TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 77. Aku Benci Kau dan Andin


__ADS_3

Saat jam menunjukan pukul sebelas malam, barulah Andin dan Dodi sampai di apartemen Mia. Di sana masih menunggu Yuni. Wanita itu telah terlelap di sofa.


Saat Andin dan Dodi masuk, dia melihat kekasihnya itu tertidur sangat pulas.


"Aku pikir Yuni telah pulang," ucap Dodi sama Mia.


"Bukannya kata Yuni, kamu janji akan menjemputnya. Tentu saja dia menunggu," ujar Mia.


"Aku lupa jika meninggalkan Yuni di sini. Aku pikir tadi dia telah aku antar pulang," ucap Dodi. Diusapnya pelan wajah wanita itu takut akan membangunkan Yuni.


"Aku kira Andin masih bersama Alex, suaminya. Kalian sudah dapat jalan keluar untuk Grecia. Aku rasa kamu harus tes DNA, jika kamu ragu Grecia itu anakmu," ucap Mia.


Andin melototkan matanya dan menunjuk mulutnya meminta Mia jangan asal bicara. Takut Yuni mendengarnya. Mia baru tersadar jika ada Yuni di antara mereka.


Dodi mendekati kekasihnya itu. Mengecup pipinya dan mencubit kecil hidung Yuni agar wanita itu terbangun.


Yuni membuka matanya dan tersenyum dengan Dodi. Dia lalu bangun dan langsung duduk.

__ADS_1


"Sudah jam sebelas, aku antar kamu pulang," ujar Dodi.


Yuni lalu pamit dengan Mia dan Andin, tapi tampak dia tersenyum dengan terpaksa. Entah karena masih mengantuk atau karena sesuatu.


Saat berada di dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar, Dodi merapatkan tubuhnya dan memeluk bahu Yuni, tapi wanita itu mengelak dan menjauh membuat Dodi keheranan.


"Maaf, Yun. Aku telat jemput kamu. Aku tadi menjemput Andin sekalian. Kasihan dia malam-malam harus menggunakan angkutan umum," ucap Dodi.


Yuni menatap tajam ke arah Dodi, membuat pria itu menjadi heran. Biasanya Yuni tidak akan marah jika dia mengantar jemput Andin atau Mia.


Bertepatan dengan ucapan terakhirnya lift terbuka. Dengan langkah cepat Yuni keluar dan berlari keluar apartemen. Dodi langsung mengejarnya. Apa lagi hujan sedang turun dengan derasnya membasahi bumi.


"Yuni, maafkan aku. Jika kamu marah karena aku telat menjemput kamu, aku mohon maafkan aku. Tidak akan aku ulangi lagi," ucap Dodi.


Yuni mengangkat tangannya dan menampar pipi Dodi dengan kerasnya. Dodi memegang pipinya yang terasa memanas. Kaget dan heran menjadi satu. Kenapa bisa Yuni semarah saat ini.


"Kamu kenapa, Yun? Hanya karena aku telat menjemput hingga membatalkan pernikahan kita," ucap Dodi.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari Andin dan Mia berada di belakang. Rencananya kedua wanita itu ingin mencari makanan. Melihat pertengkaran Yuni dan Dodi, mereka mengurungkan niatnya. Mereka menguning pertengkaran keduanya.


"Aku memang bodoh. Selama ini mengira kamu mencintaiku. Ternyata semua hanya bohong. Aku benci kau dan Andin," teriak Yuni.


Dodi kaget mendengar nama dia dan Andin disebut. Begitu juga dengan Andin. Yuni berlari menembus hujan. Tidak peduli baju dan tubuhnya basah karena tumpahan air hujan itu.


Andin dan Mia terdiam, tidak tahu harus melakukan apa. Mereka hanya dapat melihat Yuni yang berjalan di tengah derasnya hujan. Dodi mengejar Yuni dan memeluk tubuh kekasihnya itu dari belakang. Dia menebak Yuni mendengar ucapan Mia tadi.


Yuni melepaskan pelukan di tubuhnya. Tubuhnya luruh ke tanah. Air mata Yuni telah bercampur dengan air hujan yang membasahi wajahnya.


"Salah satu hal yang paling kutakutkan di dunia ini adalah dibohongi. Sebab aku tahu sedang dibohongi oleh seseorang, berarti sebelumnya aku sudah memberikan beberapa kepercayaanku padanya. Saat aku tahu bahwa faktanya apa yang aku terima berbeda dengan apa yang diucapkannya, maka saat itulah rasanya sulit meyakinkan diriku untuk percaya lagi," ucap Yuni dalam hatinya.


Yuni menepis pelukan di tubuhnya. Dia tampak rapuh, menangis dibawah derasnya hujan.


"Hujan, basahi tubuh ini. Aku harap air hujan dapat membasuh luka hatiku. Saat cinta tak memberi arti lagi, hanya memberikan luka yang menyayat hati, seolah seperti malam hari, di mana hujan badai tak kunjung berhenti, namun semua ini harus kuhadapi karena perjalanan hidup itu tidak akan pernah berhenti," gumam Yuni pada dirinya sendiri.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2