercucuran karena hasratnya timbul melihat tubuh istrinya. Farhan menarik rambutnya sedikit frustasi.
"Mas, sudah aku katakan, biar aku mandi sendiri," ucap Rachel. Dia menatap Farhan yang bercucuran keringat karena menahan hasratnya.
"Mas, kenapa?" tanya Rachel lagi.
"Nggak apa, Chel. Kepala aku tiba tiba pusing," ujar Farhan dan membuang pandangan dari tubuh istrinya.
Farhan mulai menyirami tubuh Rachel dengan segera dan menyabuninya. Dia melakukan itu tanpa memandangi Rachel, membuat wanita itu jadi curiga.
__ADS_1
"Mas, apa kamu pengen?" tanya Rachel karena menyadari Farhan yang tidak mau memandang ke arah tubuhnya.
"Sayang, jangan tanyakan itu. Sama saja kamu memancing aku," ucap Farhan.
Setelah merasa tubuh Rachel bersih, Farhan dengan cepat menutupinya dengan kimono handuk. Farhan kembali menahan hasratnya ketika membantu Rachel memakai bajunya.
"Mas, aku udah katakan tadi, biar aku mandi sendiri aja," ucap Rachel karena menyadari suaminya yang terus menarik nafas kasar ketika membantunya berpakaian.
"Nggak apa, Chel. Aku juga harus belajar menahan diri karena kamu saat ini sedang hamil muda," ucap Farhan.
Rachel memeluk pinggang suaminya ketika Farhan berdiri dihadapannya setelah selesai memakaikan bajunya. Kepala di sandarkan Rachel ke perut pria itu.
"Maafkan aku, Mas," ucap Rachel pelan.
"Maaf untuk apa, Chel?" tanya Farhan, dia lalu memeluk punggung Rachel.
"Karena Mas saat ini harus menahan hasrat," ucap Rachel pelan.
"Sayang, itu bukan salahmu. Semua juga kebaikan," ujar Farhan, dia menggendong Rachel kembali ala bridal style keluar dari kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi, Farhan dan Rachel kaget melihat kehadiran teman-temannya. Pasti mereka tahu dari sosial medianya, pikir Farhan.
__ADS_1
...----------------...