
Dita dan Gafi saat ini sedang di jalan. Supir melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Mereka menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan pada kandungan Dita.
Sampai di rumah sakit Gafi lalu mendaftarkan nama istrinya Dita. Setelah menunggu setengah jam, nama Dita di panggil dan dia masuk ke ruang pemeriksaan.
Dita duduk tegak di kursi dokter kandungan. Tangannya menggenggam erat tangan suaminya, Gafi. Kedua pasangan muda itu memandang seri pada layar yang menunjukkan gambar bayi dalam kandungan Dita.
"Saya melihat ada dua bayi di sini," kata dokter kandungan tersebut dengan tenang.
Dita dan Gafi saling pandang, terkejut dengan kabar yang baru saja mereka terima. Dita merasa sedikit takut, sedangkan Gafi sangat bahagia.
"Dua?" Ucap Gafi mengulangi kata-kata dokter tersebut.
"Iya, kembar," jawab sang dokter.
Dita tidak dapat mengucapkan apa-apa. Ia hanya melihat dengan heran pada gambar bayi kembar di layar monitor yang ada di depannya. Di dalam hatinya, Dita senang dan khawatir sekaligus.
Gafi memeluk Dita erat dan berkata, "Anak-anak kita kembar, Dita. Kamu bahagia, bukan?"
Dita mengangguk lemah. "Ya, tapi aku takut, Kak. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada salah satu dari mereka, atau bahkan keduanya?"
Gafi menepuk-nepuk tangannya di pangkuan Dita. "Kita harus selalu membayangkan hal yang baik-baik saja, Sayang. Kita akan selalu berdoa untuk kesehatan mereka."
Dokter kandungan itu tersenyum. "Semua akan baik-baik saja, asalkan kamu menjaga kesehatanmu, Bu Dita. Biasanya, ibu hamil kembar memang lebih berat bebannya. Oleh karena itu, kamu harus sering istirahat dan makan makanan yang sehat."
Dita kembali mengangguk. Ia tahu sekarang tanggung jawabnya lebih besar. Pandangannya kembali pada gambar bayi kembar di layar, ia merasa takjub.
"Kamu akan merasa begitu bangga melihat mereka nanti, Bu Dita," kata dokter kandungan itu sambil mencetak beberapa lembar foto bayi dalam kandungan.
Gafi tersenyum lebar. "Ayo, kita harus segera berbagi kabar ini juga dengan keluarga kita. Pasti semua akan bahagia mendengar semua ini."
__ADS_1
Setelah menjelaskan jika kandungan Dita dan dirinya juga sehat, dokter juga mengizinkan untuk berhubungan badan asal ibu tidak dalam keadaan stres. Tadi Gafi sempat menanyakan tentang hubungan badan dengan dokter.
Ibu yang hamil bayi kembar sebenarnya tidak dilarang untuk melakukan hubungan seksual. Namun, ibu perlu berhati-hati agar tidak mengalami kontraksi, sehingga bayi lahir lebih cepat dari waktunya.
Setelah selesai pemeriksaan, keduanya berjalan menuju apotek di rumah sakit. Gafi lalu menebus vitamin yang diberikan untuk Dita. Setelah itu Gafi meminta supir menuju rumah makan Padang yang cukup ternama. Dia memesan banyak makanan khas Padang kesukaannya.
Gafi makan dengan lahap semua hidangan yang ia suka. Dita cuma makan dengan rendang. Pria itu melihat sang istri kurang berselera makan, menghentikan suapannya.
"Sayang, kamu tak makan?" tanya Gafi.
"Ini aku makan," jawab Dita.
"Tapi kenapa kurang selera gitu. Apa tak enak? Kamu mau apa? Nanti aku cari sampai dapat yang kamu inginkan."
"Aku tak ingin apa-apa, Kak. Aku emang kurang ada selera makan aja."
"Tapi kamu harus makan lebih banyak dari biasanya. Saat ini ada dua nyawa dalam rahimmu," ucap Gafi merayu.
"Ya, udah. Kamu makan sebisanya aja. Atau mau aku suapin?" tanya Gafi.
"Tak usah. Kakak lanjutkan aja makannya."
"Sambil pulang, kita mampir ke kafe es krim," ucap Gafi membujuk. Dia tahu istrinya itu tidak bisa menolak apa pun dalam bentuk es krim.
Setelah makan, Gafi mampir ke kafe es krim dan membeli banyak es krim untuk Dita. Setelah itu meminta supir melajukan mobil menuju rumah kediaman kedua orang tuanya. Dia ingin berbagi kebahagiaan dengan mama dan papanya.
Sampai di rumah kediaman orang tua Gafi itu, mereka langsung menuju ruang keluarga, tempat favorit orang tuanya bersantai.
"Aku punya kabar baik untuk mama dan papa, kalian pasti sangat senang jika mendengarnya."
__ADS_1
"Kabar apa, Nak?" tanya Mama Alya.
"Saat ini di dalam perut Dita ada dua calon bayiku," ucap Gafi sambil mengusap perut Dita
"Apa ...? Jadi Dita mengandung bayi kembar?" tanya Mama Alya.
"Iya, Ma," jawab Gafi dengan riang.
"Alhamdulillah, nanti setelah kehamilan memasuki empat bulan, kita akan merayakannya," ucap Mama Alya bahagia.
**
Di tempat lain, Axel dan Syifa sedang memeprsiapkan berkas untuk kepindahan kuliah Syifa ke kampus tempat Axel kuliah. Pria itu ingin mereka satu kampus.
"Kalau aku tetap kuliah di tempat semula bagaimana, Xel?" tanya Syifa.
Dia ingin tetap kuliah di tempat semula. Bukankah hanya tersisa tiga semester saja. Mereka bisa bertemu sabtu minggu. Syifa tetap di rumah orang tuanya.
"Aku tidak ingin kita LDR. Kita harus selalu bersama agar bisa memupuk rasa cinta ini. Bukankah cinta itu akan makin tumbuh jika kita sering bersama?" tanya Axel.
Antara Axel dan Syifa sadar jika keduanya masih perlu menumbuhkan rasa sayang dan cinta di antara mereka. Pernikahan keduanya atas ide dari Rachel setelah melihat kedekatan keduanya. Rachel ingin Axel bisa melupakan Dita.
Saat Axel menyatakan rasa sukanya, Syifa juga sempat ragu sehingga dia mengatakan ingin bukti. Jika memang Axel serius dia tidak ingin pacaran, Syifa ingin seperti Dita yang langsung menikah. Gayung bersambut, Axel langsung melamarnya.
"Jika memang itu menurut kamu yang terbaik, sebagai istri aku ikut saja," jawab Syifa malu. Axel lalu mengacak rambut wanita itu dan mengecupnya.
Kita pasti sering mendengar kata-kata ini, Witing tresno jalaran soko kulino artinya kurang lebih adalah "cinta hadir karena terbiasa". Ini adalah sebuah ungkapan percintaan dalam bahasa Jawa yang populer.
Kata-kata ini mengumpamakan bahwa dalam sebuah hubungan antar dunia manusia, rasa cinta di antara keduanya dapat muncul karena terbiasa. Baik terbiasa bersama-sama, terbiasa menghabiskan waktu berdua, terbiasa bertemu, terbiasa mengobrol, dan lainnya.
__ADS_1
Axel ingin dengan seringnya mereka bersama rasa cintanya pada sang istri makin tumbuh subur. Berharap pernikahannya dengan Syifa akan selamanya.
...----------------...