TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 61. Kedatangan Reno


__ADS_3

Sore harinya seperti janji temannya, mereka datang kembali. Mereka sekalian ingin membantu persiapan pengajian yang akan diadakan di rumah Farhan.


Dari tadi Rachel sibuk membuat kue. Farhan duduk di kursi menemani istrinya. Dia terus saja menatap Rachel yang tiada memakai cadar.


"Cantik ...," ucap Farhan.


Rachel memandangi suaminya itu dengan dahi berkerut. Tidak paham siapa yang suaminya katakan.


"Kenapa memandangi aku seperti itu? Suamimu ini memang tampan, tidak perlu di puji," ucap Farhan.


Rachel akhirnya tersenyum menanggapi ucapan suaminya yang narsis. Ingin rasanya memeluk dan bermanja lagi dengan suaminya itu, tapi Rachel masih belum bisa. Masih teringat ucapan-ucapan Farhan yang menyakitkan hatinya terutama tentang masa lalunya.


Farhan berdiri dari duduknya, memeluk pinggang Rachel dan mengecapnya.


"Sudahlah, kenapa harus capek buat sendiri. Aku bisa pesan kue apa yang kamu inginkan," ucap Farhan.


"Aku ingin membuat dengan tanganku sendiri. Agar ayah dan ibu senang," ucap Rachel.

__ADS_1


Ucapannya itu menohok ke jantung Farhan. Bagaimana mungkin menantu yang baru saja mengenal ayah dan ibu begitu menyayangi mereka. Sedangkan dia, anaknya yang telah dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang, teganya menyakiti mereka dengan membantah semua ucapan mereka. Padahal kedua orang tuanya hanya meminta agar dia meninggalkan wanita yang kurang mereka suka.


"Mas, bisa nggak lepasin pelukannya. Aku jadi susah bergerak," ucap Rachel. Mungkin masih risih di peluk oleh Farhan.


Bukannya melepaskan pelukan, Farhan makin erat memeluk pinggang Rachel dan mengecup pipi wanita itu kiri dan kanan bergantian. Kebiasaan yang sangat dia rindukan saat Rachel jauh. Sejak awal menikah dengan istrinya itu, Farhan memang memiliki candu tersendiri untuk mengecup pipi Rachel.


"Hhhhmmmmm ...," Deheman seseorang membuat Farhan menghentikan ciumannya.


Farhan dan Rachel menatap pada orang yang datang. Ternyata teman-temannya.


Sementara itu Andin menggenggam tangan Yuni. Tampak sekali dia tidak suka dengan kemesraan yang Farhan perlihatkan.


"Kamu juga akan begitu nantinya dengan istrimu," ucap Farhan melepaskan pelukannya dan berdiri di depan Rachel. Dia menutupi wajah Rachel dari pandangan Dodi. Farhan tidak ingin ada orang lain yang mengagumi kecantikan istrinya.


"Ini ada sedikit kue buat tambah-tambah menu. Ternyata Rachel pintar buat kue juga," ucap Yuni. Dia meletakan dua kotak kue yang di beli tadi ke atas meja.


"Rachel pintar segalanya. Dari sumur, dapur apa lagi kasur," ucap Farhan. Ucapannya itu membuat Rachel malu, dia lalu mencubit pinggang suaminya.

__ADS_1


Dodi tertawa mendengar ucapan Farhan, dan reaksi berbeda datang dari Andin yang tampak cemberut.


Farhan lalu berbisik pada istrinya untuk masuk kamar dan kembali menggunakan cadar. Dia akan membawa temannya ke ruang tamu. Itu sengaja Farhan lakukan agar mereka tak melihat saat Rachel mau masuk ke kamar.


Jam empat setelah solat asyar dan telah berpakaian rapi, Rachel ikut bergabung dengan keempat teman suaminya. Dia tidak mau dikatakan sombong lagi.


Saat mereka sedang bercerita, seseorang datang. Dia mengucapkan salam. Semua mata tertuju pada tamu itu. Mereka kaget melihat siapa yang bertamu itu.


"Reno ...," ucap mereka serempak.


Rachel tidak menyangka jika Reno akan datang. Kemarin dia sangat bersyukur karena Reno tidak ada di antara teman-temannya Farhan.


"Kenapa kalian kaget? Seperti melihat hantu saja," ucap Reno.


Pandangannya bertemu dengan Rachel. Wanita itu lalu menunduk tidak berani menatap Reno. Dia merasa bersalah karena belum mengabari tentang kepergiannya dari Villa milik Reno.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2