TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 55. Aku Harus Kuat


__ADS_3

Rachel tidak marah atas ucapan ibunya Reno. Dia mengerti dengan maksud ucapan wanita paruh baya itu.


"Maafkan aku, Bu. Bukannya aku ingin melibatkan Kak Reno dengan urusan rumah tanggaku," ucap Rachel dengan lembut.


"Jika kamu memang tidak ingin melibatkan Reno, ibu mohon menjauhlah dari Reno. Jangan berada di dekat atau sekitarnya," ucap Ibu Dara.


Rachel paham maksud Ibu Dara. Berarti dia menginginkan Rachel pergi dari sana. Wanita itu masih saja tersenyum menanggapi semua ucapan dari Ibu Dara.


"Baiklah, Bu. Aku tidak akan melibatkan Kak Reno lagi. Aku akan keluar dari villa hari ini juga. Namun, beri aku waktu satu atau dua jam untuk membereskan semua barang milikku," pinta Rachel.


"Silakan! Tapi ibu mohon, jangan katakan kedatangan Ibu sama Reno. Jika dia bertanya, katakan saja ini atas kemauan kamu. Reno itu saat ini sedang kami jodohkan dengan anak rekan kerja Papinya. Ibu tidak mau jika kehadiran kamu bisa merusak semuanya," ucap Ibu Dara.


Ibu Dara lalu kembali memandangi Rachel. Entah apa yang ada dalam pikirannya Rachel hanya menundukan kepalanya. Dia tidak berani bicara dengan bertatapan, takut ada yang mengenalnya. Sejak teman-teman Farhan mengatakan jika pernah melihat dan bertemu dengannya.


Rachel ingin melupakan masa lalunya. Dia tidak mau mengingat masa kelam itu lagi. Biarlah semua lembaran lamanya ditutup rapat.

__ADS_1


"Baiklah, Bu. Aku pamit ingin menyusun pakaianku dulu," ucap Rachel, lalu berdiri dari duduknya.


"Tunggu sebentar. Duduklah!" ucap Ibu Dara.


Rachel lalu kembali duduk dihadapan Ibu Dara. Wanita itu kembali menatap Rachel tanpa kedip. Menyadari hal itu Rachel kembali menundukan kepalanya.


"Katakan dengan jujur! Ada hubungan apa antara kamu dan Reno?" tanya Ibu penuh penekanan.


Mendengar pertanyaan Ibu Dara, membuat Rachel kaget. Kenapa ibu dari Reno menanyakan hal itu?


"Syukurlah kalau memang tidak ada. Reno itu putra kami satu-satunya. Aku sebagai ibunya inginkan dia mendapatkan jodoh yang sesuai dengan dia. Dia telah dijodohkan dengan seorang dokter kandungan. Seorang gadis berpendidikan. Tidak mungkin juga Reno menikah dengan seorang janda!"


"Semoga perjodohan itu berjalan lancar. Aku juga sadar, Bu. Kak Reno mau menolong aku saja sudah bersyukur banget. Tidak ada maksud lain," ucap Rachel pelan.


"Baiklah, ibu tunggu kamu menyusun semua barang milikmu. Nanti bisa sekalian kita keluar dari villa ini," ucap Ibu Dara.

__ADS_1


"Tidak perlu, Bu. Aku bisa panggilkan taksi."


"Tidak apa-apa. Bisa sekalian jalan," ucap Ibu Dara.


Ibu Dara tidak mau nanti Rachel membohongi dirinya. Untuk kepastian, dia akan menunggu Rachel bersiap-siap dan mengantarkan wanita itu ke terminal.


Rachel hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dia bisa membaca isi pikiran ibunya Reno itu. Baginya tidak masalah. Rachel juga tidak tersinggung.


"Mungkin untuk sementara aku ke kampung ayah dan ibu Mas Farhan dulu. Setelah itu baru mencari pekerjaan. Entah mengapa dari kemarin pikiranku terus saja memikirkan ayah dan Ibu. Walau mereka tidak ada di rumah, mungkin dengan berkunjung ke sana dapat mengurangi rasa kangen ini," gumam Rachel pada diri sendiri.


Rachel menyusun dengan cepat semua pakaian yang dia miliki. Beruntung bajunya hanya sedikit. Setelah semua beres, Rachel langsung keluar dari kamar.


"Ya Allah, aku hanya ingin menjadi wanita yang kuat. Walaupun hidupku selalu diterpa ujian dan cobaan silih berganti. Aku hanya ingin menjadi wanita yang tangguh dalam menerima takdir yang Allah tuliskan untukku, walaupun terkadang lelah dengan semuanya. Namun, aku harus tetap kuat dan sabar."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2