
Semenjak Rachel kembali ke rumah, hampir setiap hari Reno dan Yuni berkunjung. Terkadang hanya sekedar untuk menggendong Axel. Putra Farhan itu membuat keduanya jatuh cinta.
Saat ini usia Axel telah memasuki tiga bulan. Semakin membuat kedua orang itu gemas. Tingkahnya sangat lucu, dan wajah yang begitu tampan, mirip mommy-nya.
"Mbak Yun, aku titip Axel sebentar ya. Mau masak buat makan malam. Mbak Yuni dan Kak Reno harus makan malam di sini sekalian."
"Sudah keseringan kami numpang makan. Takutnya kamu bosan jadinya," ucap Reno.
"Kak Reno ada saja. Aku tidak keberatan kok, justru senang karena makan bersama itu terasa lebih enak! Aku titip Axel dulu." Rachel kembali menitipkan anaknya.
Setelah itu Rachel menuju dapur. Walau di rumah ada yang membantu, Rachel tetap mengusahakan jika dia yang memasak buat suaminya.
Setelah Rachel menghilang, Reno merapatkan duduknya dengan Yuni. Memegang tangan mungilnya.
__ADS_1
"Kamu tidak ingin seperti ini, Yun?" tanya Reno.
Yuni yang mendengar pertanyaan Reno memandangi pria itu dengan dahi berkerut Dia belum paham dengan pertanyaan yang diajukan pria itu.
"Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti." Yuni memandangi wajah Reno dengan intens.
"Apa kamu tidak ingin menggendong bayi seperti ini terus?" Bukannya menjawab pertanyaan Yuni, Reno bahkan memberi pertanyaan lagi.
"Tentu saja mau. Itulah makanya setiap pulang kerja pasti mampir ke sini!"
"Aku hanya takut gagal lagi," ucap Yuni pelan.
"Bagaimana kamu yakin akan gagal lagi, jika tidak memulainya," ucap Reno.
"Aku masih trauma dengan cintaku yang dulu."
__ADS_1
Memang tak kasat mata, namun sakit hati mampu menyebabkan gejala penyakit fisik yang merugikan jika terus terjadi tanpa terkendali. Selain bantuan motivasi dari orang lain, kesembuhan sakit hati hanya berasal dari diri sendiri. Keinginan untuk bangkit, menghadapi masalah adalah jalan terbaik beranjak dari keterpurukan.Salah satu penawar sakit hati ialah membuat hati kembali bergembira.
"Jika kamu masih saja selalu mengingat masa lalu, bagaimana bisa menyongsong masa depan," ujar Farhan dengan suara tegas.
"Siapa yang mau denganku? Bagaimana bisa memulai suatu hubungan jika orang yang akan menjadi pasanganku saja tidak ada."
"Kita bisa mencoba menjalin hubungan. Siapa tahu aku memang adalah jodohmu?" Reno memberi pertanyaan pada Yuni. Wanita itu menatap Reno dengan mata nanar.
Bagaimana mungkin dia akan memulai hubungan dengan Reno? Selama ini dia hanya menganggap Reno sahabat dan tidak lebih.
"Aku takut menjalin hubungan lagi dengan seorang sahabat, karena aku pernah gagal menjalin hubungan dengan seorang sahabat. Di saat hubungan kita berakhir kita bukan hanya putus dengan kekasih saja, tapi itu berarti kita akan kehilangan sahabat juga. Aku nggak mau kehilangan sahabat untuk kesekian kali."
"Tapi aku bukanlah seorang pecundang. Aku tidak akan memusuhi kamu jika memang kita tidak berjodoh dan harus putus."
"Kamu mungkin bisa tetap bersahabat denganku, tapi tidak bagiku. Aku ini wanita. Setiap wanita menggunakan perasaan dalam hubungan. Jika mereka putus, maka tidak akan semudah para pria untuk melupakan semua itu. Aku rasa untuk saat ini lebih baik kita bersahabat saja," ucap Yuni.
__ADS_1
...----------------...