TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 43. Butuh Istirahat


__ADS_3

Farhan mendekati Rachel yang sedang membuat es sirup untuk tamunya. Dia membantu Rachel dengan mengambil kue bolu yang ada di dalam kulkas.


"Kamu seharusnya jangan langsung marah begitu, Chel. Mereka'kan nggak tahu jika kamu baru pulang dari rumah sakit. Lagi pula aku yakin semua yang mereka ucapkan itu hanya becanda, jangan masuk ke hati," ucap Farhan pelan. Dia takut nanti Rachel marah juga dengannya.


"Ngomong juga sama mereka jika aku tadi hanya becanda. Jangan masuk ke hati," ucap Rachel.


"Rachel, maafkan temanku jika memang kata-kata mereka menyakitkan kamu," ucap Farhan lagi.


"Maaf, Mas. Yang bersalah itu bukan kamu, kenapa kamu yang harus minta maaf. Setahu aku, jika kita bersalah dengan seseorang, orang yang bersangkutan yang harus minta maaf, bukan diwakili," ujar Rachel dengan suara ditinggikan.


Rachel sengaja mengatakan dengan suara lantang agar temannya Farhan mendengar. Farhan menarik napas dalam. Heran dengan sikap Rachel. Biasanya wanita itu sangat lemah lembut.


Farhan memandangi wajah Rachel dengan intens. Dibalas dengan wanita itu. Dia juga menatap wajah suaminya itu dengan intens. Rachel tahu, semua ini salah. Dia sama saja melawan.


"Kenapa memandangi aku seperti itu?" tanya Rachel.


"Kamu berbeda dari Rachel yang aku kenal!" ucap Farhan.


"Rachel yang dulu telah mati," ucapnya.


"Istiqfar Rachel. Kenapa bicara begitu."

__ADS_1


Tanpa peduli ucapan Farhan, Rachel membawa minuman dan kue itu ke ruang keluarga di mana teman semuanya berkumpul. Melihat Rachel yang sedikit keberatan, Reno langsung berdiri. Dia mengambil baki yang berisi minuman itu.


"Seharusnya kamu tidak perlu repot begini. Bukannya kamu baru pulang dari rumah sakit?" tanya Reno.


"Melayani tamu dengan baik itu juga merupakan kewajiban sebagai muslim, Kak," jawab Rachel.


Farhan yang berada di belakang Rachel heran mendengar sapaan Rachel pada Reno. Bukankah sebelumnya wanita itu menyebut Mas, pikir Farhan.


"Maaf semuanya. Aku tidak bisa berkumpul dengan kalian. Aku baru saja pulih dari sakit. Aku pamit ingin beristirahat," ucap Rachel.


"Berarti kedatangan kami tidak tepat dan sangat mengganggu?" tanya Dodi.


Sebelum menjawab pertanyaan Dodi, Rachel tersenyum. Menarik napas dalam. Memandangi pria itu dengan intens.


"Terus terang saja, Rachel. Kamu merasa terganggu dan tidak senang atas kehadiran kami," ucap Andin sambil menggendong putranya.


"Aku senang karena kalian sudi bertamu untuk menjalin siraturahmi. Tapi ingat waktu, karena aku butuh istirahat," ucap Rachel.


"Kamu mengusir?" tanya Yuni kali ini.


"Bukan mengusir Mbak, tapi mengingatkan agar bertamu itu ingat waktu dan kondisi," ucap Rachel.

__ADS_1


Reno tampak tersenyum melihat keberanian Rachel membantah setiap ucapan teman-temannya. Tidak seperti di Villa, wanita itu hanya menerima saja.


"Rachel, kenapa bicara begitu? Mereka tamu kita. Kamu pasti sudah diajari Ustadzah untuk memuliakan tamu itu wajib," ucap Farhan.


"Apa Mas lupa hadits ini, dari Abu Musa Al-Asy'ary radhiallahu'anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertutur, 'Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!" ucap Rachel.


(Hadits shahih .HR. Bukhari, no.5891 dan Muslim, no.2153)


"Sebaiknya kita emang pulang. Rachel baru pulih dan pulang dari rumah sakit. Seperti katanya, dia butuh istirahat. Kita memang bertamu di waktu yang tidak tepat," ucap Reno.


"Orang sakit itu biasanya senang jika dijenguk!" ucap Mia.


"Kalian jangan pergi. Tetap saja di sini. Menginap juga pasti diizinkan Mas Farhan. Jika kalian pulang, suamiku pasti akan marah. Aku pamit," ucap Rachel. Setelah berkata begitu, dia berjalan meninggalkan mereka.


"Sebaiknya kita pergi. Istri Farhan tidak suka dengan kehadiran kita. Ucapannya tajam banget," ujar Andin.


Dia berdiri diikuti Yuni dan Mia. Farhan lalu mendekati mereka.


"Jangan tersinggung. Biasanya Rachel juga tidak begini. Mungkin masih lelah dan capek karena baru pulang dari rumah sakit. Kalian tetap saja di sini. Aku ke kamar sebentar," ucap Farhan.


Dia langsung mengambil langkah seribu menuju kamar. Ada yang ingin Farhan katakan pada istrinya itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2