TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 91. Rachel Sadar


__ADS_3

Telah dua hari berlalu, Rachel masih belum sadarkan diri. Selama dua hari ini, Farhan selalu menunggu saat istrinya membuka mata. Kedua kakaknya selalu menemani Farhan menunggu di depan ruang ICU, berharap wanita itu segera sadar.


Penampilan Farhan tampak sangat kusut. Dia hanya meninggalkan tempat itu saat akan mandi atau makan. Tampak sangat jelas kecemasan di wajah pria itu. Dia hanya menghabiskan waktunya antara kamar rawat puteranya dan kamar rawat Rachel.


Hari ini dokter mengatakan jika perkembangan puteranya sudah sangat baik. Bayi mungil itu sudah tidak membutuhkan inkubator lagi.Farhan telah memindahkan puteranya ke ruanga VVIP yang nantinya juga akan menjadi ruang rawat bagi istrinya Rachel.


Putranya Farhan saat ini dijaga dan dirawat kedua kakaknya secara bergantian. Beruntung sekali anak Nazwa mau pun Alya tidak rewel sehingga mereka tidak pernah menuntut ibunya buat tidur dengan mereka.


Reno dan Yuni sedang berada di rumah sakit. Mereka dapat melihat bagaimana cintanya Farhan dengan istrinya itu. Jika dulu Reno sempat meragukan cinta pria itu. Sekarang percaya jika kedua saling mencintai.


"Kamu yang sabar, Farhan. Yakinlah jika Rachel akan segera sembuh," ucap Reno berusaha menghibur pria itu.


"Iya, Ren. Aku jug yakin itu. Rachel tidak akan meninggalkan aku. Dia tahu aku sangat mencintainya. Aku tak mau pisah darinya. Mulai saat ini aku tak akan pernah jauh lagi dengannya. Aku dan Rachel telah berjanji akan menua bersama. Dia tidak akan mengingkari itu." Farhan berkata sambil memghibur dirinya sendiri.


Saat ini Dokter sedang mengecek perkembangan kesehatan Rachel. Setelah Dokter keluar dari ruangan, Farhan langsung menghampiri Dokter itu.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok? Apa ada perkembangan?" tanya Farhan.

__ADS_1


"Istri Bapak sudah stabil keadaannya, sebentar lagi pasti sadar. Dia telah melewati masa kritisnya. Saat ini kita hanya menunggu saat dia membuka matanya," ujar Dokter sambil tersenyum.


"Apa semua yang Dokter katakan itu benar? Bukan hanya untuk menghibur saya?" Farhan kembali bertanya.


"Tentu saja semua itu benar, Pak. Kita tunggu saja." Dokter itu menjawab dengan sopan.


"Terima kasih, Dok. Saya sudah tidak sabar menunggu saat istri saya membuka matanya," ucap Farhan dengan wajah yang sedikit gembira.Reno dan Yuni yang mendengar ucapan Dokter, ikut tersenyum dan mengucapkan syukur.


Ketika tiba waktu membesuk, Farhan ingin segera masuk. Dia sudah tidak sabar ingin melihat perkembangan kesehatan istrinya. Pria itu segera mengganti bajunya dengan pakaian steril rumah sakit. Farhan masuk ke ruang ICU dimana Rachel dirawat dengan langkah pasti.


"Sayang, bangunlah lagi! Sudah cukup tidurnya. Aku juga sudah kangen tidur denganmu. Kamu tahu, Sayang? Bayi kita saat ini sudah tidak membutuhkan inkubator lagi. Dia pasti juga sudah merindukan pelukanmu. Jangan terlalu terlena dengan tidurmu, Sayang. Aku selalu menunggu saat kamu membuka mata."


Farhan menggenggam tangan istrinya. Ketika pria itu baru memegang jari Rachel, dia merasakan jarinya digenggam. Farhan sangat terkejut dan memandang ke arah Rachel. Terlihat istrinya itu telah membuka matanya.


"Sayang, kamu udah sadar?" Farhan bertanya dengan perasaan yang bahagia.


Tanpa menunggu jawaban Rachel, dia langsung ke luar dari ruangan dan memanggil Bidan yamg berjaga. Tanpa sadar dia meninggalkan Rachel begitu saja.

__ADS_1


Bidan dan perawat yang berjaga lalu memanggil Dokter. Dengan segera Dokter datang, dia masuk diikuti Farhan. Dia melihat Rachel yang telah membuka mata. Lalu pria itu mendekati istrinya dan mengecup dahi. Dokter lalu memeriksa keadaan Rachel.


"Pak Farhan, saat ini keadaan Ibu Rachel sudah sangat stabil dan bisa dipindahkan ke ruang rawat. Bapak bisa menunggu di luar. Saya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dulu. Setelah itu perawat bisa memindahkan ke ruang awat inap," ujar Dokter.


"Kalau begitu baiklah, Dok." Farhan lalu menundukan wajah dan kembali mengecup dahi istrinya itu.


"Sayang, Dokter mau periksa keadaanmu. Aku menunggu di luar dulu. Jangan tidur lama-lama lagi. Aku sangat mencintaimu." Farhan kembali mengecup dahi Rachel sebelum meninggalkan ruangan.


Ketika berada di luar, Farhan langsung menghampiri kedua sahabatnya. Reno dan Yuni tampak kuatir. Dia pikir telah terjadi sesuatu pada Rachel, karena melihat Dokter yang masuk dengan tergesa ke ruang ICU, tempat Rachel di rawat.


"Reno, Yuni, Rachel telah sadar," ucap Farhan. Kedua sahabatnya itu tampak menarik napas lega.


"Alhamdulillah. Aku tadi kuatir melihat Dokter masuk dengan tergesa. Aku kira tadi ada yang terjadi dengan Rachel karena melihat kamu yang berlari keluar dari ruangan tempat Rachel berada," ucap Reno.


"Aku tadi sangat bahagia melihat Rachel membuka mata. Aku tidak sabar ingin memastikan keadaannya dan meminta perawat segera memanggil Dokter untuk memastikan keadaan Rachel," ucap Farhan


"Akhirnya Allah mengabulkan doamu." Reno lalu memeluk sahabatnya itu. Ikut merasakan kebahagiaannya.

__ADS_1


"Bukan saja doaku, tapi doa kita semua," ucap Farhan.


...----------------...


__ADS_2