
Satu bulan telah berlalu, sidang cerai Andin telah diputuskan. Seminggu yang lalu Andin dan Dodi memutuskan untuk melakukan tes DNA.
Kenapa baru sekarang mereka melakukannya, karena Grecia masih tinggal di rumah Alex. Pria itu belum mengembalikan Grecia sejak membawanya pergi.
Andin dan Dodi telah berada di ruang praktik dokter menantikan hasil dari tes itu. Andin telah yakin jika Dodi adalah ayah biologis putrinya. Grecia juga mereka bawa. Grecia telah di minta memanggil Papi sama Dodi.
Dokter masuk dengan memberikan senyuman untuk kedua orang itu. Dia langsung duduk dihadapkan mereka. Setelah berbasa-basi Dokter itu langsung ke tujuan.
"Begini Bapak Dodi, dan ibu Andin, berdasarkan serangkaian tes yang telah kita lakukan, hasi akhirnya adalah, negatif. Bapak Dodi bukan ayah biologis dari putri Ibu," ucap Dokter Mila pelan dan dengan senyuman tipis.
Senyuman di wajah Andin hilang seketika mendengar ucapan dokter itu. Begitu juga yang dirasakan Dodi, tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
__ADS_1
Andin dan Dodi telah berencana akan menikah demi Grecia. Bukankah mereka juga telah berpisah dari pasangan masing-masing.
Dodi tampak syok, langsung bersandar ke kursi sebagai penopang tubuhnya yang terasa lemah. Dia telah yakin jika Grecia adalah putrinya, jadi saat ini Dodi merasa tertampar dengan kenyataan ini.
Dodi memandangi Andin yang tiga tampaknya sangat syok dengan apa yang Dokter itu katakan. Jika bukan Dodi ayah biologis anaknya, lalu siapa? Pertanyaan yang Andin ajukan untuk dirinya sendiri.
"Apa Dokter tidak salah? Pasti ada kekeliruan dengan semua ini. Aku yakin sekali jika ayah biologis anakku adalah Dodi," ucap Andin dengan terbata.
Kenyataan yang Andin dengar saat ini seperti melulu lantahkan tubuhnya. Semua persendian tubuhnya terasa hancur.
Setelah sepuluh menit berlalu dengan keheningan, akhirnya Andin dan Dodi pamit. Mereka berdua hampir ke kafe yang berada tidak jauh dari rumah sakit.
__ADS_1
Andin memeluk tubuh putrinya dengan erat. Rasanya tidak percaya dengan kenyataan yang baru dia dengar. Jika Dodi bukanlah ayah biologis dari putrinya.
"Apa yang harus aku lakukan, Dodi. Aku rasanya tidak percaya dengan apa yang terjadi. Bagaimana mungkin, kau bukan ayah biologis Grecia. Aku yakin ini salah. Apa kita harus mengulang melakukan tes ini lagi?" tanya Andin.
"Seandainya hasil yang kita dapat tetp menyatakan jika Grecia bukan darah dagingku bagaimana? Coba kamu ingat, pria mana yang telah tidur denganmu?" Dodi balik bertanya.
"Kamu pikir aku ini pel*cur yang tidur dengan banyak pria? Aku memang pernah melakukan dengan pria lain, tapi aku yakin bukan dia. Kami melakukan dengan pengaman karena dia juga takut jika aku hamil. Saat ini pun pria itu tidak tinggal di Indonesia. Dia seorang pengusaha. Aku pikir akan dapat menjeratnya dan menjadikan aku istrinya, tapi dia mengatakan jika hubungan kami hanya sebatas teman ranjang," ucap Andin pelan.
Andin teringat saat dia sering ke klub malam. Dia sengaja lakukan itu untuk menjerat pria agar dapat menikah dengan pengusaha dan merubah nasibnya.
Dodi langsung teringat Yuni. Jika saja Andin tidak datang lagi ke tengah kehidupannya, pasti saat ini mereka dia telah berbahagia dengan pernikahannya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Andin teringat dengan ayah angkatnya. Setiap memaksa Andin melayani napsunya, pria itu tidak pernah menggunakan pengaman. Apa mungkin dialah ayah biologis putrinya? Tanya Andin dalam hatinya.
...----------------...