TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 36. Kemarahan Farhan


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Rachel mempersiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah semua dihidangkan Rachel berjalan menuju ruang kerja Farhan.


Telah menjadi kebiasaan pria itu setelah habis solat subuh, waktunya akan dihabiskan di dalam ruang kerjanya hingga saatnya sarapan. Rachel mengetuk pintu ruang kerja itu. Ternyata pintu tidak terkunci.


Rachel mengintip dari celah pintu yang terbuka, dia tidak melihat suaminya ada di dalam. Penasaran, wanita itu membuka lebar pintu ruang itu. Terlihat Farhan yang tertidur di kursi kerjanya.


Rachel berjalan masuk, ingin membangunkan suaminya itu. Saat sampai di meja kerja matanya tertuju pada sebuah bingkai foto. Di dalam bingkai itu ada dua foto. Wanita itu sedikit kaget melihat foto suaminya dan Andin. Pose mereka sangat dekat dan berpelukan.


"Bukankah Mas Farhan mengatakan tidak boleh berpelukan jika bukan mahram. Ternyata ucapanmu tidak sesuai perbuatan, Mas," gumam Rachel dalam hatinya.


Rachel meraih bingkai foto itu untuk meyakinkan dirinya jika itu memang foto Farhan dan Andin mantan kekasih suaminya.



"Apa yang kamu lakukan di sini, Chel?" tanya Farhan.


Pertanyaan Farhan membuat Rachel kaget hingga menjatuhkan bingkai foto. Pria itu langsung berdiri melihat foto kesayangannya jatuh hingga bingkainya pecah, hancur berderai di lantai.

__ADS_1


Mata Farhan memandangi Rachel dengan sorot tajam seolah ingin membunuhnya. Dengan berkacak pinggang dihadapan Rachel dia berkata dengan suara lantang dan tinggi.


"Apa telingamu tidak mendengar! Bukankah sudah aku katakan, jangan masuk ke ruang ini tanpa izin!" ucap Farhan dengan suara yang keras.


Dada Rachel terasa sesak mendengar bentakan dari suaminya. Dari kecil kedua orang tuanya meratukan dia. Walau kehidupan mereka tidak mampu, tapi kedua orang tuanya sangat menyayanginya.


Setelah kedua orang tuanya meninggal walau dia harus hidup keras mencari nafkah sendiri tapi dia menjalani dengan senang. Tidak ada yang melarang atau memarahinya.


Tanpa bisa dicegah air matanya jatuh membasahi pipi. Rachel berjongkok ingin mengambil bingkai foto yang terjatuh itu. Saat bingkai yang kacanya telah pecah berada di tangan Rachel, di tarik dengan kuat oleh Farhan sehingga pecahan kaca dibingkai mengenai tangan Rachel.


"Apa salah Andin denganmu? Dari kemarin aku lihat kamu sangat membencinya. Menyindir terus. Percuma kamu menggunakan hijab jika mulutmu pedas. Jika aku tidak marah dan menegur kamu kemarin, itu hanya karena aku tidak mau membuat kamu malu. Aku juga tahu jika kamu pura-pura tidur agar aku tidak membukakan pintu untuk Andin. Dasar licik!" ucap Farhan dengan penuh penekanan.


Rachel berdiri, tidak peduli tangannya yang terus mengeluarkan darah karena ada pecahan kaca yang menancap.


"Jika aku seorang istri dikatakan licik, sebutan apa buat wanita yang telah bersuami tapi masih mencoba mencuri perhatian dari seorang pria beristri?" tanya Rachel.


"Jangan kau samakan dirimu dengan Andin. Tak pantas.Dia wanita baik-baik sedangkan dirimu hanya seorang pel*cur!" ucap Farhan.

__ADS_1


Dada Rachel semakin sesak mendengar ucapan suaminya. Dia tahu dirinya hina. Tapi bukan berarti harus diungkit terus masa lalunya itu.


Dengan kasar Rachel menghapus air matanya. Wajah dia jadi penuh dengan darah dari tangannya.


"Ketahuilah Mas, walaupun seorang pel*cur dianggap yang paling hina, tapi derajatnya lebih tinggi dari seorang pelakor. Pel*cur dibayar untuk memuaskan lelaki lalu pergi menjauh. Sementara Pelakor adalah duri dalam rumah tangga orang lain. Hanya kebencian yang dia dapat dari wanita yang menjadi korbannya. Pel*cur akan Allah ampuni jika dia melakukan taubat, sementara Pelakor hanya akan diterima Allah taubatnya jika wanita yang disakitinya memaafkannya. Pel*cur hanya mempunyai hubungan dosa dengan Allah, tapi pelakor memiliki hubungan dosa dengan Allah dan wanita yang disakiti dan dirampas kebahagiaannya," ucap Rachel dengan terisak.


"Siapa yang kamu katakan Pelakor! Dia tidak perlu merebut aku darimu, karena tanpa dia rebutpun aku masih mencintainya!" ucap Farhan.


Rachel menampar pipinya sendiri dengan tangannya yang terluka, sehingga darah makin deras mengucur.


"Ya Allah, beri aku tamparan lebih keras agar aku cepat tersadar dan terbangun dari anganku. Sadarkan aku jika tidak ada yang benar tulus menyayangiku selain ayah dan ibuku," ucap Rachel sambil terus menampar pipinya.


Farhan mengucapkan istighfar, ketika menyadari ucapannya yang telah keterlaluan. Dia mendekati Rachel.


"Rachel, Maaf ...," ucap Farhan dan ingin memeluk istrinya itu. Namun, Rachel menepisnya. Wanita itu berjalan keluar dari ruang kerja Farhan dengan langkah cepat. Pria itu mencoba mengejar istrinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2