TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 80. Bertemu


__ADS_3

Yuni dan kedua teman wanitanya hanya diam, begitu juga Dodi. Mereka larut dengan pikirannya masing-masing. Belum ada yang membuka suara.


Setelah lima belas saling diam, akhirnya Yuni buka suara, berbarengan dengan Andin.


"Yuni ...," ucap Andin.


"Aku ...," ucap Yuni berbarengan dengan Andin.


Mereka berdua jadi saling bertatapan. Yuni memandangi Andin dengan pandangan yang mematikan.


"Kamu duluan yang bicara," ujar Andin.


"Tidak ada yang ingin aku bicarakan. Bukankah kalian yang memaksa aku datang," ucap Yuni sedikit ketus.


"Yun, kenapa akhir-akhir ini kamu menghindari aku dan Mia. Kamu juga memblokir nomor kami. Bisa kamu jelaskan penyebab perubahan ini?" tanya Andin dengan berhati-hati.


Bukannya menjawab pertanyaan Andin, wanita itu malah menatap ke arah Dodi, membuat pria itu jadi salah tingkah dan menunduk.


"Tidak ada yang salah, aku hanya sedang ingin menyendiri. Kamu bisa tanyakan dengan Dodi, bahkan aku juga membatalkan pernikahan kami yang akan berlangsung bulan depan. Itu semua karena aku lagi ingin sendiri," ucap Yuni.

__ADS_1


"Jangan pura-pura, Yun. Katakan saja yang sebenarnya!" ucap Mia.


Bukannya menjawab pertanyaan Mia, Yuni malah tertawa. Itu semua berhasil membuat teman dan kekasihnya memandang ke arah dirinya.


"Yang berpura-pura aku apa kamu. Aku merasa tidak pernah membohongi kalian. Aku tidak pernah berpura-pura jadi sahabat. Aku selama ini tulus berteman dengan kalian. Tapi ternyata ketulusanku kalian balas dengan pengkhianatan!" ucap Yuni lantang.


Suara Yuni yang cukup besar itu menarik perhatian pengunjung lainnya. Namun, wanita itu sepertinya tidak peduli. Dia bahkan melanjutkan ucapannua dengan suara yang masih tetap sama, besar dan lantang.


"Aku sekarang baru tahu siapa sebenarnya kawan dan siapa lawan. Yang ku anggap teman ternyata musuhku. Dan yang ku anggap musuh sebenarnya adalah sahabat," ucap Yuni dengan suara yang penuh emosi.


Tidak dapat dipungkiri perasaan sakit, sedih dan kecewa menyelimuti hati saat kalian mengetahui penghianatan dari teman sendiri. Sosok teman yang begitu dekat dan akrab dengan kalian tiba-tiba menjadi penghianat yang bermuka dua. Apa lagi jika pengkhianatan itu juga dilakukan kekasih kita, pasti terasa sakit bagai hari ditusuk belati.


"Apa kamu tidak bisa bicara dengan pelan? Lihatlah semua mata pengunjung saat ini tertuju pada kita," ucap Mia.


Andin hanya diam, tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Apakah masih pantas aku bicara baik-baik pada musuhku," ucap Yuni


Tanpa di duga Mia memukul meja setelah mendengar ucapan dari Yuni. Wajahnya memerah menahan amarah.

__ADS_1


"Cukup, aku sudah muak berbasa-basi. Mungkin dugaan kami betul, kamu telah mendengar ucapanku. Kamu telah tahu tentang Grecia. Terus apa yang kamu inginkan? Aku tahu semua ini salah karena kami menutupi darimu. Namun, kau tidak bisa menyalahkan Andin. Dia tidak pernah mengkhianati kamu!" ucap Mia.


"Kadang antara teman dan musuh itu beda tipis, ada kalanya dia mendukung semua yang kau lakukan namun ada kalanya dia justru menusukmu dari belakang. Aku benci orang bermuka dua. Sulit memutuskan muka mana yang harus kutampar terlebih dahulu," ucap Yuni lagi.


Melihat keadaan yang makin memanas, Dodi akhirnya bersuara. Dia tidak ingin nantinya mereka diusir karena melakukan keributan.


"Semua salahku, Yuni. Seharusnya aku jujur dari awal. Tapi apa yang Mia katakan itu ada benarnya. Andin tidak pernah mengkhianati kamu. Kami tidak ada hubungan saat ini. Itu semua hanya masa lalu. Yang kami khianati sebenarnya adalah Farhan. Jadi aku mohon padamu, maafkan semua kesalahanku," ucap Dodi.


Yuni berdiri dari duduknya. Mendekati Dodi dan tanpa di duga, dia menampar pipi Dodi.


"Enak sekali kau berkata semua ini bukan salah Andin, jadi salah siapa? Salahku karena menuduh Andin berkhianat? Jika Farhan yang begitu mencintai Andin dan begitu baiknya padamu, bisa kalian khianati apa lagi aku nantinya. Di tambah lagi ada anak di antara kalian. Sekali pengkhianat akan tetap pengkhianat!" ucap Yuni.


Wanita itu lalu berjalan meninggalkan kekasih dan kedua sahabat wanitanya itu. Baru beberapa langkah, dia berbalik.


"Aku bersyukur kau menghianatiku. setidaknya aku tahu seperti apa rupa manusia yang pandai berpura-pura," ucap Yuni dengan kekasihnya itu. Setelah itu dia kembali melangkahkan kakinya.


Susah sekali mempercayai orang lain ketika seseorang yang kamu percaya pada akhirnya justru menghianatimu.


Padahal saat di depan kalian sosoknya begitu baik dan selalu memberikan support. Namun jauh dari itu rupanya mereka telah berubah menjadi teman penghianat dan munafik. Seketika saat menjumpai kondisi tersebut kalian merasakan marah, kecewa, dan sedih. Terlebih jika mereka tidak menyadari kesalahannya dan justru jadi sosok bermuka dua.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2