TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 64. Kemarahan Reno


__ADS_3

Takziah malam ini berjalan lancar. Ternyata Reno membawa banyak kain sarung untuk dibagikan ke seluruh warga yang hadir. Sebagai tanda terima kasih karena telah datang mendoakan orang tua sahabatnya. Warga yang datang begitu senang, karena selain dapat nasi kotak juga mendapat kain sarung.


Farhan terharu melihat perhatian sahabatnya itu. Reno memang cukup dekat dengan kedua orang tuanya. Beberapa kali liburan kuliah dia ikut Farhan pulang kampung.


Farhan dan kelima sahabat dan istrinya duduk di ruang tamu. Farhan mengajak makan. Bibi menyediakan makan malam di lantai saja. Mereka semua duduk lesehan.


Farhan mengambil sepiring nasi dan lauk pauknya. Dia lalu bicara dengan Rachel, "Aku suapin ya. Biar banyak makannya. Dari pagi belum makan nasi 'kan?" tanya Farhan dengan lembut sambil menatap mata istrinya.


"Aku makan sendiri aja, Mas," ucap Rachel.


"Nanti makannya cuma satu dua sendok. Kalau aku suapin kamu makan lebih banyak," ucap Farhan.


Sudah tiga hari di kampung, Rachel tidak ada selera makan. Entah masih memikirkan kepergian kedua mertuanya atau sedang sakit. Farhan menjadi kuatir.


"Jangan terlalu memanjakan istri, Farhan. Nanti dia ngelunjak. Bohong terus nanti kerjanya," ucap Andin pelan tapi masih dapat di dengar semua yang di sana.

__ADS_1


Rachel menatap ke arah Andin tanpa kedip. Tentu saja dia tidak terima dikatakan sipembohong.


"Kapan aku berbohong dengan Mas Farhan? Kenapa kamu menuduh begitu? Apa Mas Farhan yang mengatakan jika aku ini sering bohong dengannya?" tanya Rachel dengan suara tegas.


Farhan meraih tangan Rachel. Dia tidak ingin ada salah paham lagi antara istri dan sahabatnya.


"Chel, aku tidak pernah mengatakan kamu pembohong. Kenapa kamu katakan Rachel pembohong, Andin?" tanya Farhan.


"Di sebut apa seorang istri yang pergi dari rumah dan tinggal berdua dengan pria lain? Jika tidak mau dikatakan pembohong berarti pengkhianat?" tanya Andin.


Mendengar ucapan Andin semua mata tertuju padanya. Andin menarik napas dalam dan memainkan jarinya, mungkin terlanjur mengatakan itu semua. Yuni dan Mia juga ikut memandangi Andin sambil menggelengkan kepalanya seolah mengatakan jika ucapan Andin itu salah.


Wajah Reno tampak tegang. Jelas sekali jika dia menahan emosi atas ucapan Andin. Dodi tempat nyengir. Mungkin merasa bersalah. Reno mengubah duduknya menjadi tegak. Memandang tajam ke arah Andin. Yuni dan Mia membuang mukanya, takut melihat Reno yang marah. Semua tahu jika pria itu sedikit temperamen.


"Kalian dengar baik-baik, termasuk kamu Farhan," ucap Reno dengan penuh penekanan. Dia kembali tampak menarik napas dalam.

__ADS_1


"Rachel memang tinggal di Villa milikku selama tiga hari. Perlu kalian tahu, dia kabur dari rumah karena mulut sampah kalian bertiga yang selalu saja menyinggung dan ikut campur urusan rumah tangga Farhan. Dan yang lebih parahnya, suami yang dia harap akan membelanya, lebih memilih membela sahabatnya. Sebagai seorang istri Rachel merasa diabaikan dan tidak dianggap, itulah makanya dia memilih pergi demi kewarasannya," ucap Reno dengan penuh penekanan.


Farhan menggenggam tangan istrinya itu. Dia paham sekarang kemarahan istrinya itu.


"Kenapa jadi kami yang disalahkan? Jika Farhan membelaku itu berarti merasa ucapanku benar," ucap Andin.


Mendengar ucapan Andin, Reno jadi tertawa. Kembali dia mengubah cara duduknya untuk menenangkan diri.


"Itu yang aku sayangkan. Farhan ikutan bodoh karena membela kalian. Padahal istrinya Rachel. Dan kenapa aku mau menolong dia kabur? Dengarkan baik-baik, Rachel itu pernah mencoba mengakhiri hidup karena ucapan suaminya. Aku tidak ingin dia mengulang lagi perbuatannya itu. Lebih baik aku menolongnya, untuk menyelamatkan nyawanya. Mulut sampah kalian itu bisa melayangkan nyawa orang. Cobalah kalian tahan diri. Apa pun yang Farhan lakukan dengan istrinya bukan urusan kalian!" ucap Reno dengan suara lantang.


Andin sepertinya tidak terima dengan ucapan Reno. Dia berdiri dan berkacak pinggang menghadap ke Reno.


"Aku tidak bisa terima kau katakan mulut sampah. Aku mengatakan yang benar. Apa pantas seorang istri pergi dengan pria lain?"


Reno sepertinya tidak bisa juga menahan emosi hingga ikutan berdiri. Menatap nanar ke arah Andin.

__ADS_1


"Apa kau tidak memiliki kaca? Jika Rachel dikatakan pengkhianat karena pergi dengan pria lain. Perlu dicatat ya, kami tidak tinggal satu villa dan aku juga hanya semalam didekat sana," ucap Reno dengan penuh penekanan. "Jika Rachel pengkhianat, sebutan apa yang pantas untukmu? Apa kamu pikir aku tidak tahu apa penyebab kamu diceraikan suamimu? Apa aku harus katakan di depan teman-teman terutama Farhan, biar dia tahu siapa kamu sebenarnya?" tanya Reno dengan senyum smirknya.


...----------------...


__ADS_2