TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 39. Ayah dan Ibu


__ADS_3

Farhan masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Diraihnya tangan Rachel dan digenggam erat.


"Rachel, jangan katakan itu. Kamu tahu'kan jika sesuatu yang (pada dasarnya) halal tetapi sangat dibenci (atau paling dibenci) Allah SWT adalah talak (perceraian).”


"Namun apabila dalam hubungan rumah tangga sudah tidak ada lagi jalan keluar dan solusi, maka perceraian bisa diambil sebagai langkah yang paling akhir. Bukankah itu halal jika dilakukan karena ada sebab akibatnya?" tanya Rachel lagi.


"Rachel, aku tahu selama ini aku sering melukai hatimu, tapi aku mohon pertimbangkan semuanya. Jangan ambil keputusan di saat hati sedang marah."


"Jika Mas sadar telah berkali-kali menyakiti aku, kenapa masih mengulangi terus? Apa karena aku bukan wanita yang kamu cintai sehingga tidak peduli seberapa besar sakit yang aku rasakan karena ucapan dan perbuatanmu. Aku telah harus berpura-pura tersenyum di saat hati ini sakit, Mas!" ucap Rachel penuh penekanan.


Tanpa mereka ketahui, ayah dan ibu telah berdiri di balik pintu. Ayah menahan ibu masuk saat tadi mereka mendengar Rachel meminta cerai. Walau mereka tidak mendengar dari awal.

__ADS_1


"Rachel, maafkan aku. Kita bisa memulai semuanya lagi. Aku akan berusaha menahan ucapan ini," ucap Farhan.


"Percuma, Mas. Telah berulang kali kamu mengucapkan kata maaf tapi tetap saja kamu ulangi semuanya. Untuk apa lagi kita mencoba dari awal, jika akhirnya sudah bisa aku tebak. Selama hati dan pikiranmu hanya pada Andin, aku pasti yang akan tersakit. Bulan madu saja, pikiran kamu dipenuhi Andin, sehingga mengajak teman-temanmu untuk napak tilas tempat kenanganmu dengan wanita itu," ucap Rachel terbata karena menahan sebak di dada.


Dalam bayangannya, pernikahan dan bulan madu itu pasti menyenangkan dan indah seperti di surga. Namun, semua ternyata TAK SEINDAH SURGA. Suami yang dia harapkan akan menuntunnya menuju surga tapi hanya neraka dunia yang dia berikan.


"Mas, kamu mampu berlari dengan menebar senyum, sedangkan aku terpaku tak sanggup memelukmu, karena bagimu keadaanku ini adalah ketiadaan yang tak pernah ada. Mencintai orang yak gak mencintai kita sama dengan memeluk pohon kaktus, semakin erat akan semakin tersakiti. Aku pergi bukan karena tak cinta, tapi karena kau lebih memilih dia. Aku lepaskan kamu dengan Bismillah, aku yakin ini jalan terbaik untuk kita. Setelah kita berpisah, kamu bisa berhubungan dengan Andin tanpa perlu memikirkan keberadaanku," ucap Rachel.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Mata Farhan dan Rachel langsung tertuju ke arah pintu. Keduanya kaget saat melihat siapa yang datang.


Dengan jalan tergesa ibu menghampiri Farhan. Ibu lalu memukul lengan putranya bertubi-tubi membuat Farhan dan Rachel menjadi heran.

__ADS_1


"Katakan pada ibu, apa yang kamu lakukan selama ini sama Rachel? Ibu malu punya anak seperti kamu. Apa kamu tahu artinya pernikahan itu?" tanya Ibu masih terus memukul putranya itu.


Farhan jadi mengerti kenapa ibu memukulnya. Pasti wanita yang telah melahirkan dirinya itu telah mendengar obrolan dia dan Rachel.


Ayah menarik tangan ibu agar menjauh dari Farhan. Tanpa di duga semuanya tangan ayah melayang, menampar pipi putranya itu.


"Kau tahu arti pernikahan itu?" tanya Ayah. Farhan hanya menunduk tanpa berani memandangi kedua orang tuanya.


"Dengarkan baik-baik, pernikahan itu merupakan sesuatu yang luhur dan sakral, bermakna ibadah kepada Allah, mengikuti Sunnah Rasulullah dan dilaksanakan atas dasar keikhlasan, tanggungjawab, dan mengikuti ketentuan-ketentuan hukum yang harus diindahkan. Suami yang menyakiti hati istri akan dibenci oleh Allah SWT dan mendapatkan dosa besar yang membuat tubuhnya ditolak masuk surga. Seorang suami wajib memperlakukan sang istri sebagaimana sikap Rasulullah SAW kepada para istrinya. Kamu harus cam'kan itu. Ayah rasa kamu tahu semuanya, tapi otakmu menolak kebenaran itu hanya karena cinta butamu!" ucap ayah dengan penuh penekanan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2