
Dita menutup matanya saat menyadari Gafi telah dalam keadaan polos. Baru kali ini dia melihat tubuh telanjang seorang pria.
"Kak Gafi, pakai kimononya lagi. Apa Kakak tak malu?" tanya Dita dengan menutup matanya.
Gafi mengacuhkan perintah istrinya. Dia justru naik ke ranjang dan mencoba membuka mata Dita.
"Sayang, ini malam pertama kita. Aku ingin langsung meminta hakku sebagai suami," ucap Gafi.
"Kita akan lakuin yang begitu?" tanya Dita.
"Yang begitu apa?" Gafi bertanya balik. Dia pura-pura tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Dita.
Wanita itu membuka matanya dan melihat tubuh Gafi yang polos telah berada di atas tubuhnya. Dia merasa jantungnya seakan mau copot.
"Kita akan melakukan hubungan seperti orang-orang yang telah menikah?" tanya Dita lagi.
Gafi tidak bisa menyembunyikan senyumannya lagi melihat Dita yang gugup. Dia menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Istrinya tampak menarik napas.
__ADS_1
Walaupun dia belum pernah pacaran dan menikah, tapi Dita tahu apa yang dimaksud Gafi. Sebagai wanita yang beranjak dewasa dia mengerti semua itu.
Gafi mulai dengan mengecup leher Dita yang putih mulus. Melihat istrinya hanya diam, dia mulai menghisap dan menggigitnya kecil. Dita yang baru pertama kali diperlakukan begitu, menahan napasnya. Dia merasa geli menjalar di seluruh tubuhnya. Seperti ada kupu-kupu beterbangan dalam perut.
Tanpa di minta, Dita melingkarkan tangannya di leher Gafi dan merapatkan tubuhnya hingga dada mereka saat ini berdempet.
Gafi meninggalkan banyak jejak kepemilikan dileher istrinya itu.Dia melepaskan kimono yang melekat ditubuh Dita hingga yang tersisa hanya pakaian dalamnya.
Tanpa mau membuang waktu, Gafi mengecup bibir ranum istrinya yang polos. Dita hanya diam tanpa membalas, begitu juga saat pria itu bermain dengan lidahnya. Sebenarnya Gafi juga tidak pernah melakukan ini, tapi naluri sebagai laki-laki membuatnya tahu, dan dia juga pernah membacanya dari cerita novel online di Noveltoon dengan nama pena mama reni.
Setelah cukup lama bermain dibibir Dita, ciumannya turun keleher. Gafi hanya sebentar bermain di sana, karena telah banyak jejak kepemilikan yang dia buat.
"Kenapa Kak Gafi memandangi seperti itu?" tanya Dita malu.
"Jangan ditutupi. Bentuknya sangat indah," ucap Gafi dengan suara serak. Sepertinya dia telah di puncak napsunya.
Gafi menjauhi tangan Dita dari dadanya. Dia mengecup puncaknya, dan mengisap pelan. Suara yang ditunggu pria itu akhirnya keluar dari mulut sang istri, membuat pria itu tersenyum. Dia ingin memberikan kepuasan buat wanitanya.
__ADS_1
Gafi bersumpah akan membuat gadis ini tidak akan dikatakan gadis lagi mulai malam ini. Dia telah menahan sejak pertama melihat Dita tadi di kamar mandi.
Gafi meghisap pucuk dada Dita secara bergantian. Dia juga meninggalkan banyak jejak kepemilikan disekitar dada gadis itu. .
Ciuman dan kecupan Gafi turun hingga ke perut rata Dita. Dia membuka pakaian dalam wanita itu. Hingga keduanya telah sama-sama polos. Dita tidak bisa menahan suara kenikmatannya. Baru kali ini dia merasakan geli yang mengenakan. Saat ini ciuman Gafi telah sampai kebagian bawah perutnya.
Dita menutupi bagian paling berharga ditubuhnya. Baru kali ini ada orang yang melihatnya. Dia merasa sangat malu.
"Kak, jangan di lihat terus." Dita berkata dengan suara pelan.
"Apakah kamu siap untuk menyerahkan sesuatu yang paling berharga di tubuh kamu untukku malam ini?" tanya Gafi serak.
Dita hanya mengangguk tanpa menjawabnya. Sekarang ataupun malam besok, dia akan tetap menyerahkan untuk suaminya.
"Mungkin di awal akan terasa sakit, aku ingin kamu sedikit menahannya. Namun, jika kamu merasa nggak tahan,katakan saja. Aku akan berusaha melakukan sepelan dan selembut mungkin."
Kembali Dita menjawab dengan hanya mengangguk kepalanya. Jantungnya berdetak semakin kencang.
__ADS_1
"Aku akan mulai. Kamu sudah siap?" tanya Gafi lagi. Dita tersenyum dan mengangguk, hanya itu yang bisa dia lakukan. Sepertinya suara gadis itu hilang karena kenikmatan.
...----------------...