
Andin merasakan dadanya sesak. Ingin rasanya memeluk Yuni dan meminta maaf. Dia benar-bernar merasa kehilangan sahabat sebaik wanita itu. Apa lagi setelah Mia kembali ke kampung dengan ibunya, Andin merasa sendirian. Tidak ada lagi tempat mengadu.
Sementara itu di dalam mobil, tangis Yuni pecah dalam pelukan Reno. Dadanya juga sakit dan sesak saat harus berpura-pura tidak mengenal Andin. Dulu mereka bertiga dengan Mia selalu pergi bersama, tidur bersama. Namun, mengingat Andin pernah tidur dan berbagi peluh dengan mantan tunangannya, Yuni seperti membuka luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.
"Aku jahat 'kan, Ren? Pura-pura tidak mengenal teman sendiri," ucap Yuni di sela tangisnya.
"Kamu nggak jahat, terkadang kita memang harus menjauh dari orang-orang yang akan membuat kita terluka." Reno mencoba menghibur.
Dari luar tampak Andin melihat mobil Yuni dan Reno hingga mobil itu pergi meninggalkan halaman kafe. Ternyata Yuni juga melihat Andin hingga hilang dari pandangan matanya.
"Menjauh bukan karena ingin memutuskan persahabatan. Terkadang menjauh dari seseorang bukan karena ingin memutuskan tali siraturahmi, tapi hanya ingin memutuskan perselisihan, perdebatan dan kesalah pahaman yang tidak nyaman di hati. Jika seseorang telah menyakiti dengan sikap dan kata, jangankan untuk menyapa, memandang wajahnya pun malas. Itu bukan benci, tapi hanya ingin menjaga hati dan perasaan dari orang yang biasa merendahkan kita. Biarkanlah, tidak perlu merasa tersinggung apa lagi merasa sedih. Jika kita dinilai baik, ya syukur. Di nilai tidak baik pun tak mengapa, semua hadir dalam hidup kita memiliki perannya masing-masing. Ada yang memberikan kebahagiaan dan ada yang memberikan kepedihan." Yuni bergumam dalam hatinya.
"Jadi kita kemana lagi?" tanya Reno.
"Kita ke restoran dekat sana aja," tunjuk Yuni ke arah seberang jalan.
Reno melajukan mobilnya menuju ke tempat yang Yuni tunjuk. Hari ini mereka berencana akan memesan cincin tunangan.
__ADS_1
Akhirnya Yuni menerima Reno, setelah pria itu berusaha meyakinkan dirinya. Reno telah menolak perjodohan orang tuanya. Mereka setuju setelah tahu ternyata Papa Yuni dan Papa Reno bersahabat dulunya.
**
Hari ini Andin libur kerja. Manajer kafe tempat dia bekerja telah meminta maaf padanya karena ternyata kemarin pemilik kafe melihat semua kejadian itu.
Manajer itu diperingati sama pemiliknya agar jangan sewenang atas jabatan yang dia miliki. Semua kejadian harus diselidiki sebelum mengambil keputusan.
Andin turun dari sepeda motor yang membawanya ke rumah Alex. Dia datang menggunakan ojek. Buat membayar taksi bagi Andin terlalu mahal. Dari dalam kamar dirumahnya, Alex ternyata mengintip di balik jendela kaca. Dia melihat kedatangan Andin yang hanya menggunakan ojek.
"Pak Alex nya ada, Bi?" tanya Andin dengan ramah. Jika orang yang pernah mengenal wanita itu pasti tidak percaya jika itu dia. Andin yang dulu arogan dan sombong telah mulai berubah ramah sejak dia bekerja di kafe.
Dia diminta harus bersikap baik dan ramah pada setiap pengunjung dan itu membawa pengaruh baik untuknya. Dia jadi terbiasa bersikap begitu.
"Bapak ada di lantai atas bermain dengan Grecia, Bu," jawab Bibi tak kalah ramahnya.
"Aku langsung ke atas aja, Bi. Terima kasih."
__ADS_1
Andin lalu pamit ke atas. Semua yang bekerja di rumah itu telah mengenal Andin. Itulah kenapa dia bebas di rumah Alex itu.
Saat melihat kedatangan Andin, anaknya langsung berlari mengejar. Anak mana yang tidak merindukan kasih sayang seorang ibu. Alex melihat itu tanpa kedip.
"Mama kangen banget, Sayang. Maafkan mama yang tak bisa bersama Grecia setiap hari," ucap Andin. Air matanya jatuh berlinang sambil memeluk erat putrinya itu.
"Maafkan Mama, Sayang. Aku bukanlah mama yang baik. Aku bukan mama yang pantas dibanggaakan. Tapi ketahuilah, aku sangat menyayangi kamu. Jika ada seribu orang yang mencintai kamu, maka akulah orang pertamanya. Apa bila hanya ada satu orang yang mencintai kamu itu adalah aku. Dan seandainya kamu merasa tidak ada satu orangpun yang mencinatimu, maka itu berarti aku, ibumu ini telah tiada." Kembali air mata jatuh membasahi pipi Andin.
Setelah puas memeluk Grecia, Andin mendekati Alex dengan tetap menggendong Grecia. Dia menyerahkan Grecia ke Alex.
"Terima kasih karena menyayangi Grecia seperti putri kandungmu. Aku harap kasih sayangmu tidak pernah berubah. Aku titip Grecia. Jika aku tidak pernah kembali lagi, aku mohon jangan pernah katakan keburukanku padanya, katakan saja jika aku sangat mencintai dirinya. Grecia adalah kesalahan terindah dalam hidupku. Aku tidak pernah menyesali kehadirinnya."
Setelah itu Andin pamit. Dia harus bekerja nanti malam. Alex tidak bisa menahannya. Andin tidak mau lagi bergantung dengan pria itu.
Dia memanggil ojek online. Lima menit menunggu ojek datang dan membawa Andin pergi dari rumah itu.
...----------------...
__ADS_1