TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 67 S2. Kecelakaan


__ADS_3

Dita dan Gafi sedang dalam perjalanan di jalan raya ketika sebuah mobil menabrak mereka dari depan. Mobil mereka terguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Dita dan Gafi tidak sadarkan diri, dan luka-luka parah di seluruh tubuh mereka.


Penduduk setempat yang melihat itu berusaha menolong, tapi tidak bisa karena pintu yang terkunci. Mereka akhirnya memutuskan memanggil ambulans.


Segera setelah itu, sebuah ambulans tiba dan mereka dibawa ke rumah sakit terdekat. Tim medis segera memeriksa mereka dan melakukan semua yang mereka bisa untuk menyelamatkan nyawa Dita dan Gafi. Polisi yang menangani segera menghubungi keluarga korban.


Reno yang masih berada di rumah, tidak percaya ketika polisi menghubungi. Dia sampai menanyakan berulang kali. Setelah yakin, barulah dia berjalan menuju dapur dengan langkah pelan. Sebenarnya dia merasa tubuhnya lemah, tapi tetap berusaha tegar.


"Bu, tinggalkan aja semua masakan itu," ucap Reno pelan.


Yuni menghentikan kegiatannya. Memandangi suaminya dengan tatapan heran. Dia lalu mendekati Reno. Tampak keringat dingin keluar dari dahi dan wajahnya. Yuni jadi kuatir.


"Ada apa, Yah? Apa ada yang sakit?" tanya Yuni sambil menghapus keringat suaminya.

__ADS_1


Reno hanya diam membisu. Bibirnya seolah terkunci. Tenggorokan tersekat. Yuni lalu meminta bibi meneruskan memasak. Pada hal dia sedang memasak menu kesukaan anak dan menantunya. Kemarin Dita mengatakan jika dia pulang pagi dan sekitar pukul satu siang telah berada di rumah.


Yuni mengajak Reno ke ruang keluarga, dan memintanya duduk. Wanita itu juga ikutan duduk di sebelah suaminya itu.


"Mas, katakan saja. Apa yang terjadi? Apa kamu merasakan sesuatu? Jangan diam saja. Aku jadi makin kuatir!" ucap Yuni.


"Kita harus segera ke villa Gafi. Gantilah pakaianmu. Bawa baju beberapa helai!" ucap Reno.


Pada pihak kepolisian, Reno telah meminta tolong untuk menyampaikan pada dokter agar melakukan tindakan yang tepat untuk anak dan menantunya. Semua biaya akan dia tanggung. Berapa pun itu.


"Gavi dan Dita mengalami kecelakaan. Kedua orang tuanya Gafi telah lebih dahulu pergi. Kita juga harus menyusul," ucap Reno pelan.


Tubuh Yuni terasa lemah seketika. Tidak percaya dengan apa yang terjadi. Reno mendekati istrinya. Membawa ke dalam pelukan. Akhirnya tangis Yuni pecah dalam dekapan dada sang suami.

__ADS_1


Cukup lama dia menangis dan akhirnya dengan langkah pelan masuk ke kamar. Mengambil pakaian seadanya. Mereka langsung berangkat. Yuni tidak sempat mengganti bajunya. Reno meminta supir untuk menyetir. Dia takut mengendarai mobil dalam keadaan pikiran kacau seperti saat ini


Empat jam diperjalanan sampai mereka di rumah sakit yang disebutkan polisi. Reno menggenggam tangan sang istri untuk saling menguatkan.


Berjalan cepat di lorong rumah sakit menuju ruang operasi. Reno baru saja mendapat kabar jika Gafi harus segera di operasi, karena banyaknya pecahan kaca yang menempel di tubuh. Dia melindungi Dita dengan memeluk tubuh istrinya hingga Gafi yang terluka lebih parah.


Di depan ruang tunggu telah menunggu kedua orang tua Gafi, Farhan, Rachel dan Axel. Semua tampak cemas. Yuni berlari mendekati Alya. Memeluk sambil menangis.


"Bagaimana kabar anak-anak kita?" tanya Yuni dengan suara gemetar.


"Dokter sedang mengusahakan semua yang terbaik untuk mereka. Kita hanya bisa berdoa," ucap Alya dengan suara bergetar.


Yuni dan Reno ikut duduk bergabung dengan keluarga lainnya. Mereka menunggu dengan perasaan cemas dan kuatir.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2