TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 87. Rumah Sakit


__ADS_3

Andin dan Dodi berjalan dengan tergesa di lorong rumah sakit. Tadi dia mendengar kabar dari mama-nya Mia jika dia mengalami kecelakaan.


Saat ini Mia sedang menjalani operasi. Andin memeluk mama Mia. Wanita itu menangis terisak.


Selama ini Mia memang tidak tinggal satu atap dengan kedua orang tuanya. Dia tinggal di apartemen seorang diri. Semenjak kedatangan Andin, wanita itu yang menemaninya.


Kedua orang tua Andin telah bercerai, Mamanya kembali ke kampung dan tinggal di sana. Kebetulan sekali mama Mia kemarin mengunjungi putrinya di apartemen. Jadi bisa menemani saat ini.


"Maaf, Ma. Aku datang telat. Aku harus menitipkan anakku dulu," ucap Andin dengan mama Mia.


"Nggak apa, Nak Andin."


"Bagaimana keadaan Mia sekarang, Ma?" tanya Andin lagi.


"Saat ini Dokter sedang melakukan operasi. Ada tulang kakinya yang hancur, dan harus dioperasi. Kemungkinan setelah sembuh Mia akan cacat. Tidak bisa berjalan normal. Mama nggak bisa bayangkan apa reaksinya nanti." Mama kembali terisak.

__ADS_1


Andin mengajak mama Mia untuk duduk. Saat ini papa Mia sedang berada di luar negeri bersama istri mudanya. Dia baru akan kembali besok pagi.


Tiga jam kemudian, Dokter keluar dari ruang operasi. Dokter mengatakan dua jam lagi barulah Mia dipindahkan ke ruang inap.


Andin dan mama Mia, juga Dodi menunggu hingga observasi selesai. Mereka berdoa agar Mia dapat melalui semuanya dengan tabah. Dokter mengatakan jika perlu waktu yang lama untuk pemulihan. Akan tetapi, bukan tidak ada hadapan untuk kesembuhan kakinya Mia.


Hingga sore barulah Mia dipindahkan ke ruang rawat inap. Dodi dan Andin masih menemani mamanya Mia. Sahabat wanita anaknya itu selalu memberikan dukungan untuk mamanya Mia.


Mia membuka matanya, dan melihat ke seluruh ruangan. Dia belum begitu sadar. Sehingga tampak bengong. Mungkin masih efek dari bius saat operasi tadi.


Mia hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Dia berusaha mengembalikan kesadaran. Menatap mamanya, Andin dan Dodi secara bergantian.


"Aku di mana?" tanya Mia akhirnya.


Mama menggenggam tangan putrinya itu. Air mata jatuh membasahi pipinya yang mulai keriput. Mia menjadi heran melihat wanita yang melahirkan dirinya itu menangis.

__ADS_1


"Aku ingat semuanya ...." Tiba-tiba Mia mengucapkan semua dengan terbata. Mungkin efek bius di tubuhnya telah hilang.


Andin mendekati wanita itu, dia juga ingin tahu apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu terjadi. Mamanya Mia cuma mengatakan jika putrinya itu keluar tengah malam, tapi tidak mengatakan kemana dan apa yang akan dia lakukan.


"Ma, aku melihat Lucas dan Dina sedang bercinta di kamar apartemennya. Ternyata mereka telah hidup bersama selama enam bulan ini. Mereka berdua mengkhianati aku. Aku nggak bisa terima ini," ucap Mia dengan sedikit emosi.


Mama yang mendengar ucapan putrinya itu menjadi kaget. Tidak percaya semua itu. Lucas, calon menantunya telah mengkhianati Mia. Yang lebih menyakitkan lagi, ternyata selingkuhannya adalah Dina, sepupu Mia.


Mia lalu mencoba memiringkan tubuhnya menghadap Andin. Dia merasakan kakinya sakit. Wanita itu membuka selimut dan terkejut melihat kakinya yang diperban.


"Apa yang terjadi, Ma? Kenapa kakiku sakit sekali? Kenapa kakiku di perban?" Banyak pertanyaan yang Mia ajukan.


Andin dan Dodi saling berpandangan. Apa yang akan mereka katakan. Jika jujur, takutnya Mia syok. Baru saja kehilangan kekasih dan harus menerima kenyataan jika dirinya akan menjadi wanita cacat.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2