TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 84. Syukuran


__ADS_3

Hari ini Farhan dan Rachel mengadakan syukuran atas rumah baru mereka sekalian acara memasuki empat bulanan kehamilan istrinya. Tampak keramaian di kediaman baru mereka. Farhan mengundang teman kuliahnya dan juga rekan kerja. Termasuk Yuni dan Reno. Di antara teman kuliahnya, tidak terlihat kehadiran Dodi, Andin dan Mia. Entah mereka enggan datang atau memang tidak di undang.


Perutnya Rachel sudah mulai tampak sedikit membuncit. Itu membuat Farhan makin gemes. Tangannya akan selalu mengelus perut Rachel jika berada di samping wanita itu.


"Sayang, kapan sih kamu lahir. Daddy udah nggak sabar pengen bertemu," ucap Farhan sambil mengecup perut istrinya.


"Mas, malu ah banyak tamu. Cium-cium terus," ucap Rachel sambil cemberut.


"Kakak nggak sabar pengin dengar suara tangis bayi. Pasti rumah ini akan rame nantinya," ujar Farhan. Kali ini dia mencium pipi istrinya yang ditutupi cadar.


Yuni dan Reno tampak sangat akrab. Sesekali wanita itu tampak tersenyum menanggapi ucapan lawan bicaranya itu.


"Apa kabar perjodohan kamu dengan dokter itu? Kapan akan diresmikan?" tanya Yuni.


"Aku belum menerima perjodohan itu. Aku nggak mungkin menikahi wanita yang tidak aku cintai. kasihan wanitanya nanti. Aku pasti tidak akan memberikan perhatian jika tidak ada rasa cinta," ujar Reno.


"Aku sempat berpikir kamu itu mencintai Rachel karena sering membelanya," ujar Yuni.


Reno tertawa mendengar ucapan Yuni. Memang sebenarnya dugaan wanita itu salah. Namun, Reno juga sadar jika Rachel begitu mencintai Farhan. Jika dia mau, bisa saja saat Rachel kabur, mengompori wanita itu untuk tetap mengajukan cerai, tapi pria itu sadar jika cinta tak bisa dipaksakan.


"Pria mana yang tidak akan jatuh cinta dengan wanita seperti Rachel. Perempuan yang bukan hanya cantik fisik tapi hatinya juga. Jika Farhan mau melepaskan wanita itu, dia akan menyesal seumur hidup. Karena yang tulus tidak akan datang dua kali. Rachel itu begitu tulus mencintai suaminya. Dia dan Farhan berhak bahagia. Itulah kenapa aku jadi garda terdepan saat ada orang yang ingin mengganggu kebahagiaan Rachel," ujar Reno.


"Kamu baik, aku doakan kamu juga dapat wanita yang mencintai kamu tulus seperti Rachel mencintai Farhan," ucap Yuni.


"Aku juga mendoakan kamu mendapatkan kebahagiaan," ucap Reno.

__ADS_1


Hingga sore hari, acara berlangsung. Yuni dan Reno pamit setelah makan siang.


"Aku doakan semua berjalan lancar. Kamu dan baby sehat hingga hari kelahiran." Doa Yuni sambil mengelus perut Rachel.


Sebenarnya Yuni ingin bicara empat mata dengan Rachel. Meminta maaf atas kesalahannya yang pernah membuat wanita itu marah. Namun, dia masih malu.


Reno juga mendoakan kebaikan buat Rachel dan bayinya sebelum pamit. Dia masih harus mengantar Yuni pulang.


***


Setelah semua tamu undangan pulang, Rachel segera mandi. Tubuhnya terasa gerah. Setelah merasa segar, barulah dia membaringkan tubuhnya.


Ketika akan memejamkan matanya, Rachel merasa ada tangan yang memijat kakinya. Dia melihat Farhan yang duduk di dekat kakinya.


"Mas, sudah jangan dipijat lagi. Mas juga capek 'kan. Sini rebahan saja dekatku," ujar Rachel.


"Alhamdulillah, Mas. Semakin banyak yang mendoakan kebaikan, semoga Allah mengabulkan. Mas, sini temani aku tidur," pinta Rachel.


"Sebentar lagi, nangguung. Sekarang udah agak enakan kakinya?" tanya Farhan.


"Sudah, Mas. Terima kasih," ucap Rachel.


Farhan lalu naik ke ranjang dan tidur menyamping menghadap Rachel dengan tangan kiri yang menopang kepalanya.


"Sayang, jangan mengucap terima kasih setiap apa yang aku beri dan lakukan untukmu," ujar Farhan.

__ADS_1


"Kenapa, Mas?" tanya Rachel heran.


"Kamu itu istri aku, apapun yang aku lakukan itu semua kewajiban. Tak perlu ucapkan terima kasih."


Farhan lalu mengecup dahi Rachel dan mengusap perutnya. Pria itu menyingkap daster yang Rachel kenakan hingga ke dada. Tampak jelas perut istrinya yang udah mulai sedikit membuncit.


"Sayang Daddy, sebenarnya daddy ingin menjengukmu tapi kasihan mommy pasti kecapean," ucap Farhan mengecup perut Rachel dan membaringkan kepalanya depan perut istrinya itu.


"Mas pengen?" tanya Rachel.


"Hhhhmmmm ...." Hanya deheman sebagai jawaban dari Farhan dengan terus mengecup perut istrinya itu.


"Geli, Mas."


"Sayang, kamu senang banget dapat anak cowok. Biar ganteng Daddy-nya pindah ke bayi kita, ya?" tanya Farhan.


"Geer banget, Mas."


Farhan tertawa dan menaikan kepalanya lalu menarik tubuh Rachel merapat ke tubuhnya. Rachel langsung mengusel di dada Farhan yang terbuka karena suaminya itu selalu tidur dengan telanjang dada.


Sejak kehamilannya Rachel memang tambah manja dengan suaminya. Sebelum tidur ia akan terus mengusel di dada Farhan. Jika tidur harus berpelukan.


Farhan dapat merasakan istrinya makin manja dan tak mau pisah dengannya. Sering membawa pekerjaan ke rumah jika dia tak dibutuhkan di kantor. Dia tak lagi mau ke luar kota. Selalu saja diwakilkan dengan orang kepercayaannya.


"Sayang, aku harap kamu selalu sehat hingga persalinan. Kamu tahu Rachel, setiap hari aku selalu diliputi dengan rasa cemas. Aku takut sekali ketika melihat perutmu makin membesar, aku tak mau kamu pergi meninggalkan aku dan bayi kita saat melahirkan nanti. Di dalam doa aku selalu meminta Tuhan memberikan umur yang panjang buatmu , aku dan bayi kita. Aku ingin hidup sampai tua bersamamu. Setiap malam aku selalu menangis jika mengingat hari persalinanmu makin dekat. Aku tak sanggup hidup jika kamu meninggalkan aku. Makanya aku banyak menghabiskan waktu bersamamu, aku tak mau kamu capek dan mengakibatkan kamu stress. Aku takut kamu sakit karena aku takut itu akan mempengaruhi kehamilanmu. Tuhan, aku memang bukan orang suci tapi aku mohon padamu Tuhan, sehatkan dan panjangkan umur Rachel biarkan kami hidup bersama dengan anak anak kami sampai tua," doa Farhan dalam hatinya.

__ADS_1


Farhan mengecup rambut dan wajah istrinya berulang kali. Rachel udah memejamkan matanya dari tadi.


...----------------...


__ADS_2