TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 63. Jangan Menangis, Rachel


__ADS_3

Farhan menarik napas dalam. Dia juga tahu jika istrinya memang bukan ke kampung, tapi kabur dari rumah. Yang cuma membuat dia sedikit kesal, kenapa Reno tidak jujur jika Rachel ada di Villa miliknya. Seandainya dia tahu, pasti tidak akan cemas mencari keberadaan Rachel saat itu.


Yuni dan Mia juga ikutan mencibir, dengan tersenyum licik Mia berkata, "Di kira lugu ternyata suhu."


Farhan berjalan perlahan mendekati istrinya yang menangis. Dia tidak akan membiarkan pria lain menghapus air mata Rachel. Pria itu lalu memeluk wanitanya dan mengecup pipi Rachel.


Rachel dan Reno kaget dengan kehadiran Farhan yang secara tiba-tiba. Perlahan Reno menjaga jaraknya.


Setelah mengecup istrinya, Farhan menatap istrinya dengan intens. Dia pura-pura kaget melihat air mata Rachel.


"Sayang, kenapa menangis? Sudah aku katakan, jangan menangis lagi. Ikhlaskan ayah dan ibu. Mereka juga pasti sedih melihat kamu terus menangis begini," ucap Farhan.


Dengan lembut dia hapus air mata Rachel. Wanita itu makin terisak saat Farhan menghapus air matanya.


Farhan membawa Rachel ke dalam pelukan dadanya. Reno berjalan menjauh dari dapur. Melihat ada keempat temannya di sana, Reno tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kenapa kalian di sini? Masih ingin ikut campur urusan rumah tangga Farhan?" Reno bertanya dengan suara lantang dan penuh tekanan. Dia terus berjalan melewati temannya dan memilih duduk di bawah pohon rindang yang ada di halaman rumah Farhan.


Tangis Rachel pecah dalam dekapan suaminya. Farhan mengusap punggung istrinya, berharap dapat meredakan tangisnya.


"Mas, aku kangen ayah dan ibu," ucap Rachel sambil terisak.


"Kita masuk kamar. Berdoa bersama untuk ayah dan ibu. Biar bibi yang lanjutkan ini semua. Sebentar lagi juga mau solat magrib. Mandi dan kita solat jamaah," ucap Farhan. Rachel menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Dari ruang keluarga tempat ke tiga teman Farhan duduk, mereka melihat kepergian Rachel dan Farhan ke kamar mereka dengan wajah masam terutama Andin. Mungkin menganggap Farhan bodoh karena percaya dengan istrinya itu.


"Jangan pernah berpikir jika kamu sendiri saat ini. Masih ada aku suami kamu," ucap Farhan. Walau dalam hatinya masih bertanya-tanya sejauh apa hubungan Rachel dengan Reno, tapi dia kali ini ingin percaya dengan wanita itu.


Farhan ingin mencoba membuka hatinya selebar mungkin untuk kehadiran istrinya itu. Bukankah dia telah merasa sangat kehilangan ketika istrinya pergi dua hari kemarin. Itu berarti Rachel telah berada dalam hatinya walau belum memenuhi seluruh ruangnya. Farhan tidak ingin mengulang kesalahan lagi. Dia bisa bertanya nanti, saat semua telah sama-sama tenang. Apa hubungan Reno dan istrinya itu?


"Sekarang kamu mandi dulu. Atau mau aku mandiin?" Farhan berusaha menggoda istrinya. Ingin wanita itu manja seperti saat pertama mereka menikah.

__ADS_1


Rachel akhirnya tersenyum mendengar godaan suaminya itu. Mencubit lengan suaminya pelan.


"Aku masih marah denganmu, Mas. Jangan menggodaku!" ucap Rachel dengan cemberut.


Rachel mengambil handuk dan masuk kamar mandi. Farhan menarik napas dalam. Dia harus sabar kali ini menghadapi istrinya. Wanita itu seperti membawanya naik roller coaster. Kadang dia menurut kadang marah. Masih perlu strategi untuk menarik hatinya lagi.


Setelah Rachel mandi dan Farhan juga telah mandi. Dengan menggandeng tangan istrinya pria itu menemui sahabat-sahabatnya.


"Apa kalian mau ikut solat berjamaah dengan kami?" tanya Farhan. Acara takziah di rumahnya diadakan sehabis solat isya.


Andin tampak makin cemberut melihat kemesraan suami istri itu.


"Dasar bodoh, padahal dibohongi istri tapi Farhan masih bisa bermesraan begitu. Apa begitu cintanya dia dengan Rachel?" tanya Andin dalam hatinya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2