
Axel yang baru pulang dari rumah Gafi terkejut melihat Lisa yang berada di dapur. Dia membantu Mama Rachel memasak.
"Mama masak apa? Kok banyak banget?" tanya Axel.
"Mama mengundang calon pengantin untuk makan malam bersama," jawab Mama Rachel.
"Maksud Mama, Kak Gafi dan Dita mau makan malam di sini?" tanya Axel lagi.
Rachel menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Dia tetap dengan kegiatannya. Axel lalu memandangi Lisa. Tumben sekali gadis itu membantu di dapur. Lagi pula tidak pernah Lisa datang jika tidak Axel mengajak. Pasti dia mencoba menarik perhatian mama setelah Axel minta putus kemarin. Itu yang ada dalam pikiran pria itu.
Tanpa pedulikan kehadiran gadis itu Axel menaiki tangga menuju ke kamar. Rachel cukup heran dengan tingkah putranya. Dia melihat ke arah Lisa. Merasa diperhatikan gadis itu lalu tersenyum.
"Tante, sejak Dita memutuskan menikah muda dengan Gafi, Axel tampak uring-uringan. Mungkin merasa terlalu cepat dan dia harus kehilangan sahabat terbaiknya. Tidak mungkin bisa seperti dulu lagi jika telah berstatus sebagai istri," ucap Lisa.
"Mungkin. Tante juga melihat perubahan sikapnya selama dua hari ini," ucap Rachel.
Mereka berdua meneruskan masak. Hingga jam lima sore, semua hidangan telah siap di santap.
Lisa pulang ke kos dengan ojek online karena Axel yang tidak keluar dari kamar sejak pulang tadi. Jam setengah tujuh Lisa kembali datang dan membantu Rachel menyiapkan semua.
Jam tujuh, Gafi dan Dita datang. Rachel langsung mengajak mereka makan. Mengobrol bisa setelah makan.
__ADS_1
Semua telah berkumpul kecuali Axel. Tadi saat Mama Rachel memanggil, dia sedang berpakaian. Sambil menunggu kedatangan Axel mama mempersilakan semua untuk makan.
Tak berapa lama, Axel muncul. Dia langsung memilih duduk di samping Papa Farhan, dan berhadapan dengan Dita.
"Papa senang Dita menikah dengan pria yang pengertian seperti Gafi. Ingatlah pesan papa ini Gafi, jangan pernah membuat wanitamu menangis, akan menyakitkan jika ada pria lain yang menghapus air matanya," ucap Papa Farhan menasihati.
"Akan aku ingat pesannya Papa, aku tidak akan pernah membiarkan satu butir pun air mata jatuh di pipi Dita," jawab Gafi.
Papa Farhan menanyakan banyak hal pada Gafi. Sementara itu Axel hanya mendengar tanpa tanggapan. Sesekali dia masih mencuri kesempatan melirik Dita
Dita sendiri bukannya tak menyadari pandangan Axel, tapi gadis itu berusaha cuek dan tak ambil pusing. Dia dengan sengaja pindah duduk ke samping Gafi dan duduk merapat ke tubuh calon suaminya itu. Gafi yang juga ternyata menyadari pandangan Axel yang sering tertuju pada Dita, menggenggam tangan gadis itu dan meletakkan dipahanya.
Dita lalu mengambilkan nasi untuk Gafi. Dia juga menyiapkan lauknya. Pria itu tersenyum melihat perhatian tunangannya.
Axel masih terus mencoba melirik dari sudut matanya saat Dita menyiapkan nasi dan lauknya untuk Gafi.
Gafi yang menyadari Axel yang terus memperhatikan mereka, lalu menyuapi Dita makanannya.
"Kamu coba ini. Enak, loh!" ucap Gafi menyodorkan nasi dan lauknya. Saat ada nasi lengket di sudut bibir Dita, Gafi lalu membersihkan dengan jarinya membuat Axel berdeham.
"Maaf, aku duluan. Aku sudah selesai makannya," pamit Axel. Dia lalu menuju taman belakang rumahnya.
__ADS_1
Setelah selesai makan dan mengobrol sebentar, kedua calon pengantin itu pamit.
"Papa, Mama, aku pamit. Lusa pernikahan aku dan Gafi, aku minta maaf jika ada salah. Doakan semua berjalan lancar," ucap Dita.
"Tentu, Nak. Semoga pernikahan kalian langgeng hingga hanya maut yang bisa memisahkan," ujar Mama Rachel.
Sementara itu Lisa berjalan menuju taman, di mana Axel berada. Dia melihat pria itu yang duduk bersandar di kursi taman dengan tangan yang berada di atas dahinya.
"Gafi dan Dita telah pulang. Kamu pasti cepat menyelesaikan makan karena risih dengan mereka 'kan? Kamu cemburu 'kan?" tanya Lisa.
"Siapa yang cemburu, aku memang telah selesai makannya," jawab Axel.
"Mau sampai kapan kamu begini, Axel. Saat ini aja mungkin nama kamu sudah tak ada dihatinya Dita."
"Jangan sok tahu. Ada atau tidaknya aku di hati Dita, aku tak peduli. Yang seharusnya aku tanyakan, kenapa kamu datang ke sini. Kita putus! Ingat itu," ucap Axel.
"Aku tidak akan menerima kata putus jika tidak ada alasan yang kuat.Aku ini hanya mengingatkan kamu, jika Dita itu telah bahagia dengan pilihannya. Percuma saja menyimpan perasaan untuknya. Tak akan ada rasa cinta buat kamu lagi. Kenapa kamu tak mencoba membuka hati untuk hubungan kita?"
"Sudahlah, Lisa! Aku lagi tak ingin berdebat. Atau kamu ingin mamaku tahu, jika kamu dan aku sebenarnya tidak ada hubungan lagi. Sekali lagi aku katakan, hubungan kita berakhir. Jangan pernah mendekatiku lagi!" ucap Axel dengan suara lantang.
Ucapan Axel mampu membuat Lisa terdiam, tapi dia telah bertekad untuk mendapatkan cinta Axel kembali. Mungkin dengan mendekati Mama Rachel.
__ADS_1
...----------------...