
Rachel yang terbangun di tengah malam tiba-tiba merasakan dadanya sesak. Dia teringat kedua mertuanya. Walau pertemuan mereka hanya sekejap tapi dia begitu memyayangi orang tua suaminya itu.
Rachel mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi kedua orang tua Farhan, tapi ponsel mereka tidak ada yang aktif. Akhirnya Rachel memutuskan mengambil wudu untuk mengerjakan solat malam, mendoakan kedua mertuanya.
"Ya Allah, Engkaulah yang maha melihat dan mengetahui keadaan kedua mertuaku, jika Engkau melihat kedua orang itu dalam keadaan berdosa, maka ampunilah semua dosa-dosa mereka. Jika Engkau melihat dia dalam keadaan bersedih, maka gembirakan hati mereka. Jika mereka sedang bergembira, maka sempurnakanlah kegembiraan mereka. Jika mereka sedang sakit, maka sembuhkanlah penyakit mereka. Jika dia bimbang, jauhkanlah kebimbangan mereka. Jika dia letih maka sampaikanlah berita gembira kepadanya tentang ganjaran yang sangat besar. Ya Allah sayangilah mereka seperti menyayangiku. Aku rindu mereka, sampaikan rinduku. Semoga semua baik-baik saja."
Setelah membaca doa, Rachel mencoba memejamkan matanya. Tampak kegelisahan. Hingga subuh Rachel belum juga dapat memejamkan mata. Wanita itu bangun, dan melaksanakan solat. Habis solat barulah dia dapat memejamkan matanya.
Sinar matahari yang masuk melalui celah jendela membuat Rachel terbangun. Sayup-sayup Rachel mendengar suara orang mengobrol. Dipakainya jilbab dan cadar. Lalu Rachel membuka pintu kamar sedikit, mengintip siapa yang datang.
Seorang wanita paruh baya yang berpenampilan rapi tampak sedang bicara dengan bibi penjaga villa ini. Rachel masuk ke kamar sebentar, membasuh wajahnya barulah keluar lagi menemui kedua wanita itu.
"Assalamualaikum, Bi, Bu!" sapa Rachel dengan tersenyum.
Ibu yang bersama dengan bibi itu memandangi Rachel dengan intens. Dia menatap dari atas kepala hingga ujung kaki.
"Ini Bu, yang namanya Mbak Rachel. Yang saya katakan tadi," ucap Bibi menunjuk ke arah Rachel.
Rachel mengulurkan tangannya dan disambut wanita itu dengan menyebutkan namanya Ibu Dara. Dia lalu mengajak Rachel duduk di sofa yang ada diruangan itu. Ibu itu mengenalkan dirinya sebagai mama dari Reno.
__ADS_1
"Maaf Bu. Aku nggak tahu jika ibu orang tuanya Kak Reno," ucap Rachel. Wanita itu merasa tidak enak karena dia ketiduran sehabis solat subuh tadi.
"Tidak apa, sekarang sudah kenal 'kan?" tanya Ibu Dara.
"Iya, Bu," jawab Rachel singkat.
"Kamu pasti heran dan kaget mengetahui kedatangan Ibu saat ini?" tanya Ibu Dara. Rachel hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Ibu mendengar dari seseorang jika Reno membawa seorang wanita ke villa ini. Untuk memastikan semua itu, ibu sengaja datang ke sini. Ibu pikir wanita yang bersama Reno itu bukan berpenampilan seperti kamu. Terus terang ibu kaget saat tadi melihat kamu," ucap Ibu Dara.
Rachel hanya diam, belum paham apa maksud kedatangan mamanya Reno.
Rachel menarik napas dalam. Selalu saja penampilan yang menjadi tolak ukur seseorang Berpakaian terbuka identik dengan perempuan nakal. Berpakaian tertutup juga berarti harus menutup diri hanya di rumah saja, tidak boleh bergaul.
"Maaf Bu, aku belum mengerti maksud Ibu. Jika aku pergi dengan Kak Reno, kami juga menjaga jarak. Kami juga tidak tidur satu atap, Kak Reno tidur di villa sebelah," ucap Rachel dengan lembut.
"Tetap saja pandangan orang yang melihat akan kurang baik. Seolah dia sedang membawa sembunyi wanita saja!" ujar Ibu Dara.
Kembali Rachel menarik napas dalam. Tenggorokannya terasa kering. Pasti Ibunya Reno telah salah paham.
__ADS_1
"Bu, rencananya aku cuma menumpang di sini selama seminggu sebelum mendapatkan pekerjaan saja," ucap Rachel.
"Orang tua kamu tinggal di mana?" tanya Ibu Dara.
"Sudah meninggal, Bu."
"Oh maaf. Jadi sebelum menginap di sini kamu tinggal di mana?" tanya wanita itu lagi.
"Dengan suamiku!" ucap Rachel pelan, tapi itu masih dapat ditangkap telinga dan didengar oleh Ibu Dara. Tampak keterkejutan di wajah Ibu Dara.
"Jadi kamu telah bersuami. Apakah kamu di bawa kabur Reno?" tanya Ibu Dara kaget.
"Bukan, Bu. Aku sedang ada sedikit masalah dengan suami. Karena tidak ada orang tua dan tempat berlindung lagi, aku minta bantuan Kak Reno," ucap Rachel.
Kali ini tampak ibu yang menarik napas. Pandangannya tidak lepas dari Rachel.
"Ini sama saja kamu melibatkan Reno dalam masalah rumah tanggamu. Seandainya suami kamu tahu, pasti dia akan menuduh Reno membawa kabur kamu. Maaf, Rachel. Ibu tidak suka dan tidak setuju dengan cara Reno ini!" ucap Ibu Dara tegas.
...----------------...
__ADS_1