
Rachel mencoba bangun, tapi tubuhnya masih lemah sehingga tidak mampu melakukannya. Melihat itu, ibu mendekati Rachel dan memeluk tubuh menantunya. Wajah pucat Rachel terlihat dengan wajah mertuanya.
"Ibu ...." Hanya kata itu yang keluar dari bibir wanita itu. Dia merasakan lagi kehangatan pelukan dari seorang wanita. Rachel seperti merasakan pelukan dari ibunya sendiri. Terlihat Ibu Nur begitu tulusnya.
"Kenapa kamu tidak jujur saat ibu menghubungimu. Jika kami tahu Farhan pergi bulan madu dengan mengajak teman-temannya, pasti ayah dan ibu akan menyusul dan membawa kamu pergi dari sana," ucap ibu terbata di sela tangisannya.
Ayah Hakim menarik tangan Farhan untuk keluar dari ruangan. Dia akan bicara empat mata dengan putranya.
Mereka memilih kantin sebagai tempat untuk bicara. Farhan hanya menunduk, tidak pernah dia melihat ayahnya semarah ini, hingga menyeretnya ke luar dari ruangan.
"Apa yang ada dalam pikiranmu saat menikahi Rachel? Kenapa kamu menikah kalau hanya untuk disakiti?" ucap Ayah Hakim dengan penuh penekanan.
Farhan menarik napas dalam. Tidak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya jika Rachel adalah mantan kupu-kupu malam. Walaupun dia sering mengungkit masa lalu wanita itu saat mereka bertengkar, tapi dia tidak akan pernah mengatakan pada siapapun tentang masa lalu istrinya itu.
__ADS_1
"Aku ingin menjadikan dia mualaf," jawab Farhan pelan.
"Apa kamu tahu kewajibanmu sebagai suami yang memiliki istri mualaf?" tanya Ayah.
Farhan hanya menganggukkan kepalanya. Karena dia memang tahu semua kewajibannya, hanya saja dia tidak melakukan semua itu. Dia hanya terbelenggu masa lalu.
"Jika memang kamu tahu, apa kewajibanmu, yang menjadi pertanyaan apakah kamu telah melakukan semuanya?" tanya Ayah Hakim lagi.
Farhan kali ini hanya diam. Tidak berani menjawab apapun. Dia sadar selama ini telah mengabaikan istrinya.
"Sekarang katakan dengan jujur, apa tujuan kamu menikah jika kamu tidak mencintai Rachel?" tanya ayah lagi.
Farhan mengangkat wajahnya dan memandangi Ayah Hakim dengan intens. Dia tidak memiliki pilihan lain, harus jujur. Karena ayahnya tidak akan berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawaban yang pasti.
__ADS_1
"Aku memilih Rachel sebagai pendamping dan menikahinya walau tanpa cinta ... untuk menghindari perjodohan Ayah dan ibu. Aku tidak suka ayah selalu menjodohkan aku," jawab Farhan dengan jujur.
Tanpa Farhan duga tangan ayahnya kembali mendarat di pipi kirinya. Banyak pandangan mata tertuju pada mereka saat ini. Farhan merasa ingin di telan bumi karena malu menjadi pusat perhatian.
"Sepertinya kamu memang sudah gila. Apa dalam pikiran kamu hanya ada wanita itu saja? Seharusnya kau sadar, semua orang tua akan memberikan yang terbaik buat anaknya. Jika kamu tidak merestui hubunganmu dengan Andin, karena kami merasa dia memang tak pantas untukmu!" ucap Ayah Hakim dengan suara lantang.
Farhan menarik napasnya. Terasa sesak di dada. Kenapa kedua orang tuanya tidak bisa membuka hatinya untuk Andin? Berbeda dengan Rachel, mereka bisa langsung menerimanya. Apa kurangnya Andin dan apa kelebihan dari Rachel? Tanya Farhan dalam hatinya.
"Itu karena ayah dan ibu tidak mengenalnya. Coba lebih lama lagi dekat dengannya, pasti bisa menerima Andin," ucap Farhan.
Ayah Hakim berdiri dari duduknya. Memandangi putranya dengan mata menyala.
"Sebagai Ayah aku merasa gagal mendidik kamu. Hatimu sudah membatu. Tidak bisa mendengar apa pun omongan orang sekitarmu. Kamu terlalu Egois. Hanya satu doaku, semoga kamu tidak menyesal karena mencintai wanita yang salah. Lepaskan Rachel, dan jika memang bagimu Andin yang terbaik nikahi dia. Mungkin dengan menikahi wanita itu barulah hatimu terbuka!" ucap Ayah Hakim.
__ADS_1
Setelah berkata panjang lebar, pria paruh baya itu melangkah meninggalkan putranya seorang diri.
...****************...