TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 23. Ulang Tahun Dita


__ADS_3

Hari ini Dita tampak sangat sedih, dia duduk di taman kampus dengan air mata yang menetes di pipi. Baru kali ini kedua orang tuanya melewati hari ulang tahunnya. Mereka masih berada di luar negeri untuk urusan bisnis ayahnya.


Elfa juga tidak datang ke kampus hari ini. Dita tidak menyalahkan sahabatnya itu. Mereka belum satu tahun berkenalan, tentu saja dia tidak akan tahu hari ulang tahunnya. Pikir Dita.


Gafi dan temannya Dita, Elfa, sedang merencanakan sebuah surprise ulang tahun untuk teman gadis itu. Mereka ingin memberikan sebuah perayaan yang tak terlupakan untuknya.


“Kita harus membuat sesuatu yang spesial untuk Dita. Perayaan yang tidak akan bisa dia lupakan," ucap Gafi.


“Aku setuju. Apa yang kamu pikirkan?” tanya Elfa. Mereka bertiga, Gafi, Elfa dan Rio menyusun rencana kejutan untuk Dita.


“Aku pikir kita bisa membuat sebuah cupcake besar dan menyalakan lilin di atasnya. Kemudian, kita bisa membeli beberapa balon dan dekorasi untuk menambah keceriaan.”


“Ide yang bagus! Aku akan pergi membeli bahan-bahan untuk cupcake,” ucap Elfa setuju.


Gafi melangkah ke depan dan berkata, “Aku akan membeli dekorasi dan balon. Kita bertemu di kos Dita pada pukul 1 siang untuk memulai rencana kita. Sebelum dia pulang dari kampus," ujar Gafi.


Ketika siang hari, Gafi, Elfa dan Rio tiba di kos Dita sebelum gadis itu pulang kuiah. Tidak lupa mereka minta izin dengan ibu kos. Mereka bertiga sibuk menyiapkan dekorasi dan balon, sementara Dita masih belum tahu apa-apa.


“Gaf, apa kau pikir Dita akan senang?” Elfa bertanya dengan gugup.

__ADS_1


“Aku rasa setiap orang pasti akan senang jika kita berikan kejutan," jawab Gafi.


"Sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dan Dita?" tanya Rio.


"Harus berapa kali aku katakan, jika kami itu hanya berteman. Kami sudah saling mengenal dari masih kecil," jawab Gafi.


"Apa kamu tidak memiliki perasaan apa pun dengannya?" Rio masih terus bertanya.


Gafi selalu antusias jika yang berhubungan dengan gadis itu. Siapa pun itu yang mengenal Gafi, pasti bisa menebak jika pria itu menyukai Dita. Mungkin hanya malu saja mengakuinya.


Saat Dita tiba, Gafi, Elfa dan Rio menyambutnya dengan pesta ulang tahun yang sederhana. Balon-balon dan dekorasi yang indah membuat kos Dita terlihat seperti tempat pesta.


Dia sangat terharu karena ternyata Elfa, Gafi dan Rio mengetahui hari ulang tahunnya. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain deraian air mata.


Setelah mereka makan siang dengan makanan yang Gafi beli, mereka menikmati cupcake besar dengan beberapa tetes cokelat, Gafi meminta dukungan untuk sebuah permainan.


“Aku memiliki ide untuk sebuah permainan. Mari kita bermain game menyebut kata-kata. Aku akan memulai dengan menyebut satu kata. Kemudian, kau harus menyebutkan kata yang terkait. Kita akan bergantian satu sama lain, dan siapa pun yang tidak bisa menyebutkan kata yang terkait dalam waktu 5 detik harus minum seluruh air digelasnya.”


“Kau memiliki permainan yang buruk,” keluh Elfa.

__ADS_1


“Kenapa aku tidak pernah terpikir untuk membuat permainan seperti ini?” Dita sengaja berucap begitu agar Elfa makin marah. Dia tdiak setuju dengan permainan ini.


Gafi memulai permainan. “Burung.”


“Terbang,” jawab Elfa.


“Langit,” kata Dita.


“Mendung,” jawab Rio.


Dan permainan berlanjut.


Setelah beberapa ronde, mereka semua menjadi semakin sulit dengan setiap jawaban yang mereka bilang. Akhirnya, mereka tertawa bersama-sama.


“Cukup, saya menyerah. Saya minum saja,” kata Dita ketika dia terlalu lambat untuk menjawab.


Mereka berempat terus memainkan permainan sampai malam menjelang. Mereka semua bersemangat karena berhasil memberikan kejutan ulang tahun yang belum pernah Dita alami sebelumnya.


Akhirnya, ketika mereka pulang ke rumah masing-masing, mereka merasakan kebahagiaan dan kegembiraan yang begitu besar. Mereka sangat bahagia bisa memberikan perayaan ulang tahun yang tak terlupakan untuk teman mereka, Dita.

__ADS_1


Sebelum pulang tadi, Gafi mengajak Dita besok untuk pergi jalan-jalan. Dia ingin memberikan kado ulang tahun untuk gadis itu.


__ADS_2