TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 57. Ya Allah, izinkan Aku Menangis


__ADS_3

Dengan perlahan Rachel berjalan sambil menyeret kopernya. Beberapa warga yang mengenalnya, memandangi Rachel dengan wajah sedih. Hal ini makin membuat dirinya gelisah.


Di ambang pintu Rachel melihat suaminya Farhan tertunduk dengan mata merah menahan tangis. Di samping kanan pria itu duduk Dodi sahabatnya. Samping kiri ada Andin dan kedua teman cewek yang lain.


Semua mata orang yang mengenal Rachel, menatap wanita itu dengan intens. Terutama Andin. Dari siang mereka sampai di desa, wanita itu sudah curiga jika rumah tangga mantan kekasihnya itu sedang bermasalah, ini diperkuat dengan tidak adanya Rachel di sana.


"Rachel ...," ucap Andin pelan. Namun, suara itu masih dapat di dengar oleh Farhan. Dia mengangkat wajahnya, melihat Rachel pria itu langsung berdiri.


Rachel sudah dapat menebak apa yang terjadi. Namun, dia masih terus meyakinkan hatinya jika kedua mertuanya dalam keadaan baik-baik saja.


"Rachel ...," panggil Farhan.


Saat Farhan telah berada dihadapkannya, Rachel sudah tidak dapat menahan air matanya.

__ADS_1


"Katakan apa yang terjadi, Mas? Semua yang aku pikirkan pasti tidak benar 'kan?" tanya Rachel.


"Rachel, ayah, ibu ...."


"Jangan teruskan, Mas. Ini pasti mimpi. Tolong pukul aku dan bangunkan aku, Mas. Ini tidak nyata 'kan, Mas," ucap Rachel terbata.


"Rachel, kamu harus kuat menerima berita ini. Ayah dan Ibu meninggal di Mekah. Keduanya telah tiada. Tidak ada ayah dan ibu lagi," ucap Farhan.


Tubuh Rachel terasa lemah. Tanah tempatnya berpijak rasanya ingin menelan tubuhnya itu. Rachel luluh ke lantai, beruntung Farhan dengan cepat menangkapnya.


Farhan mengambil minyak kayu putih dan membalur ke seluruh tubuh istrinya. Tidak lupa dia mendekatkan ke hidung Rachel agar wanita itu sadar.


Andin, dan kedua teman wanitanya Farhan, menjadi tuan rumah menggantikannya. Setelah membaca doa, warga dan tetangga dekat rumah diberi nasi kotak.

__ADS_1


Seluruh warga yang datang telah pulang. Farhan masih menemani istrinya. Ditatapnya wajah Rachel tanpa kedip sambil mengusap wajah mulus wanita itu.


"Sayang, sadarlah. Aku bahagia dapat melihat kamu lagi. Rachel, maafin aku ya atas semua keegoisananku selama ini. Aku cuma mikirin perasaanku tanpa mikirin perasaanmu. Aku cuma bisa menuntut tanpa pernah berpikir apa yang kamu rasakan dan tidak pernah berpikir posisi kamu. Maaf aku selalu buat kamu jadi sulit dan serba salah. Maaf untuk setiap emosi tak beralasan. Untuk kata-kata yang menyakiti. Tetaplah menjadi wanita yang selalu sabar dan ikhlas," ucap Farhan sambil mengusap wajah istrinya.


Rachel membuka matanya. Dilihatnya Farhan yang tersenyum duduk di sampingnya.


"Mas, katakan semua ini mimpi. Ini tidak benar 'kan, Mas. Ayah dan Ibu tidak mungkin pergi secepat ini. Aku baru merasakan kasih sayang mereka. Kenapa Allah begitu cepat memanggilnya?" ucap Rachel pelan dengan air mata mulai tumpah membasahi pipinya.


"Sabar, Sayang. Semua telah menjadi ketetapan dan takdir Allah. Ikhlaskan semuanya. Jika aku boleh meminta, pasti aku juga minta untuk menunda kepergian mereka," ucap Farhan.


Rachel kembali terisak. Dia baru saja merasakan kembali kasih sayang dari orang tua, tapi Allah kembali memanggilnya. Rachel bangun dan duduk bersandar di kepala tempat tidur. Pandangannya tampak kosong.


"Ya Allah, izinkan aku untuk menangis sebentar, bukan aku tidak ikhlas atas takdirmu. Tetapi biarkan aku lumpuhkan segala kelelahan yang aku rasakan sebentar saja. Terlihat kuat bukan berarti aku tidak pernah meneteskan air mataku. Dalam kondisi ini aku bersyukur atas ujian, karenanya aku menjadi lebih kuat. Semoga aku bisa bersabar ketika diberikan ujian lagi.Ya Allah sebenarnya aku tidak ingin bersedih. Sebenarnya aku ingin tetap terlihat kuat. Ingin sekali bercerita, tapi tidak tahu ingin cerita dengan siapa? Ya Allah kuatkan aku, jika aku rapuh peluklah aku, dan jika aku lemah berikanlah kekuatan pada hatiku," ucap Rachel dalam hatinya.

__ADS_1


Farhan yang melihat istrinya menangis sampai bahu dan tubuhnya berguncang, membawa Rachel ke dalam pelukannya. Tangis wanita itu pecah di dada suaminya.


...----------------...


__ADS_2