
Telah seminggu berlalu sejak kejadian Axel dan Dita bertengkar. Saat ini perasaan Dita sudah agak lebih baik dan sudah terbiasa tanpa Axel.
Dita dan Syifa masuk ke kantin. Mereka ingin makan bakso. Keduanya memilih duduk di meja paling ujung. Sambil bercanda keduanya menyantap bakso.
Dari tempatnya duduk, Axel memperhatikan Dita yang tampak biasa saja, tidak seperti kemarin sangat menyedihkan. Semua dilakukan gadis itu dengan sangat sulit. Dia berusaha tegar dan tidak akan terlihat lemah.
Setelah selesai makan, keduanya keluar dari kantin. Ketika melewati Axel dan Lisa, kedua sahabat itu sengaja tidak menoleh, seolah tidak melihat sepasang kekasih itu.
"Sombong sekali Dita itu. Sepertinya dia memang belum bisa menerima jika aku menjadi kekasihmu," ucap Lisa.
Axel tidak menjawab pertanyaan Lisa. Diakui semenjak kejadian itu, Dita tampak seperti orang asing bagi Axel. Dia juga tidak pernah menitipkan bekal dari ibunya.
"Apakah Tante Yuni mengetahui semua ini? Tapi kemarin saat ke rumah, tante Yuni biasa saja. Dia masih ramah," gumam Axel dalam hatinya.
Axel bertanya terus dalam hatinya. Dia juga ingin tahu apa yang telah dikatakan Dita pada kedua orang tuanya. Namun, untuk bertanya langsung Axel sungkan.
**
Axel berlari menuju toilet karena kebelet pipis. Tanpa sengaja pria itu menabrak seseorang.
"Maaf ...," ucap Axel. Saat melihat siapa yang dia tabrak Axel jadi terdiam. Ternyata Dita yang telah dia tabrak.
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan Axel, gadis itu terus berjalan. Axel menahan pipisnya dan mengejar Dita, menarik tangannya hingga berhenti berjalan.
"Kamu kenapa?" tanya Axel.
"Tidak ada apa-apa! Lepaskan tanganku. Nanti ada yang melihat, bisa jadi salah paham!" ucap Dita dengan suara datar.
"Kenapa kamu jadi berubah begini? Kamu seperti bukan Dita yang aku kenal!" ucap Axel.
Mendengar ucapan Axel, gadis itu jadi tertawa. Hal itu membuat Axel menjadi tersinggung.
"Kamu masih marah denganku?" tanya Axel lagi.
Dita menyentak tangannya hingga terlepas dari pegangan tangan Axel. Dia memberikan senyuman seperti mengejek.
Setelah itu dia pergi meninggalkan Axel yang masih terpaku mendengar ucapan gadis itu. Ternyata dia serius ingin menjauh darinya.
Lisa yang diam-diam melihat itu menghampiri kekasihnya itu. Dia melihat ada rasa juga di hati Axel buat gadis itu.
"Kamu sedih karena Dita menjauh darimu sekarang?" tanya Lisa.
"Kamu bicara apa?" tanya Axel. Dia bukannya menjawab justru memberikan pertanyaan lagi.
__ADS_1
"Jangan pura-pura tidak mengerti dengan apa yang aku tanyakan, Axel. Kamu sedih karena kehilangan Dita, apakah sebenarnya kamu mencintai gadis itu?" tanya Lisa lagi.
"Jangan bicara ngawur Lisa. Aku mau ke toilet. Kamu tunggu di sini sebentar," ucap Axel. Dia lalu berlari ke toilet sebelum Lisa bertanya lebih jauh.
**
Waktu terus berlalu hingga tidak terasa enam bulan berlalu. Selama itu Dita selalu menghindari Axel. Pria itu juga sepertinya telah benar-benar melupakannya. Sepertinya mereka berdua telah terbiasa.
Hari itu adalah hari yang dinanti-nanti oleh semua siswa kelas XII. Hari di mana mereka akan merayakan perpisahan mereka di sekolah ini. Setelah 3 tahun berjuang bersama-sama, akhirnya mereka akan melepas masa-masa indah mereka di sini.
Di pagi hari, mereka berkumpul di aula untuk upacara perpisahan. Semua siswa memakai pakaian formal dan tersenyum bahagia. Aura kebersamaan terasa ada diantara mereka, meskipun sedih bagi beberapa dari mereka. Mereka tak sengaja membuka kenangan-kenangan indah selama tiga tahun belajar bersama.
Setelah upacara berakhir, mereka menjalankan acara perpisahan di ruang kelas. Mereka duduk mengelilingi ruangan dan mempunyai waktu yang cukup lama untuk bercanda, makan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh teman-teman mereka sendiri. Ada yang melakukan suguhan makanan khas dari daerah mereka, sementara beberapa siswa menunjukkan bakat mereka dengan membawakan tarian atau memainkan alat musik. Kegembiraan seluruh siswa menciptakan atmosfer yang sangat spesial dan bahagia.
Tak terasa waktu telah berjalan dengan cepat. Sudah saatnya untuk memberikan salam perpisahan. Beberapa siswa menitikan air mata ketika mereka menyadari bahwa semua itu akan berakhir. Teman-teman yang telah hidup bersama selama tiga tahun, sudah tak akan bertemu lagi tepat di pagi hari dan di kelas yang sama.
Namun, di dalam hati, semua orang tahu bahwa persahabatan yang terjalin akan selalu ada di hati mereka. Mereka telah menempuh banyak hal bersama-sama, menangis, tertawa dan saling menguatkan. Akhirnya, mereka meninggalkan sekolah dengan perasaan sedih yang berujung pada harapan yang besar, untuk memulai babak baru dalam hidup mereka. Mereka siap menyelesaikan perjalanan mereka selanjutnya, dengan semangat yang sama, serta bersama-sama menghadapi masa depan yang menanti.
Dita merasa ini waktu yang sangat dia nantikan. Bisa melanjutkan kuliah ke luar kota atau luar negeri, agar bisa menjauh sejauh jauhnya dari Axel.
"Jika ada orang yang tiba-tiba menjauhi kita maka sadarlah, kita harus menjauh darinya. Jika ada orang yang tidak menyukai kita, maka tidak perlu kita memaksakan diri muncul didepannya. Cari dan pergilah kepada siapa saja yang bisa menerima dan menghargai kita, jalanilah hidup masing-masing. Jangan kuatir, teruslah tersenyum, selalu bersyukur untuk apa pun yang kita hadapi. Jangan pernah mendendam, dan gunakan kasih untuk menjalani hidup ini."
__ADS_1
...----------------...