TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 37. Rumah Sakit


__ADS_3

Rachel langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya. Farhan mengedor pintu sambil memanggil nama istrinya itu.


"Rachel buka pintunya. Aku minta maaf, Chel. Keluarlah! Kamu boleh melakukan apa saja padaku, aku mohon keluarlah!" teriak Farhan.


Rachel masuk ke bathtub dan menghidupkan air kran hingga tubuhnya tenggelam. Rachel menenggelamkan kepalanya ke dalam bathtup itu.


"Ibu, aku kangen pelukanmu. Ayah, aku juga rindu dekapan hangatmu. Sejak kepergian kalian berdua, dunia tidak indah lagi. Tidak ada yang benar-benar mencintaiku. Ayah, ibu, aku lelah. Capek. Aku ingin pulang kepangkuan kalian. Tolong jemput anakmu ini. Aku ingin berkumpul denganmu. Maafkan aku Tuhan, aku sudah lelah. Aku ingin istirahat," ucap Rachel sebelum menenggelamkan seluruh tubuhnya.


Sementara itu, Farhan menunggu Rachel membukakan pintu dengan duduk di tepi ranjang. Dia memukul dahinya. Menyesali ucapannya itu.


Setengah jam tidak ada tanda Rachel keluar dari kamar mandi, membuat Farhan makin gelisah. Dia lalu berdiri dan mengetuk pintu kamar mandi sambil mengedor pintunya keras.


"Rachel, buka pintunya. Jika kamu tidak juga membukanya, akan aku dobrak!" teriak Farhan.


Tidak mendapatkan respon apa pun dari dalam, Farhan mendorong pintu itu dengan kuat. Perasaannya mulai tidak tenang. Kembali dia menendang hingga pintu terbuka.


Pandangan Farhan langsung tertuju ke bathtup yang airnya telah bewarna merah. Pria itu kangusng berlari.

__ADS_1


"Rachel ...," teriak Farhan.


Dengan cepat mengangkat tubuh istrinya yang mulai kaku. Tanpa pikir panjang, Farhan langsung menggendong dan mengambil kunci mobil.


"Rachel apa yang kamu lakukan," ucap Farhan memeluk erat tubuh istrinya itu, berharap segera sadar.


Dengan berlari Farhan keluar dari lift menuju mobilnya. Dia lalu melajukan dengan kecepatan tinggi setelah Rachel ditidurkan di kursi belakang.


Sampai di rumah sakit, dengan berlari Farhan masuk ke ruang IGD. Tubuh istrinya yang mulai dingin membuat Farhan takut.


Dokter meminta tubuh Rachel dibaringkan di tempat tidur. Setelah itu Dokter dan perawat langsung melakukan tindakan pertolongan pertama. Memasang oksigen karena tampaknya pasokan oksigen di tubuh Rachel mulai berkurang akibat paru-paru yang telah dimasuki air.


Farhan menunggu dengan kuatir di luar ruangan. Tidak pernah mengira Rachel akan melakukan tindakan seperti saat ini.


Setengah jam kemudian dokter keluar dari ruang perawatan. Farhan langsung berdiri dan menghampirinya.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Farhan dengan gemetar.

__ADS_1


"Masa kritisnya telah berlalu. Bersyukur cepat diketahui. Air yang masuk ke paru-paru belum banyak. Yang membuat dia lemah, karena darah yang mengucur begitu banyak dari luka di tangan," ucap Dokter.


"Lakukan apa pun yang terbaik untuk istri saya, Dok!" pinta Farhan.


Dokter lalu meminta Farhan mengurus administrasi untuk rawat inap. Setelah melakukan tindakan pertolongan, Rachel akan dipindahkan ke ruang rawat inap.


Farhan lalu menghubungi kedua orang tuanya. Dia hanya mengatakan jika Rachel sakit. Mendengar kabar itu, ayah dan ibu langsung berangkat.


Farhan menggenggam tangan istrinya yang dibalut perban akibat luka itu. Dia mengelusnya.


"Rachel, sadarlah. Maafkan aku! Tidak seharusnya aku berkata kasar begitu. Aku nggak tahu, apa yang ada pikiran ini sehingga sering melukai hatimu," ucap Farhan.


Farhan mengecup tangan istrinya itu. Menyesal atas apa yang telah dilakukan.


"Sangat menyakitkan bagiku saat melihatmu sakit begini. Aku sangat menyesal karena telah melukaimu. Aku berharap aku dapat melakukan sesuatu yang ajaib untuk menghilangkan semua rasa sakit yang kamu alami saat ini. Jika kata-kata kasar membuatmu menjauh, aku harap permintaan maaf aku akan membawamu kembali lebih dekat denganku. Aku sangat menyesal telah menyakitimu. Tolong maafkan aku. Andai saja aku dapat memiliki kesempatan lagi, aku akan menarik kembali kata-kata yang telah aku katakan, aku minta maaf karena telah membuat perasaanmu sakit," ujar Farhan sambil mengecup tangan istrinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2