TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 75. Hak Asuh Grecia


__ADS_3

Alex tertawa mendengar pertanyaan dari Andin. Dia bisa membaca maksud dari pertanyaan yang wanita itu ajukan. Andin bertanya hanya ingin tahu kelemahan dari Andin untuk dijadikan senjata menyerang wanita itu.


Rachel telah mengirim pesan padanya, memohon agar Alex tidak mengatakan apa-apa pada Andin. Wanita itu juga titip pesan pada Alex, untuk mengatakan pada karyawan lain di klub untuk tutup mulut.


Bukannya Rachel malu atas masa lalunya, dia hanya tidak ingin nanti orang-orang meragukan dirinya. Padahal wanita itu ingin istiqomah dengan dirinya saat ini.


"Kenapa kau ingin tahu tentang Rachel? Apa kau ingin merebut Farhan darinya dengan mencari tahu aib Rachel?" tanya Alex dengan cibiran.


"Jangan curiga terus dsnganku. Aku hanya ingin tahu. Aku tidak pernah mendengar kau memiliki adik angkat, tentu saja itu membuat rasa ingin tahuku," ucap Andin.


"Sudahlah, jangan mengurus kehidupan orang lain apa lagi hanya untuk merusak kebahagiaan seseorang. Apa kamu pikir, Farhan masih mau denganmu setelah tahu kamu yang sebenarnya?" tanya Alex dengan senyuman mengejek.


Andin meremas tangannya. Dia harus bisa bicara berdua dengan Farhan, menjelaskan semuanya. Dia harus meyakinkan pria itu agar percaya dengannya lagi. Andin tidak akan melepaskan begitu saja tambang emasnya. Apa lagi setelah tahu ternyata harta orang tuanya diberikan untuknya juga.

__ADS_1


Andin dulu mengira orang tuanya tidak kaya, karena rumah mereka hanya sederhana. Dia juga tidak menyangka jika kedua orang tua Farhan memiliki banyak pesantren.


Melihat Andin yang termenung, Alex juga yakin jika mantan istrinya itu sedang memikirkan bagaimana cara untuk menarik perhatian Farhan lagi.


Beberapa hari ini dia telah menyelidiki apa yang dilakukan Andin sehingga selalu menitipkan Grecia ke penitipan anak. Hasilnya sangat mengejutkan bagi Alex, istrinya itu sedang mengejar Farhan suami Rachel, yang dulu adalah kekasihnya.


"Dengar Andin, aku ingin kamu fokus saja dengan kehidupanmu, jangan lagi mengejar sesuatu yang tidak pasti. Jangan iri dengan kehidupan orang. Itu sudah menjadi takdirnya. Kamu perbaiki saja pribadimu, jika kamu berubah baik, pasti akan ada orang baik yang hadir mengisi kehidupanmu," ucap Alex.


Andin menatap Alex dengan intens, dia tidak tahu harus berkata apa. Dia memang iri melihat kehidupan Farhan yang bahagia. Rasanya Tuhan tidak adil, kenapa Farhan begitu bahagia sedang dia hidup menderita begini. Seharusnya yang berada di sisi Farhan dirinya bukan Rachel.


Mendengar ucapan Alex, Andin menengadahkan kepalanya, menatap tajam pada pria itu.


"Bukankah kau tidak mengakui jika Grecia adalah anakmu, kenapa kau ingin merebut hak asinnya? Kau tidak akan bisa, karena dia bukan anakmu, bukan darah dagingmu!" ucap Andin dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Walau Grecia bukan anakku, aku bisa menuntut kamu jika terbukti menelantarkan anak di bawah umur hanya untuk kesenangan pribadi. Hak mu sebagai orang tua akan di cabut. Aku bisa menjadikan dia anak anagkatku. Dan jika itu terjadi ... aku tidak akan pernah mengizinkan kamu bertemu Grecia. Aku akan membawa dia jauh darimu!" ucap Alex dengan penuh penekanan.


Andin menjadi emosi mendengar ucapan Alex. Wanita itu memukul meja dengan keras, sehingga Grecia kaget dan terbangun. Bocah cilik itu menangis ketakutan. Alex memeluknya dengan penuh kasih sayang. Pria itu memang menyayangi Grecia seperti putri kandungnya sendiri.


"Sayang, jangan menangis. Ada Daddy, nanti kita beli boneka ya," bujuk Alex.


Andin mendekati Alex dan menarik paksa Grecia dari pelukan pria itu. Sehingga tangisan Grecia makin kenceng.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Alex. "Kau membuat dia ketakutan," ucap Alex dengan emosi.


"Aku tidak akan membiarkan kau mengambil hak asuh Grecia. Apa kau pikir aku tidak tahu niat jelekmu. Kau pasti akan menjadikan dia pel@cur di klub setelah dia dewasa atau akan kau jadikan simpananmu," ucap Andin.


Mata Alex memerah menahan amarahnya mendengar tuduhan dari wanita itu, tangannya terangkat ingin menampar Andin.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2