TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 79. Kehamilan Rachel


__ADS_3

Kedua kakaknya Farhan, telah kembali ke negara tempat di mana dia tinggal. Kemarin telah diadakan tahlilan atas meninggalnya kedua orang tua Farhan.


Setiap pagi Rachel mengalami mual dan muntah. Farhan yang selalu tampak cemas setiap melihat istrinya mengalami hal itu. Seperti pagi ini, kembali Rachel berada di kamar mandi, memuntahkan semua isi perutnya.


Farhan yang mendengar suara muntah dari kamar mandi langsung bangun dan menuju ke kamar mandi. Melihat istrinya yang tampak lelah karena muntah. Dia lalu membantu Rachel dengan memijat tengkuk istrinya itu.


"Sayang, kalau kamu merasa akan mual dan muntah bangunkan aja aku. Jangan sendiri ke kamar mandi. Aku takut terjadi apa apa sama kamu. Nanti karena pusing, kamu jatuh lagi," ucap Farhan sambil terus memijat leher istrinya itu.


"Aku udah nggak tahan, Mas. Kalau menunggu Mas bangun, bisa-bisa muntah di tempat tidur."


Farhan membersihkan mulut Rachel setelah istrinya itu mengatakan jika telah selesai memuntahkan isi perutnya. Pria itu lalu menggendongnya menuju tempat tidur.


"Sayang, apa seperti ini terus ya sampai kamu melahirkan?" tanya Farhan sambil memijat kepala Rachel yang berbaring di lengannya.


"Kata Dokter ini biasanya hanya dialami sampai tiga atau empat bulan kehamilan. Mas juga dengar 'kan?" tanya Rachel.


"Tapi itu masih dua bulan lagi. Kandunganmu baru menginjak usia dua bulan. Kenapa harus ada saat ngidam seperti ini,ya?" tanya Farhan dengan suara lirih.

__ADS_1


"Itulah nikmatnya kehamilan, Mas. Kata orang yang pernah mengalaminya nanti kita akan merindukan saat ini setelah lahiran," ujar Rachel tersenyum. Dia memiringkan tubuhnya dan bersembunyi di dada suaminya itu.


"Chel, kamu tidur aja. Kakak buatkan roti bakar sebentar untuk sarapan kamu," ucap Farhan.


Rachel hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman. Suaminya itu langsung menuju ke dapur untuk membuatkan dia sarapan. Setengah jam kemudian kembali lagi dengan sepiring roti bakar dan segelas susu untuk wanita hamil.


Farhan menyuapi Rachel dengan telaten. Semenjak kembali dari rumah sakit, perhatian yang Farhan berikan makin bertambah. Apa lagi Rachel yang makin manja dengannya. Istrinya itu. selalu saja memeluknya jika mereka berdekatan.


"Mas, aku boleh ikut ke kantor besok?" tanya Rachel pelan, takut suaminya marah.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin ikut aku ke kantor? Kamu nggak bisa jauh ya dariku? Cinta banget ya sama suami kamu yang gantengnya super duper ini?" goda Farhan.


"Jangan modus, Mommynya yang pengin dekat Daddynya, kenapa bayi yang jadi alasan," goda Farhan dengan mencubit hidung Rachel.


"Apaan sih, Mas? Kalau nggak boleh nggak apa-apa, kok!" ucap Rachel dengan cemberut.


"Jangan ngambek, nanti tambah cakep," bisik Farhan tetap menggoda istrinya.

__ADS_1


"Mas, becanda aja," ujar Rachel masih cemberut.


"Iya, boleh. Setiap hari kamu boleh ikut. Di ruang kerja aku ada kamar. Nanti bisa istirahat jika bosan menunggu aku kerja," ucap Farhan. Rachel memeluk Farhan dan mengusel di dada bidang suaminya.


"Chel, besok sore sepulang kerja kita mampir ke Dokter kandunganmu lagi," ucap Farhan.


"Kenapa, Mas? Aku nggak merasa ada keluhan selain mual dan muntah. Dokter sudah mengatakan itu biasa. Jadwal kontrol aku masih seminggu lagi," ucap Rachel dengan sedikit keheranan.


"Aku yang memiliki keluhan, Chel!"


"Mas sakit? Kenapa harus ke dokter kandungan?" tanya Rachel.


"Adik kecil aku yang sakit. Kasihan, Chel. Dia sudah meronta-ronta ingin masuk sarangnya. Aku ingin konsultasi, kapan waktunya ia bisa menjenguk baby dalam rahimmu!" jawab Farhan dengan cengiran.


"Mas, ini ada-ada aja.Aku pikir tadi benar sakit," ucap Rachel memukul dada suaminya itu dengan pelan.


Farhan tersenyum melihat Rachel yang cemberut mendengar perkataannya. Dia lalu memeluk istrinya itu. Farhan mengecup rambut istrinya yang tergerai indah. Pria itu lalu mengecup seluruh bagian di wajah istrinya. Membayangkan kedua orang tuanya. Jika mereka masih ada pasti akan bahagia mendengar kehamilan istrinya itu.

__ADS_1


Di tempat lain, Andin dan Mia sedang bertemu dengan Yuni di sebuah kafe. Di sana juga ada Dodi kekasihnya.


...----------------...


__ADS_2