TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 49 S2. Jalan-Jalan


__ADS_3

Pagi ini Gafi mengajak tunangannya pergi jalan sebelum mereka melakukan foto prewedding minggu depan. Dia melihat Dita sedikit tegang menghadapi pernikahan mereka.


"Mau kemana kita, Kak?" tanya Dita setelah mobil melaju dengan cepat berlawanan arah dengan rumahnya.


"Kawin lari."


"Kak Gafi!" Dita memukul lengan kekasihnya itu, mendengar jawaban dari pria itu.


"Canda Sayang, cuma jalan-jalan sebentar ke aquarium, maukan?" tanya Gafi sambil tetap konsentrasi menyetir.


Dita lantas menganggukkan kepalanya, terlebih sudah lama dia tidak berkunjung ke aquarium manapun, padahal dia salah satu pencinta laut.


Senyuman Gafi mengembang melihat senyuman Dita. Tangan pria itu bergerak untuk mengenggam tangan kekasihnya. Mengecup beberapa kali sambil melajukan mobil dengan sebelah tangannya.


Setelah berkendara cukup lama dan tentu saja lumayan jauh, akhirnya mereka telah sampai di aquarium yang sering Dita kunjungi dulu.


"Silahkan ratuku!" Gafi mengayungkan tangannya setelah berhasil membuka pintu mobil, hal itu membuat Dita melupakan sejenak rasa kekuatirannya yang akan menghadapi pernikahan mereka.


Dita meraih uluran tangan Gafi lalu mengikuti langkah kekasihnya memasuki Aquarium yang telah dihuni banyak orang berlalu lalang. Entah akan pergi atau baru saja datang seperti dirinya. Mata Dita berbinar sempurna setelah berhasil memasuki Aqurium dan seperti berjalan didasar laut bersama Gafi.


"Indah dan cantik banget," puji Dita dengan suara lembutnya.


"Hm, secantik gadis yang aku genggam tangannya selama ini." Gafi mengecup tangan sang kekasih.

__ADS_1


Pipi Dita memerah mendengar gombalan pasaran dari Gafi, mungkin karena sudah lama dia tidak jalan-jalan seperti ini. Dulupun jika jalan, pasti bersama Axel. Gafi menghentikan langkahnya tepat di depan terumbu karang dengan berbagai ikan mengerumuni.


Gafi menggenggam tangan Dita dan tersenyum tulus. Mengecup kening Dita di depan semua orang dan membawanya lebih masuk lagi ke Aquarium untuk melihat-lihat jenis ikan lainnya.


"Ikan mas, Dita. Kalau kita tangkap terus jual bakal dapat uang banyak!" seru Gafi menunjuk ikan setengah kuning.


"Ish garing banget deh!" ujar Dita. Gafi tertawa mendengar ucapan sang gadis.


Hingga sore mereka berada di akuarium. Tampak kebahagiaan terpancar dari wajah Dita. Gafi memang sengaja membawanya jalan-jalan agar sang gadis tidak stres memikirkan pernikahan mereka bulan depan.


Gafi mengajak Dita ke salah satu butik dan membeli pakaian untuk ganti. Ke hotel buat mandi dan berganti baju saja. Setelah itu langsung membawa gadisnya ke pasar malam yang ada di sudut kota agak terpencil.


Gafi mengendarai mobilnya menuju lokasi. Semua itu atas rekomendasi dari salah satu temannya. Temannya itu berkata, pasar malam akan mengingatkan seseorang pada masa kecilnya. Pasti akan membuat seseorang bahagia.


Disinilah Gafi dan Dita berada. Ternyata apa yang temannya katakan itu ada benarnya. Gadis itu tersenyum semringah begitu menyadari kekasihnya membawa dia ke pasar malam.


"Nih, Sayang." Gafi menyerahkan kembang gula yang dia beli.


Dita menerima kembang gula tersebut dengan senang hati dan melanjutkan melihat-lihat sekitar bersama kekasihnya. Gadis itu berjalan lambat dibelakang Gafi, sampai sang pria berhenti mendadak yang membuat dia otomatis menabrak punggungnya.


Gafi membalikkan badannya dan memakan kembang gula yang ada ditangan Dita, membuat empunya cemberut karena kembang gulanya berkurang.


"Jangan cemberut, nanti kalah manis dari kembang gulanya. Saat pulang, aku beli yang banyak untukmu," ucap Gafi. Sang gadis mencubit lengan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Kita naik biang lala yuk!" ajak Gafi pada kekasihnya saat melihat banyaknya antrean.


"Aku takut ketinggian," jawab Dita singkat hendak mencari tempat lain untuk mengalihkan permintaan Gafi.


Namun, bukan Gafi namanya kalau dia tidak keras kepala. Dia dengan sengaja membopong Dita di depan umum yang membuat semua orang menatap cengir ke arah mereka berdua, sedangkan sang gadis hanya menutup matanya karena dia yakin kini pipinya sudah memerah dibuat pria itu.


Setelah memesan tiket di loket, Gafi segera naik bersama Dita ke biang lala tersebut. Gadis itu masih belum membuka matanya entah karena malu atau takut karena faktanya biang lala tersebut sudah bergerak.


"Sayang, buka matanya," pinta Gafi yang membuat Dita membuka matanya pelan.


"Ah!" teriak Dita langsung memeluk lengan Gafi karena takut.


"Gausah takut, ada aku. Lagian aku nggak bakal bikin kamu jatuh kok," ujar Gafi berusaha menangkan kekasihnya itu.


Gafi juga beberapa kali menyodorkan kembang gula yang masih tersisa, dan langsung di makan Dita untuk mengurangi rasa takutnya. Malam itu mereka habiskan dengan menikmati permainan biang lala yang entah sudah berapa kali putaran dan membuat sang gadis tambah gemetar.


Dita sudah bersumpah bahwa ini pertama dan terakhir kalinya dia mencoba permainan ini, sedangkan Gafi hanya tertawa melihat reaksi kekasihnya yang sangat ketakutan. Begitu turun dari bianglala, sang gadis mencari bangku dan duduk untuk menenangkan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat karena masih takut.


Gafi mengecup pucuk kepala gadis itu, tidak peduli banyaknya orang. Dia yang berdiri dihadapan Dita memeluknya dalam dekapan dada.


"Apa kamu benar-benar takut, Sayang? Aku hanya ingin kamu terhibur. Maafkan aku, ya?" ucap Gafi dengan penuh penyesalan.


Dita mengerti maksud kekasihnya itu hanya untuk menghiburnya. Dia membalas memeluk pinggang Gafi untuk menetralkan jantungnya.

__ADS_1


Setelah merasa Dita cukup tenang, Gafi mengajaknya kembali pulang. Jarak tempat ini kerumah cukup jauh sekitar 90 menit. Besok lusa mereka harus ke luar kota juga untuk foto preweding.


...----------------...


__ADS_2