TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 71. Ucapan Alya


__ADS_3

Andin masih terus menunduk sambil memainkan jemarinya. Di antara kedua kakaknya Farhan, dia lebih suka dengan Nazwa. Wanita itu lebih kalem dan tidak mau ikut campur dengan urusan adiknya.


Berbeda dengan Alya, dia masih ingat saat Alya mengajaknya memasak. Saat mengetahui Andin tidak bisa memasak dia menceramahi Andin.


Dari semua omelannya Alya, Andin masih ingat saat dia dikatakan wanita kurang tahu agama, adat dan sopan santun. Ketika itu, Andin masuk ke kamar Farhan untuk membangunkan pria itu. Ayah dan Ibu sedang keluar. Andin pikir tidak ada orang, dia langsung masuk ke kamar.


Ternyata di dalam kamar Farhan, hanya ada Kak Alya, pria itu bukannya tidur tapi pergi dengan ayah dan ibu. Kata-kata yang dikeluarkan Alya begitu menyakitkan.


Saat itu Andin telah menjelaskan, jika dia langsung masuk kamar karena ingin bangunkan Farhan. Namun, Alya tidak bisa terima. Baginya tetap salah seorang wanita yang masuk ke kamar pria.


Alya mendekati tempat tidur Rachel, diikuti Nazwa. Istri Farhan itu lalu menyalami kedua kakak iparnya dan mencium tangannya.


"Masya Allah, adik iparku ini cantik banget. Nggak kayak yang dulu. Ini sudah cantik, sopan lagi cara salamannya. Untung nggak jadi nikah dengan yang itu," ucap Alya. Dia belum menyadari jika ada Andin.


Andin yang mendengar ucapan Alya hanya tertunduk. Mia yang tahu sindiran itu untuk sahabatnya, langsung menggenggam tangannya.


Nazwa tampak menggelengkan kepalanya, untuk mengingatkan Alya. Dia tidak suka adiknya masih mengungkit yang lama.

__ADS_1


"Maaf Kak Nazwa, aku masih belum bisa lupain itu cewek. Karena dia telah membuat Farhan jadi menjauhi ayah dan ibu," ucap Alya pelan.


"Tapi tidak perlu diingat lagi. Ayah dan Ibu telah tenang. Lagi pula ada teman-temannya Farhan. Tidak enak jika mereka mendengar," ucap Kak Nazwa.


"Kak Nazwa benar, Kak. Jangan diungkit lagi. Tidak enak di dengar Andin-nya," ucap Farhan dengan suara pelan juga.


Farhan duduk di tepi ranjang dan memeluk bahu istrinya. Dia mengecup pipi Rachel, membuat wajah wanita itu memerah karena malu.


"Emang ada Andin?" tanya Alya dengan suara sangat pelan, hampir seperti berbisik. Farhan menjawab dengan menganggukan kepalanya.


Alya lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke teman-temannya Farhan. Memperhatikan wajah mereka dengan seksama. Ketika tiba giliran Andin, barulah Alya percaya jika ada wanita itu.


Keempat teman Farhan itu menjawab salam Alya. Mereka lalu berdiri dan menyalami kedua kakak Farhan itu. Kedua suami mereka sedang membawa anaknya ke kantin. Tiba giliran Andin, dia terpaksa senyum dengan keduanya.


"Apa kabar Kak Nazwa dan Kak Alya? Sudah lama tidak bertemu," ucap Andin dengan senyum yang dipaksakan. Alya lalu membalas senyuman mantan kekasih Farhan itu.


"Alhamdulillah, sangat baik," jawab Nazwa.

__ADS_1


"Syukurlah, jika kakak sehat. Maaf Kak, aku bergabung dengan temanku dulu," ucap Andin.


Andin tersenyum dengan keduanya kakak Farhan sebelum melangkah. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar pertanyaan dari Alya.


"Kakak dengar kamu telah menikah dan memiliki seorang anak. Di mana mereka?" tanya Alya dengan sopan.


Andin membalikan tubuhnya menghadap ke Alya Tersenyum simpul. Tampak wanita itu menarik napas yang panjang dan dalam sebelum akhirnya menjawab.


"Aku saat ini sedang mengajukan surat perceraian," ucap Andin.


"Apa ...? Jadi kamu saat ini sedang mengajukan surat perceraian?" tanya Alya.


Andin menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Seharusnya kamu itu berdiam diri di rumah agar tidak terjadi Fitnah, bukan malah menghampiri mantan. Jika suami kamu dan Rachel jadi salah paham bagaimana? Bisa saja suami kamu menuduh Farhan orang ketiga yang mengganggu rumah tangganya. Rachel juga bisa salah paham, dan menjadi cemburu," ucap Alya.


Andin hanya diam mendengar ucapan Kak Alya. Jika dia menjawab ucapan Alya, akan bertambah panjang omelan wanita itu.

__ADS_1


"Jangan bilang jika kamu saat ini ingin mendekati Farhan lagi!" ucap Alya dengan mimik wajah yang kurang menyenangkan.


...----------------...


__ADS_2