TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 70. Alya dan Nazwa


__ADS_3

Dengan lembut Farhan membaringkan tubuh Rachel di tempat tidur. Semua mata mereka tertuju pada wajah Rachel.


Farhan yang melihat tatapan mereka semua tertuju pada istrinya, baru menyadari jika Rachel belum memakai hijabnya. Rambut panjang Rachel yang berwarna pirang membuat kecantikannya bertambah. Farhan langsung mengambil hijab di tas dan memasangkan ke kepala istrinya.


"Jangan pandang istriku lebih dari tiga detik, Dodi. Aku tahu dia cantik banget. Tapi Rachel bukan mahram-mu," ucap Farhan. Dia mengatakan itu karena mata Dodi masih terus menatap ke arah Rachel.


"Rachel cantik banget," ucap Dodi tanpa sadar.


Farhan lalu mendekati sahabatnya itu dan meninju lengannya. "Jangan memujinya. Aku cemburu," ucap Farhan.


"Bukankah kita harus memuji segala ciptaan Allah. Apa lagi yang bening-bening," ujar Dodi.


"Kau mau aku tendang dari kamar ini!" ucap Farhan.


"Farhan kalau dah cinta, bucinnya nggak ngotak. Masa cuma lihat wajah istrinya aja cemburu," ucap Dodi. Dia lalu berjalan menuju sofa yang ada di dekat jendela.


"Ini ada sedikit buah. Maaf jika kedatangan kami mengganggu. Dodi yang maksa. Katanya istrimu sakit. Dia tahu dari sosial mediamu," ucap Yuni memberikan keranjang buah.


"Terima kasih ya," ucap Farhan.

__ADS_1


Ketiga teman wanita Farhan itu lalu memilih duduk di dekat Dodi. Andin hanya diam membisu. Rasanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Farhan begitu memanjakan istrinya. Betul yang dikatakan Dodi, jika Farhan tidak ngotak jika telah bucin. Seperti dengannya dulu. Farhan rela menentang orang tuanya.


"Jika saja aku tahu, Farhan akan sesukses ini, aku pasti tidak akan pernah meninggalkan dia. Aku mencari pria lain karena menganggap dia tidak ada masa depan," gumam Andin dalam hatinya.


Farhan mendekati tempat tidur istrinya. Membisikan sesuatu ke telinga Rachel. Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Farhan mengambil mangga dan mengelupas kulitnya. Lalu mangga itu dipotong kotak dimasukan ke piring. Farhan menyuapi Rachel dengan telaten dan penuh kasih sayang. Semua itu tidak luput dari pandangan ketiga teman wanitanya. Terutama Andin. Wajahnya tampak cemberut.


"Rachel sakit apa, Han?" tanya Dodi memecahkan keheningan.


"Sakit karena perbuatan aku!" ucap Farhan dengan tersenyum. Mendengar ucapan Farhan, Rachel mencubit lengan suaminya itu.


"Aku juga serius. Emang kamu lihat aku bercanda?" tanya Farhan.


Dodi tampak mengerutkan dahinya. Berpikir dengan ucapan pria itu. Ketiga teman wanitanya juga begitu. Mereka tampak berpikir. Sesekali mereka mencuri pandang ke arah Rachel, mungkin mencari jawaban.


Tiba-tiba Dodi tertawa. Membuat teman wanitanya yang lain heran. Mereka memandangi Dodi dengan wajah bertanya.


"Aku paham sekarang setelah membaca kembali sosial mediamu. Selamat ya, Han. Bentar lagi jadi ayah," ucap Dodi.

__ADS_1


"Ayah ..? Rachel hamil, Han?" tanya Andin dengan wajah kaget.


Farhan tersenyum semringah dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Dia lalu mengecup pipi istrinya itu. Memeluk bahu Rachel dengan mesra.


"Kami akan menjadi ayah dan ibu. Mohon doanya agar Rachel dan calon bayi kami sehat hingga lahiran," ucap Farhan.


"Topcer, dua bulan nikah langsung jadi," ucap Dodi.


Farhan tertawa mendengar ucapan pria itu. Dodi memang selalu bucara apa adanya.


Mereka mengobrol tentang apa saja. Hanya Andin yang tampak paling pendiam. Tidak seperti biasanya yang paling banyak bicara.


Tiba-tiba pintu kamar rawat inap Rachel di ketuk dan langsung di buka. Tampak dua pasang suami istri dan dua anak kecil.


Melihat siapa yang datang, Farhan langsung berdiri dan menyambutnya.


"Kak Alya dan Nazwa," teriak Farhan.


Ternyata yang datang kedua kakak kandungnya Farhan dengan suami dan anak mereka. Andin langsung menunduk melihat siapa yang datang. Teringat Alya yang pernah mengomelinya dulu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2