TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 85. Bertemu Dodi


__ADS_3

Reno dan Yuni yang sedang berada di salah satu mall kaget saat bertemu dengan Dodi. Mereka berdua tidak mengira akan bertemu sahabatnya itu.


"Apa kabar, Yuni?" tanya Dodi dengan canggung. Dia memandangi keduanya dengan perasaan penuh tanda tanya. Kenapa keduanya tampak akrab? Itu yang ada dalam pikiran Dodi.


"Kabar aku saat ini sangat baik, bahkan sangat baik. Setelah aku tidak lagi ada hubungan dengan orang-orang toxic," jawab Yuni.


Dodi terdiam mendengar jawaban Yuni, yang jelas-jelas menyindir dirinya. Dia hanya bisa menarik napas dalam.


"Yun, apa aku boleh bicara berdua denganmu?" tanya Dodi.


Yuni tertawa mendengar ucapan mantan tunangannya itu. Dia mencibir. Yuni tidak tahu apa lagi yang akan pria itu katakan. Apakah sebuah kebohongan lagi?


"Sejak aku memutuskan pertunangan kita, sejak saat itu aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan," ucap Yuni.


"Aku hanya minta waktumu sepuluh menit saja!" ucap Dodi dengan memohon.


"Jika memang hanya sepuluh menit katakan saja di sini. Aku akan menghitung mundur waktumu. Sepuluh menitnya di mulai. Bicaralah cepat!" ucap Yuni.


Dodi lagi-lagi menarik napasnya. Dia terpaksa menerima tawaran wanita itu. Sementara itu Reno berjalan untuk menjauhi keduanya. Tidak ingin ikut campur dengan urusan pribadi sahabatnya itu.

__ADS_1


Yuni yang menyadari Reno menjauh, menarik tangan pria itu agar mendekat kembali.


"Kenapa pergi? Kamu di sini saja," ucap Yuni.


Mata Dodi memandangi keduanya dengan lekat, tanpa kedip. Masih saja bertanya-tanya tentang keakraban keduanya.


"Sejak kapan kalian berdua akrab begini?" Akhirnya Dodi mengutarakan pertanyaan juga.


"Sejak kapan kamu mulai kepo dengan kehidupan pribadiku? Apa hanya ini yang ingin kau ketahui. Kau membuang waktuku saja!" ucap Yuni dengan sedikit ketus.


"Mari kita pergi saja, Ren. Pertanyaan tak bermutu," ujar Yuni.


Baru melangkahkan kakinya, suara bariton Dodi menghentikan keduanya. Mendengarkan apa yang pria itu katakan.


"Aku bukan ayah kandung Grecia, jika kamu tidak percaya, bisa lihat hasilnya ini," ucap Dodi.


Yuni membalikkan tubuhnya menghadap ke pria itu. Tersenyum sinis mendengar ucapannya.


"Terus jika Grecia bukan anakmu, aku harus ngomong apa? Aku harus melakukan apa?" tanya Yuni dengan sinisnya.

__ADS_1


"Bukankah itu berarti aku tidak ada ikatan apa pun dengan Andin," ucap Dodi.


"Terus ...?" tanya Yuni lagi.


Dodi tampak menelan ludahnya. Tenggorokannya terasa tercekat melihat reaksi yang dari Yuni. Dia tampak tidak peduli dengan ucapannya.


"Aku ingin kita memulai lagi hubungan yang sempat terputus ini. Aku mau kita menyusun kembali rencana masa depan yang sempat kita rancang," ucap Dodi.


"Omong kosong macam apa yang sedang kamu katakan ini. Semua rencana yang telah kita susun dulu telah aku hapus dan lupakan. Aku bahkan tidak ingat lagi jika pernah merancang masa depan denganmu!" ucap Yuni.


Dodi berjalan mendekati Yuni. Dari hati terdalam dia sangat menyesali apa yang telah dia lakukan. Jika saja waktu dapat terulang, dia pasti akan menghapus saat bertemu dengan Andin di klub. Awal dia dan Andin melakukan kesalahan.


"Yun, bukankah yang kamu takutkan Grecia akan menjadi pengikat hubungannya dengan Andin, dan ternyata dia bukan darah dagingku. Kenapa kamu tidak memberikan aku kesempatan kedua. Akan aku buktikan padamu jika aku masih pantas untuk menjadi pendamping hidupmu. Bukankah manusia itu tidak luput dari salah dan khilaf. Tuhan saja mau memaafkan kesalahan umat-Nya," ucap Dodi.


"Dan aku bukan Tuhan, aku hanya manusia biasa yang punya keterbatasan. Aku tidak bisa memaafkan kesalahanmu. Aku juga telah melupakan jika kita pernah bersama. Walau ternyata Grecia bukan darah dagingmu, tapi kau tidak bisa mengelak jika sering berhubungan badan dengan Andin. Dan aku tidak bisa menerima itu!" ucap Yuni.


Setelah itu Yuni mengajak Reno kembali berjalan meninggalkan Dodi seorang diri. Pria itu kembali menyesali yang terjadi.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2