TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 39 S2. Memaafkan


__ADS_3

Axel berdiri dihadapan Dita dengan kepala tertunduk. Ia sangat menyesal atas apa yang telah ia lakukan. Dia tahu ia telah membuat kesalahan besar, dan meminta maaf belum cukup untuk membuat semuanya kembali seperti semula.


“Maafkan aku, Dita,” ucapnya perlahan. “Aku tahu aku melakukan kesalahan besar. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu.”


Dita tidak mengangkat pandangannya dari lantai. Dia masih marah dengan Axel, tapi di sisi lain, dia juga merasa sedih melihatnya seperti itu. Dia tahu Axel mempunyai hati yang baik, tapi tindakannya yang dulu membuatnya sangat kesal.


“Aku tahu kau tidak bermaksud menyakiti perasaanku, tapi apa yang kau lakukan sangat membuatku marah, Axel,” jawab Dita dengan suara bergetar.


Axel mengangkat kepalanya dan memandang lurus ke mata Dita. “Aku sungguh menyesal, Dita. Aku tahu aku telah mengkhianati kepercayaanmu, tapi aku berjanji tidak akan pernah mengulangi hal yang sama lagi.”


Dita merespon kata-kata Axel dengan diam. Dia tidak tahu apa yang harus dia pikirkan. Dia tahu perasaannya terhadap Axel sangat besar, tetapi ia merasa sangat kecewa akan tindakan Axel.


Axel meraih tangan Dita dengan lembut. “Aku paham jika kau merasa kesal dan marah padaku. Aku hanya berharap kau bisa memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku, Dita.”

__ADS_1


Dita menatap Axel, dan melihat rasa penyesalan yang terpancar di matanya. Dia tahu dia masih merindukan Axel, jadi dia akhirnya memberikan kesempatan kedua bagi Axel.


"Aku telah memaafkan semua kesalahanmu. Aku memang telah memaafkan semuanya, tapi untuk melupakan masih sulit. Kau pasti tahu, kaca ketika hancur berkeping-keping akan sangat sulit untuk disatukan kembali. Walau pun bisa disatukan kembali, kaca itu tidak akan sesempurna sebelum hancur, seperti itulah hati," ucap Dita.


"Memaafkan tidak berarti melupakan. Itu adalah melepaskan sakit hati.Meminta maaf tak berarti salah. Mengalah bukan berarti kalah ataupun takut. Berikanlah pujian pada mereka yang menghina.Tebarkanlah senyuman mesti tak dibalas. Balaslah kebencian dengan kasih sayang. Bersabar bukan berarti tak mampu membalas."


Apa fungsinya menyimpan amarah kepada orang lain. Jika sifat itu bakal membuatmu lebih menderita. Rasa benci, amarah, dan dendam hanya akan melukai diri sendiri. Sebab itu, pergunakan ketulusan hatimu untuk memaafkan dia.


Bantulah hatimu untuk memaafkan, meski ia belum meminta maaf sekalipun. Sebab memaafkan orang lain akan terasa berat apabila tidak berasal dari hati.


Dita tidak menjawab lagi ucapan Axel, karena merasa telah cukup obrolannya. Dia menjauh dari pria itu dan berdiri di samping Gafi. Melihat Itu, Alya mendekati kekasih putranya itu.


"Dita, Tante tidak tahu harus memulai dari mana, satu yang pasti ingin Tante katakan, terima kasih karena mau menerima Gafi sebagai pendampingmu. Terima kasih atas semua cinta yang kau berikan untuk putra Tante. Semoga hubungan kamu dan Gafi kekal selamanya!"

__ADS_1


"Tante, aku juga sangat berterima kasih karena telah melahirkan seorang putra yang nyaris sempurna. Belum ada kekurangannya yang aku lihat," ucap Dita. Keduanya saling berpelukan. Dita lalu menghampiri Rachel.


"Ma, maafkan Dita karena membuat mama kecewa atas sikap Dita kemarin," ucap Dita.


"Kamu tidak salah, Sayang. Yang seharusnya minta maaf itu, Mama. Maafkan mama atas semua sikap Axel yang membuat kamu sakit hati," ucap Rachel dengan suara pelan karena menahan air mata. Mereka berdua juga saling berpelukan.


"Aku sudah memaafkan Axel, Ma. Aku janji tidak akan bersembunyi lagi," bisik Dita. Dia juga berusaha menahan air matanya.


Setelah itu Dita bersalaman dengan papa Gafi, lalu semuanya masuk ke dalam mobil. Lisa satu mobil dengan Axel. Kedua orang tua Gafi dan tante Rachel juga satu mobil yang berbeda.


Gafi dan Dita berdiri terpaku di tempat, melihat kepergian mereka. Setelah semua menghilang, barulah keduanya pergi dari halaman hotel.


Dalam perjalanan keduanya saling diam. Entah apa yang ada dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


"Memaafkan orang yang sudah menyakiti hati memang sulit, tapi kalau tidak dimaafkan akan terasa sakit. Dari pada menahan rasa sakit, karena terus mengingat-ingat orang yang menyakiti hati, lebih baik berdamai dengan diri sendiri. Maafkan dan lupakan semua hal pahit yang telah terjadi. Jangan buang-buang waktumu hanya untuk memikirkan mereka yang sudah menyakitimu. Waktumu sangat berharga. Buatlah selalu bermakna. Lakukan apa yang membuat kamu bahagia. Tutup telingamu, susun rencana baru. Jangan biarkan orang lain mengambil kebahagiaan dari hidupmu. Kamulah pengendali dirimu sendiri."


...----------------...


__ADS_2