TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 51. Reno dan Rachel


__ADS_3

Pagi hari setelah solat subuh, Rachel masak buat sarapan. Reno mengatakan jika pagi ini dia akan kembali dan meninggalkan wanita itu di villa ini. Dia akan datang berkunjung setiap sabtu dan minggu.


Setelah sarapan selesai dihidangkan, Rachel masuk ke kamar untuk mandi. Wanita itu lalu kembali dengan memakai pakaian yang lebih rapi dan tertutup. Rachel tidak lupa tetap menggunakan cadarnya.


Jam tujuh, Rachel menghubungi Reno, mengajaknya sarapan. Tidak lupa dia mengajak salah seorang bibi untuk tetap menemani mereka. Rachel tidak ingin suatu saat akan menjadi fitnah jika dia hanya berdua saja.


Reno datang dengan pakaian yang telah rapi. Duduk di meja makan yang telah tersedia sarapan dengan menu soto Padang.


"Kak, aku panggil kak Reno aja ya seperti yang lain," ucap Rachel.


"Terserah kamu saja, mana yang lebih nyaman. Hari ini aku akan kembali ke kota. Apa kamu yakin mau tinggal di sini? Nggak ingin kembali lagi ke apartemen Farhan?" tanya Reno.

__ADS_1


"Aku nggak tahu, Kak. Aku nggak mau terluka dan dibandingin terus dengan Andin."


"Sebenarnya Farhan itu pria baik dan setia. Buktinya selama berhubungan dengan Andin, dia tidak pernah melirik wanita lain. Tapi dia salah menempati cintanya. Andin tidak sebaik yang dia pikirkan. Berdoa saja suatu saat hati Farhan terbuka. Dan tidak terjebak dengan rayuan Andin," ujar Reno.


"Aku nggak tahu, Kak. Apa mungkin hati Mas Farhan masih bisa terbuka untukku. Aku pasrahkan semua pada yang Kuasa. Aku saat ini hanya ingin menata hati dulu. Aku juga tidak mungkin bersembunyi di sini terus. Mungkin aku di sini hanya satu minggu. Setelah itu akan mencari pekerjaan buat menyambung hidup," ucap Rachel.


"Apa kamu mau bekerja di butik?" tanya Reno.


"Apa butik mau menerima penampilan aku yang begini? Aku tidak mau membuka hijab atau cadarku, Kak," ujar Rachel pelan.


Cukup sekali dia salah jalan, hingga memutuskan bunuh diri. Cukup dosa yang dia lakukan. Rachel tidak mau lagi melakukan kesalahan. Dia ingin lebih mendekatkan diri pada yang Kuasa. Mungkin dia akan mencoba kerja sebagai tukang masak di pesantren-pesantren.

__ADS_1


"Tentu saja mau. Butik itu juga khusus menjual pakaian muslim. Jadi pas dan sesuai dengan penampilan kamu saat ini," ucap Reno.


"Aku mau, Kak. Apakah Butik itu milik Kak Reno?" tanya Rachel.


"Bukan. Butik milik mamaku. Dia memiliki banyak butik, salah satunya yang menjual pakaian muslim. Nanti sampai kota, aku akan pulang ke rumah dan mengatakan pada mama, jika ada teman yang ingin kerja di butik," ucap Farhan.


"Terima kasih banyak, Kak. Aku nggak tahu harus mengatakan apa lagi. Bantuan Kak Reno padaku, sangat berarti," ujar Rachel.


Setelah sarapan, Reno pamit. Dia tidak mungkin menemani Rachel terus. Selain karena pekerjaan yang tidak mungkin ditinggalkan lama-lama, dia juga tidak bisa terus bersama Rachel. Takut ada yang tahu dan melihat. Pasti akan menjadi fitnah.


Rachel masuk ke kamarnya kembali setelah Reno pergi. Dia mengambil wudu untuk melaksanakan solat Duha. Setelah solat, wanita itu duduk dekat jendela sambil memandangi jalanan.

__ADS_1


"Aku yakin Allah mempertemukan tiap orang dengan sebuah alasan. Entah belajar atau mengajarkan. Menjadi yang terpenting atau sekedarnya. Bertemu sesaat atau selamanya. Namun, tetaplah menjadi yang terbaik pada waktu tersebut dan lakukan dengan tulus meski tidak menjadi apa yang diinginkan. Tiada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan. Dan Allah juga yang akan membolak-balikan segalanya menjadi lebih biak. Aku tidak takut hidup tanpa pendamping. Aku pun tidak takut bila aku dipandang rendah karena statusku. Yang paling aku takutkan hanyalah satu, aku takut mati dalam keadaan berlumur dosa," gumam Rachel pada diri sendiri.


...----------------...


__ADS_2